Posyandu di Peureulak Balita Dapat Makanan Kurang Gizi
Senin, 25-01-2021 - 15:55:12 WIB 👁 33660

TERKAIT:
 
  • Posyandu di Peureulak Balita Dapat Makanan Kurang Gizi
  •  

    SERGAPONLINE.COM ACEH TIMUR - Puluhan juta rupiah Dana Desa (DD) setiap tahun yang diplotkan untuk setiap Posyandu di Aceh Timur diharapkan agar setiap Desa mampu keluar dari kasus bayi kurang gizi serta stunting.

    Dana itu dikucurkan dalam bentuk Pelaksanaan posyandu, makanan tambahan bayi, untuk ibu hamil maupun lansia di setiap desa dalam Provinsi Aceh.

    Namun miris, masyarakat mengaku, terutama kaum ibu yang memiliki bayi dan Balita, bahwa pemberian makanan tambahan untuk bayi dan balita tidak sepadan bila dibandingian dengan plot dana yang dianggarkan setiap tahunnya.

    Di Aceh Timur misalnya, tepatnya di Desa Kuala Leuge, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, ibu Balita ini yang tidak ingin ditulis namanya mengaku hanya menerima sebungkus roti kecil yang berukuran mini dari penyelenggara Posyandu di desa itu.

    Bukan saja anaknya, ibu berinisial CA juga mengaku bahwa sekitar lebih kurang 40 peserta balita lainnya juga mendapatkan makanan tambahan bayi yang diduga tak mempunyai nilai gizi itu, dan terkadang bungkusan atauoun snack yang dibagikan terkadang nilainya tak lebih dari lima ribu rupiah.

    "Kami tentu berharap bayi-bayi dan balita disini memenuhi asupan gizi yang cukup, nyatanya setiap kali Posyandu kadang ya cuma roti snack begini, kalau sebelumnya ada dikasih buah semangka yang dipotong-potong dan bengkuang sedikit, akhirnya buah-buahan yang dicincang dalam plastik itu kami yang makan untuk buat rujak, karena takutnya anak-anak bisa mencret, ya saya yang makan jadinya," ujar ibu balita ini, Senin (25/01/2021).

    Ia berharap agar asupan gizi itu cukup, apalagi selama ini anggaran dari desa sangat memadai yang dianggarkan dalam APBG Gampong, sehingga makanan tambahan bayi dan untuk pencegahan stunting bagi ibu hamil bisa terpenuhi.

    "ya bagai mana lagi, apa yang dikasih kami tetap terima saja, kalau kita protes nanti takutnya jadi nggak enak, jadi ya terima aja apa yang dikasih walaupun hanya sebungkus roti," tambahnya.

    Terkait informasi dari warga itu, Ketua Aliansi Keadilan Aceh (AKA) Hawalis ikut mempertanyakan penggunaan anggaran desa yang diperuntukan khusus penyelenggaraan Posyandu dan stunting di desa itu, menurutnya semua bukan saja penyelenggara posyandu saja seperti bides dan kader yang harus bertangungjawab untuk perbaikan gizi bagi balita, akan tetapi kepala desa juga harus dipertanyakan kalau sampai informasi itu benar.

    "Jika informasi itu benar maka perlu dipertanyakan, kemana saja anggaran posyandu dan stunting itu mengalir, terkait kebutuhan makanan tambahan untuk bayi dan bumil ini tidak boleh main-main, karena ini sifatnya wajib dan mesti dilaksanakan sesuai aturan, begitu juga tentang penggunaan anggran makanan untuk balita itu tidak boleh dimark-up, dan ini tentunya berlaku untuk semua Gampong yang ada di Aceh Timur," sebut Hawalis.

    Hawalis juga menambahkan, sosialisasi saja terkait pencegahan stunting itu tidak cukup, tetapi pengawasan anggaran yang diplotkan juga penting bagi pendamping, apakah anggaran yang diusulkan itu sudah terpenuhi untuk ibu hamil balita dan juga bayi, kalau tidak dikontrol oleh instansi terkait tentunya anggaran desa itu sia-sia dan tidak digunakan maksimal untuk mencukupi kebutuhan gizi bagi bumil dan bayi.

    "Tentunya kedepan perlu pengawasan dari pihak pendamping, Puskesmas, dan instansi terkait, karena program ini sangat serius untuk mencegah stunting dan memenuhi gizi bagi balita Indonesia. Untuk itu anggaran desa yang diplotkan untuk balita dan stunting harus menjadi perhatian dan pengawalan kita bersama, karena itu kewajibna yang harus tersampaikan dengan baik untuk msyarakat disetiap desa," tegas Hawalis.

    Lebih jauh Hawalis juga merincikan, terkait anggaran Dana Desa (DD) untuk Gampong Kuala Leuge. Seperti tertera dalam Sistem Informasi Desa (SID) untuk tahun 2020 lalu, mencapai Rp.800.622.000,- rupiah juta rupiah lebih.

    Dana itu turut dianggarkan untuk pencegahan stunting  dan penyelenggara Posyandu (makanan tambahan bayi, dan juga ibu hamil Rp12.000.000,- rupih, serta pencegahan bayi stunting Rp18.820.000,- rupiah.

    Sementara itu, awak media ini belum mendapatkan konfirmasi dari Keuchik (kepala desa) setempat terkait dengan informasi itu. Nomor hanphone milik Keuchik Kuala Leuge yang sempat beberapa kali dihubungi awak media sejak Sabtu malam, tidak terhubung sampai berita ini ditayang. (Rls/Edo)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Cegah Peredaran Narkoba, Polsek Perhentian Raja Gelar Razia di Desa Hangtuah
  • Green Policing Hadir di Desa Gema: Polri & Warga Bersama Lestarikan Alam Kampar Kiri Hulu
  • Green Policing Yang Dikembangkan di Riau Masuk Commander Wish Kapolri
  • Pemkab Pelalawan Apresiasi Kontribusi RAPP dalam Pemberdayaan UMKM dan Penanganan Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Cegah Peredaran Narkoba, Polsek Perhentian Raja Gelar Razia di Desa Hangtuah
    03 Green Policing Hadir di Desa Gema: Polri & Warga Bersama Lestarikan Alam Kampar Kiri Hulu
    04 Green Policing Yang Dikembangkan di Riau Masuk Commander Wish Kapolri
    05 Pemkab Pelalawan Apresiasi Kontribusi RAPP dalam Pemberdayaan UMKM dan Penanganan Karhutla
    06 63 Pengunjung MP Club Positif Narkoba, Pemko Pekanbaru Buka Opsi Penutupan
    07 Kabut Asap Pekat Lagi, Siswa PAUD, SD-SMP di Pekanbaru Kembali PJJ 14–15 Oktober 2026
    08 Kabut Asap Picu 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, ISPA Mendominasi
    09 Pemkab Meranti Siapkan Lahan Hampir 1 Hektare untuk Rusun Polres
    10 Bupati Kampar Hadiri Workshop Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon
    11 Bupati Kasmarni Hadiri Porseni IGTKI Riau 2026
    12 Sekdaprov Riau Syahrial Abdi Terima Penghargaan Kepemimpinan Digital Terbaik 2026
    13 Pemkab Siak Matangkan Persiapan Siak Run dan Half Marathon 2026
    14 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    15 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
    16 HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
    17 Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
    18 Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
    19 Pemprov Riau Salurkan Bansos Pendidikan ke 1.138 Mahasiswa
    20 Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Jadi Rp3.783 per Kg, Ini Penjelasan Disbun
    21 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    22 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com