Walaupun Pernah di Razia Angota Polres dan polsek Benai, Cuma Satu Hari Berhenti Besoknya Kerja Lagi
Minggu, 10-05-2020 - 20:16:33 WIB 👁 63688

TERKAIT:
 
  • Walaupun Pernah di Razia Angota Polres dan polsek Benai, Cuma Satu Hari Berhenti Besoknya Kerja Lagi
  •  

    SERGAPONLINE.COM TALUK KUANTAN - Tim forum pers indopendent indonesia kabupaten.(FPII) kuantan sengingi berharap.


    Penertiban terhadap maraknya Pertambangan emas  Tanpa Izin (PETI) di sejumlah daerah termasuk di desa Gunung kesiangan kecamatatan Benai harus dilakukan secara serius karena kegiatan tersebut tidak mempunyai aspek legalitas dan merusak lingkungan.

    Selain itu, lokasi tambang emas ilegal berada di pemukiman penduduk, bahkan membuat masyarakat geran akan aksi ilegal tersebut yang tidak diberi sangsi hukum, bagaimana tidak, aksi penambang tidak hanya dilakukan pada siang hari saja bahkan kegiatan itu juga di lakukan pada malam hari, sehingga mengganggu jam istirahat penduduk, bahkan desa tetangga pun merasa keberatan akan aksi PETI tersebut, yakni desa banjar lopek.

    Sampai saat ini aktivitas tersebut terus berlanjut masyarakat enggan melaporkan untuk diberantas sebab, banyak dugaan dibeking oknum terentu. Pengusaha tambang diduga memberikan setoran setiap bulannya kepada oknum tertentu dengan alasan keamanan,? Wallahualam


    Seolah olah hal ini sudah mengangkangi hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mana, Bagi pelaku yang terbukti melakukan aktivitas PETI artinya melanggar Pasal 158 UU RI No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo Pasal 55 KUHP, Bahkan ancaman pidana sudah jelas dengan hukuman penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp.10 miliar.

    Selanjutnya salah seorang masyarakat desa Gunung kesiangan  yang enggan disebutkan namanya (takut diteror) mengatakan bahwa sudah saatnya PETI tersebut dilakukan penertiban dan dihentikan, menurutnya desa Gunung kesiangan dan  secara umum sudah rusak  akibat ulah pelaku PETI yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu beliau berharap kepada Kapolres Kuansing. AKBP. HENKY POERWANTO.SIK,MM untuk turun melakukan raziah dan penertiban semua PETI yang berada di desa Gunung Kesiangan dan sekitarnya, baik di sungai maupun di daratan, pintanya.

    " kami berharap kepada pemerintah dan penegak hukum, terutama bapak kapolres, agar dapat turun lansung ke lokasi, baik tambang sungai maupun darat, karena sewaktu razia kemaren, sebelum aparat datang mesin nya sudah dicopot duluan, kemudian sehari siap di razia bukan malah jerah, justru makin bertambah," ungkap masyarakat yang enggan disebutkan namanya karena dia takut mendapatkan ancaman.

    Sedih memang kalau aksi tersebut jika dibiarkan terlalu lama, sehingga masyarakat semakin hari semakin resah dengan aktivitas PETI yang ada di pemungkiman, mengapa begitu, karena areal persawahan sangat dekat dengan tambang tersebut, dan lebih lucunya lagi tambang liar tersebut hanya berjarak lebih kurang 200 Meter dari Rumahnya, yang mana saat ditanyakan kepada kepala desa firdaus mengatakan, " kami tidak berani, bahkan kalau seandainya dipaksa, tentu saya ribut dengan masyarakat saya, saya pendatang disini," ucapnya

    Sementara, dari hasil tanya jawab dengan masyarakat setempat Mesin dompeng tersebut salah satu nya milik kepala desa gunung kesiangan tersebut, tapi hebatnya tidak  mengatasnamakan dirinya, bahkan pembeli (penadah emas pentolan) dari hasil PETI tersebut kepala desa gunung kesiangan tersebut, ucap kebanyakan masyarakat yang tetap enggan disebutkan namanya.

    Ketua Forum Pers Independen Indonesia, Rusman, mengatakan bahwa harus adanya tindakan kepada pelaku besarnya  (pemodal), karena, kalau tidak begitu, PETI di Kuansing tidak akan pernah berhenti, sebab banyaknya permainan kong kalikong diantara penambang, lagi pula faktor ekonomi itu bukan salah satu alasan, kalau tak bisa dimusnahkan ya , legalkan,  agar semua bisa menikmati, ujarnya.

    Sementara itu mereka (Penambang) PETI tersebut berdalih kegitan itu dilakukan dengan tidak ada jalan lain untuk mememenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka, karena harga karet murah.

    " yang jelas sekarang ini semua kita susah, apalagi menghadapi pandemi covid-19 ini, tapi janganlah ekonom



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
  • Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
  • HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
  • Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    03 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    05 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    06 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    07 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    08 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    09 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    10 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    11 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    12 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    13 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    14 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    15 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    16 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    17 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    18 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    19 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    20 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    21 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    22
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com