Diduga Kejari Bangkinang Terima Amplop Dari Kepala Desa Tanah Merah
Rabu, 10-06-2020 - 23:21:09 WIB 👁 122955

TERKAIT:
 
  • Diduga Kejari Bangkinang Terima Amplop Dari Kepala Desa Tanah Merah
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Masyarakat Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar menyampaikan unek - unek terkait kinerja  H. Syahrial Amri Nasution ( Kepala Desa-red ) dihadapan keluarga besar Forum Pers Independent Indonesia FPII Riau, Rabu (10/06/2020)

    PS (50) nama inisial  salah satu Masyarakat Desa Tanah Merah dalam penyampaiannya menuturkan, " Pada tahun 2019 beberapa perangkat Desa Tanah Merah menemukan adanya Anggaran Dana Desa (ADD)  yang diduga ditilap Kepala Desa sebesar Rp 216.000.000 ( dua ratus enam belas juta rupiah ) " Dari pemgakuan kepala desa kepada masyarakat menyatakan, ADD yang ditilap sebesar 216 Juta sudah terpakai untuk keperluan desa sesuai dengan laporan yang diterbitkan Kepala Desa yang bertemakan " Sisa Pengunaan Dana Desa Tahun 2018 ", " ADD 216 Juta yang diduga ditilap Kepala Desa, masih simpang siur keberadaan nya dimana pada tahun 2018 hasil audit inspektorat atau temuan  Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2018Tanah Merah sebesar 47.000.000 ( empat puluh tujuh juta rupiah ).

    Masyarakat Tanah Merah meminta kepada Camat Siak Hulu, dan aparat hukum untuk mengusut tuntas anggaran 216 juta yang diduga diselewengkan kepala desa, "Jika benar anggaran 216 juta sudah terpakai buat pembangunan Desa sesuai dengan rincian pengeluaran, dimana ditemukan lagi bukti kejanggalan,

    Pada poin 6 tertulis " Pengantian semen hilang 50 sak x 70'000 ( lapangan volly RW 1 sebesar Rp 3.500.000 ( tiga juta lima ratus ribu rupiah )

    Poin 8 " penggantian semen hilang 100 sak x 7.000.000 ( tujuh juta ribu rupiah )

    Poin 21 " Sumbangan untuk wartawan dan LSM  Rp 1.000.000 ( satu juta rupiah )

    Poin 23 " Uang amplot untuk kejaksaan negeri Bangkinang Rp 2.000.000 ( dua juta rupiah )

    Hal senada juga disampaikan Prendly ( ketua RW 1 membantah keras pernyataan kepala desa yang mengatakan adanya semen hilang sebanyak 50 sak di RW 1 dilokasi proyek. Namun Ketua RW 01, membatah keras dan tidak membenarkan adanya kehilangan semen dilokasi RW 01 tersebut, tuturnya dengan kesal.

    Suara sumbang juga disampaikan Is ( ketua RW 8 ) dalam pernyataannya kades menguraikan  bahwa pada saat pengerjaan proyek di RW 8 disana juga dilaporkan kehilangan semen 100 sak, Menurut bapak Is uraian yang diperbuat  kades yang menyatakan semen hilang 100 sak itu sama sekali bohong, "Itu tidak benar, semua itu rekayasa pak kades saja,"tegas Isran

    Perjalanan FPII berlanjut kekantor Kepala Desa Tanah Merah sekitar pukul 14:00 wib diruang kerjanya Kepala Desa Tanah Merah berhasil ditemui Tim  FPII Riau.

    Dalam pernyataan  H Sayhrial Amri Nasution memberikan pernyataan dan Mengakui, " Pada akhir tahun 2018 ADD hasil audit Inspektorat Kabupaten Kampar Mendapatkan Temuan di Desa Tanah Merah  sebesar Rp 47.000.000 juta rupiah ( empat puluh tujuh rupiah ) dan sudah dimasukkan kedalam kas Desa." ucap kepala desa

    Disingung mengenai adanya anggaran siluman yang bersumber dari ADD tahun 2018, Kepala desa menuturkan, "Uang tersebut sisa dari pengerjaan kegiatan ADD tahun 2018," tegas kepala desa kepada tim.

    Ketika FPII Riau mempertanyakan kemana uang sisa proyek tersebut disimpan.....? dengan santainya Kepala Desa menuturkan," Saya simpan dirumah pak, ucapnya lagi.

    Kembali FPII Riau mempertayakan kapan terungkap sisa anggaran ADD tahun 2019 .....?
    Kepala desa mengakui itu terungkap pada tahun 2019 pak, "Saat itu perangkat desa dan BPD diruang rapat kantor desa kita utarakan pak." jawabnya.

    Dari pernyataan salah satu masyarakat, ketua RW 1, ketua RW 2 terkait asal usul uang Rp 216 juta rupiah berbanding terbalik denggan pernyataan kepala desa Tanah Merah, dimana dalam pernyataan kepala desa asal usul uang ADD tahun 2018 itu dari sisa beberapa pengerjaan proyek dan disimpan dirumah pribadinya.

    Sementara keterangan dari ke 3 nara sumber dan di dampingi oleh beberapa masyarakat, uang 216 juta tersebut adalah diduga hasil manipulasi kepala desa dalam pengelolaan ADD desa.

    Aneh bin ajaib, Tim FPII Riau menilai dari hasil keterangan yang disampaikannya kepala desa bahwa
    " Audit Inspektorat diakhir tahun 2018 ADD Temuan Inpekstorat sebesar Rp 47.000.000 juta, sementara terungkapnya adanya anggaran dikuasai kepala desa Rp 216 juta sekitar pertengahan tahun 2019.

    Dengan adanya dugaan penyimpangan ADD tahun 2018 di Desa Tanah Merah FPII Riau berharap semoga kebenaran akan terungkap dan tetap akan memantau perkembangan kasus tersebut, "Kita dari sosial kontrol wajib Hukumnya, menggiring dugaan Korupsi di Desa, apalagi ini adalah hak mutlak dari Masyarakat anggaran yang turun dari Pusat." ucapnya sekretaris mengakhiri.


    Sumber FPII Setwil Riau
    No. 0812 - 7709 -1112
    No. 0823 - 8872 - 9254
    No. 0812 - 7590 - 7344



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
  • Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
  • HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
  • Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    03 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
    05 Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
    06 Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
    07 Pemprov Riau Salurkan Bansos Pendidikan ke 1.138 Mahasiswa
    08 Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Jadi Rp3.783 per Kg, Ini Penjelasan Disbun
    09 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    10 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    11 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    12 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    13 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    14 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    15 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    16 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    17 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    18 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    19 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    20 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    21 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    22 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com