FAKSI : Perantau Aceh di Malaysia adalah Pejuang Ekonomi, Mereka Berjasa Kirim Uang untuk Aceh
Senin, 18-05-2020 - 08:16:08 WIB 👁 48950

TERKAIT:
 
  • FAKSI : Perantau Aceh di Malaysia adalah Pejuang Ekonomi, Mereka Berjasa Kirim Uang untuk Aceh
  •  

    SERGAPONLINE.COM ACEH TIMUR - Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mengatakan bahwa para perantau Aceh, khususnya Aceh Timur, di Malaysia dan berbagai negara lainnya adalah para pejuang ekonomi, yang mampu memberi konstribusi positif bagi Aceh, khususnya  problem kemiskinan yang menganga di Aceh selama ini.

    Untuk itu, putera Idi Rayeuk, Aceh Timur, berdarah Aceh - Minang ini berpendapat, sudah selayaknya pemerintah di seluruh tingkatan di Aceh, memikirkan nasib mereka, terutama ketika mengalami kesulitan di masa darurat Covid 19 ini.

    " Mereka itu pejuang ekonomi bagi Aceh, setidaknya bagi keluarga mereka masing - masing, uang hasil jerih payah mereka di sana kan dikirim ke kampung halamannya masing - masing, lantas keluarga mereka membelanjakannya di Aceh, itu terbukti mendorong perputaran ekonomi, sebab uang dari luar beredar di Aceh, jadi seharusnya mereka diprioritaskan, apalagi mereka dalam kesulitan saat ini," kata Ronny, Minggu 17 Mei 2020.

    Ronny menambahkan perjuangan para perantau tersebut mestinya dihargai setinggi - tingginya, bukan malah terkesan didiskriminasi atau dianggap warga kelas dua di Aceh.

    "Jadi sangat lucu logikanya,  jika pemerintah lebih memikirkan dan memanjakan perusahaan - perusahaan yang mengeruk untung besar di Aceh, lalu  membawa terbang uang ke luar Aceh, bahkan tak jarang merugikan Aceh sendiri, ketimbang putra - putri perantau Aceh, yang menerbangkan uang dari luar negeri untuk Aceh, mereka terkesan seperti dianggap tidak penting," ketus Ronny.

    " Apapun ceritanya, mereka adalah warga Aceh, punya hak yang sama di Aceh ini, bukan warga kelas dua, mau dia masuk negeri jiran secara legal atau ilegal, itu harusnya menjadi tanggungjawab negara untuk mengatasi kesulitannya. mereka berkorban pergi merantau ke berbagai negara dikarenakan tidak tersedianya lapangan kerja di negeri ini, sebab keterbatasan kemampuan negara memfasilitasinya,  jadi pengorbanan dan perjuangan mereka selama ini persis sebagai upaya mengatasi lapangan kerja dan kemiskinan, masak itu tidak dihargai," ungkap aktivis HAM tersebut.

    Ronny sangat menyayangkan, jika ada pihak - pihak yang seakan menganggap enteng urusan para perantau atau bahkan memandangnya sebelah mata.

    " Inilah konyolnya kita, tidak memahami hakikat dari eksistensi mereka sebagai perantau, dan konstribusi mereka terhadap daerah atau negara, padahal warga daerah lain atau negara lain, sangat menghargai para perantaunya, yang sangat berkonstribusi bagi pembangunan suatu daerah bahkan negara," ketusnya.

    Eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu juga merasa sangat terheran - heran atas lambannya pemerintahan di Aceh, khususnya Aceh Timur, mengakomodir harapan para perantau tersebut, padahal Aceh sangat dikenal dengan  kekayaan dan lobi - lobi internasionalnya.

    " Aneh kan, para perantau mau pulang, ngurusnya macam nunggu hari kiamat, entah diurus entah tidak, padahal para perantau sudah menjerit atas apa yang mereka alami selama masa Covid 19 di Malaysia, tapi baik dewan maupun pemerintah kesannya santai - santai aja, ini saya tidak tujukan ke pribadi ya, sebab kalau dewan mestinya bukan tanggungjawab satu orang dewan saja, begitu juga pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten - kota kesannya santai aja, macam gak ada kejadian apa - apa," tandasnya.

    Dia mengaku juga sudah pernah menyampaikan keluhan para perantau Aceh Timur ke Ketua DPRK Aceh Timur, namun sayangnya hingga kini belum ada kejelasan soal itu.

    " Kami sudah pernah menyampaikan langsung keluhan para perantau Aceh Timur ke ketua dewan, soal mereka ingin pulang atau soal mereka benar - benar kesulitan sejak di lockdown, tapi kesannya dianggap santai aja, katanya akan disampaikan ke pemerintah, tapi hingga kini nampaknya belum ada perkembangan, para eksekutif dan legislatif kira mereka saja yang dihujat dan dimaki - maki masyarakat, padahal kami juga mengalami itu, jika tidak menyuarakan pesan - pesan dari masyarakat tadi ke pemerintah, kami juga dikata - katai, jadi ini perlu dipahami dan segera dicari solusinya," pungkas mantan Wakil Ketua KNPI Provinsi Sumbar itu.

    Dia memberi ultimatum kepada Pemerintah Aceh Timur, baik eksekutif maupun legislatif, agar berpikir dan bekerja keras mengatasi problem para perantau tersebut.

    " Yang jelas, kami sudah sampaikan berulang kali persoalan ini, dana Covid ada miliaran, mungkin bisa dipakai untuk memulangkan mereka atau dikirimkan ke mereka sedikit sebagai biaya bertahan hidup seperti BST atau BLT, tapi jika tidak digubris tidak apa - apa, yang jelas kami akan terus mendesak dan menggunakan langkah - langkah lain nantinya, sampai tuntutan kami itu dikabulkan," tutupnya. (Rls/Edo)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
  • Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
  • HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
  • Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    03 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
    05 Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
    06 Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
    07 Pemprov Riau Salurkan Bansos Pendidikan ke 1.138 Mahasiswa
    08 Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Jadi Rp3.783 per Kg, Ini Penjelasan Disbun
    09 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    10 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    11 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    12 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    13 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    14 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    15 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    16 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    17 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    18 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    19 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    20 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    21 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    22 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com