Masyarakat Keberatan Pencucian Sungai Batang Napuh, PT Musim Mas Tidak Menghiraukannya
Selasa, 10-07-2018 - 17:39:57 WIB 👁 81933

TERKAIT:
 
  • Masyarakat Keberatan Pencucian Sungai Batang Napuh, PT Musim Mas Tidak Menghiraukannya
  •  

    SERGAPONLINE.COM PELALAWAN-Perusahaan perkebunan kelapa sawit penghasil CPO terbesar di Indonesia yakni PT. Musim Mas, tampak unjuk gigi di daerah Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau.

    Soalnya kendati sedang konflik dengan masyarakat atas pencucian sungai, dalam waktu kurang lebih dua minggu, telah mempekerjakan kembali alat beratnya melakukan pencucian sungai.

    Dari pantauan yang dilakukan awak media dilapangan Selasa (10/7/18), terlihat satu unit alat berat merek Hitachi sedang menormalisasi sungai tersebut.

    Menurut salah seorang helper tukang angkat lukah alat perangkap ikan milik nelayan, alat berat itu sudah bekerja lebih kurang dua minggu. Helper yang mengaku namanya Bulolo itu, tidak mengetahui bahwa pencucian sungai tersebut bermasalah dengan masyarakat.

    Sementara atas pencucian sungai yang dilakukan oleh PT. Musim Mas itu, masyarakat Desa Pesaguan  Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, sudah melakukan aksi menuntut agar tidak menormalisasi sungai Batang Napuh. Bahkan konflik tersebut sudah dimediasi oleh Bupati Pelalawan H.M. Harris pada tgl 6 Juni 2018 lalu.

    Namun mediasi itu hanya berbuah kesepakatan membentuk tim peninjau dilapangan. Sayangnya tim yang telah dibentuk oleh Setdakab Pelalawan itu, sampai hari ini belum juga turun.

    Masyarakat menuntut PT. Musim Mas, untuk hentikan normalisasi sungai tersebut dengan alasan, normalisasi sungai itu akibatkan kerusakan lingkungan, salah satunya karena berlokasi rawa.

    Kemudian seluruh lubuk-lubuk yang dalam tempat ikan bersarang disungai itu pasti hilang, hingga akibatkan berkurangnya habitat sebagai mata pencaharian nelayan disungai tersebut. Lebih dikhawatirkan lagi oleh warga, normalisasi sungai itu sebagai modus untuk menghilangkan anak sungai yang berada disekitarnya.

    Juga sebagai modus agar tidak mudah ketahuan jika PT. Musim Mas buang limbah pabrik kelapa sawit (PKS) disungai itu.

    Koordinator masyarakat Desa Pesaguan yang menuntut mengehentikan normalisasi sungai itu bernama Rusli mengaku bahwa persoalan pencucian sungai itu telah bergejolak sejak tahun 2007.

    Karena dia masih menjabat selaku kepala Dusun di Desa Pesaguan hingga awal tahun 2018 ini, dengan didukung oleh mantan Kepala Desa Pesaguan yang lama bernama Darmawan, tetap menolak normalisasi sungai itu oleh PT. Musim Mas.

    Hingga akhirnya sekarang PT. Musim Mas bersikeras untuk tetap menormalisasi sungai itu setelah dia tidak kepala Dusun lagi

    Camat Pangkalan Lesung Adnan yang dihubungi dalam masalah itu mengatakan, lihat dulu sungai yang mana dikerjakan oleh PT. Musim Mas. Jika alat berat melakukan pencucian sungai diwilayah Desa Pesaguan, baru belum boleh sebelum ada penyelesaian.

    Tapi jika yang dikerjakan sungai diwilayah Kelurahan Pangkalan Lesung, itu tidak masalah karena setiap melakukan pertemuan terkait menormalisasi sungai itu, Lurah selalu kuta hadirkan, jelasnya.

    Minggu depan pada Selasa tgl 17 Juli 2018, ada lagi pertemuan oleh tim penyelesaian konflik yang telah dibentuk oleh Pemda Pelalawan. Apakah pada hari itu langsung turun meninjau dilapangan atau bagaimana, kesimpulannya tengok nanti minggu depan, ujar Adnan mengakhiri. (So/dtk))



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
  • Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
  • Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
  • Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    03 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    04 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    05 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    06 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    07 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    08 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    09 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    10 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    11
    12 41 Perangkat Daerah Meriahkan Karnaval Hari jadi Siak Ke-27
    13 Sambut Hari Jadi ke-27, Pemkab Siak Gelar Sunat dan Nikah Massal
    14 MoU Kebun Masyarakat Rp57 Miliar Diteken, Afni: Hak Plasma Itu Perintah Undang-Undang
    15 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksikan Rp3,18 Triliun, DPRD Targetkan Rampung November
    16 Sekolah Pelalawan Mulai Tatap Muka Terbatas, Kuala Kampar Masih Daring Akibat Kabut Asap
    17 Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal
    18 Subuh Keliling Polsek Kampar Kiri: Hadir di Tengah Warga, Eratkan Silaturahmi Sejak Pagi Hari
    19 Tim Opsnal Polres Pasaman Barat Ringkus Pelaku Pencurian Panel dan Elektrik Alat Berat di Nagari Ophir
    20 Subuh Keliling Kapolsek Kampar Kiri Kompol Nurman Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibnas Yang Kondusif
    21 Puluhan Karyawan PT SPRH Kembali Terancam PHK, Bagaimana Perlindungan Hak Mereka?
    22 Polsek Kampar Kiri Tangkap Warga Desa Subarak Terkait Peredaran Narkoba
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com