Tahanan Tak Bisa Dibesuk, Pengacara dan Keluarga Kecewa pada Polsek Tenayan Raya
Rabu, 23-05-2018 - 07:12:45 WIB 👁 67541

TERKAIT:
 
  • Tahanan Tak Bisa Dibesuk, Pengacara dan Keluarga Kecewa pada Polsek Tenayan Raya
  •  

    SERGAPONLINE.COM, PEKANBARU-Ibu Rumah Tangga (IRT) bernisial EW, yang ditahan Polsek Tenayan Raya Kota Pekanbaru-Riau sejak 5 Mei 2018 lalu bersama empat (4) orang anak yang masih kecil atas tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan, hingga kini masih dilarang Polisi untuk dibesuk Pengacara dan keluarga.

    Kuasa Hukum EW, Yunaldi SH, mengatakan keluarga kliennya masih dilarang untuk bertemu Ibu Rumah Tangga (IRT) bernisial EW bersama empat orang anak EW yang ditahan itu untuk dibesuk.

    Sampai saat ini tak diperbolehkan bertemu atau dibesuk, mereka masih di Polsek Tenayan Raya Pekanbaru. Saya kecewa terhadap penyidik (Polisi-red). Saya (Kuasa Hukum) bersama suami tersangka dilarang penyidik Polsek hanya bertemu 2-3 menit saja. Penyidik melarang kami mengatakan, mereka tersangka sudah tahanan Polsek Tenayan Raya, tak boleh di temui karena ada perintah dari atasan kami, beber Yunaldi.

    "Dengan cara Polisi seperti itu, hak kuasa hukum (Pengacara) termasuk keluarganya tersangka diabaikan dan tidak menghargai. Terus terang, saya kecewa dengan cara Polisi seperti itu" katanya.
     
    Ketika ditanya Wartawan, langkah Pengacara maupun keluarga tersangka selanjutnya apa?. "Kita pasrah saja dengan gaya Polisi seperti ini, yang pasti Polri harus merubah sikap yang menghalangi keluarga dan kuasa hukum demi kepentingan dari tersangka itu sendiri" tutupnya.

    Diberitakan sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Tenayan Raya Kota Pekanbaru-Riau, menahan seorang ibu rumah tangga (IRT) bernisial EW, bersama empat orang anak yang masih kecil atas tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

    Himpunan informasi di Mapolsek Tenayan Raya Kota Pekanbaru-Riau,  bahwa berdasarkan surat perintah penahanan, EW dan empat orang anak yang ditahan sejak (05/05/2018), hingga kini upaya penangguhan penahanan tak dikabulkan polisi.

    Dimaa pada tanggal 08 Mei 2018, suami EW bersama tokoh tertua warga Nias di Kota Pekanbaru-Riau yang turut sebagai penjamin dalam penangguhan penahanan, pihak Polsek Tenayan Raya tidak mengabulkannya dengan alasan,  uang  sebesar Rp20 juta yang diminta pelapor (Farisman), harus dibayar lunas oleh EW (tersangka).

    Suami tersangka (EW), Sianto Daeli kepada Wartawan membenarkan, bahwa istrinya EW ditahan Polsek Tenayan Raya pada tanggal 5 Mei 2018, namun lantaran tuduhan yang dipersangkakan itu tidak tepat dan benar makanya kami pasrah dan berencana membicarakan penyelesaian secara kekeluargaan atas musyawarah bersama antara tokoh masyarakat Nias yang ada di Pekanbaru.

    "Kami sudah ajukan permohonan penangguhan penahanan isteri saya itu ke pak Kapolsek Tenayan Raya pada tanggal 8 Mei. Namun belum ada jawaban," katanya.

    Sianto Daeli mengatakan, ini persoalan kemanusiaan, dimana anak-anak masih kecil dan tinggal menginap di kantor Polisi sama ibu mereka. Sehingga, pihaknya berupaya agar penahanannya itu bisa ditangguhkan, katanya saat diwawancara Wartawan.

    Sementara tokoh warga Nias Kota Pekanbaru, Fag Zega menerangkan, bahwa kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada EW (ibu rumah tangga), diduga ada rekayasTahanan Tak Bisa Dibesuk, Pengacara dan Keluarga Kecewa pada Polsek Tenayan Raya a dan unsur pemerasan, sebab kasus ini tidak memenuhi unsur pidana.

    Kenapa tidak, kasus yang dituduhkan itu sebenarnya kepada EW, berawal dari bisnis jual-beli barang bekas atau kara-kara dari Bukit Tinggi-Sumatera Barat (Sumbar) ke Pekanbaru-Riau yang dimodali oleh Farisman selaku pelapor. Itupun jumlah uang seluruhnya hanya Rp10 juta, pungkasnya.

    Dijelaskannya (Fag Zega), pernah masalah itu kami bicarakan di kantor Polsek dihadapan Kanit Polsek Tenayan Raya, pihak pelapor tidak berdamai apabila EW (tersangka) tidak mengembalikan kerugian Farisman selaku pelapor sebesar Rp20 juta, karena dia Farisman mengatakan sudah banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan operasional Polsek Tenayan Raya saat berangkat ke Bukit Tinggi Sumatera Barat.

    Masalah itu cukup memprihatinkan memang. Bagimana kita sebagai orang tengah menyelesaikan masalah utang piutang seperti itu kalau pihak pelapor sendiri meminta uang yang tidak pernah diterima EW. Apalagi keluarga EW merasa trauma karena melihat keadaan EW bersama anak-anak itu berada dikantor polisi sejak tanggal 5 Mei 2018.

    Seperti yang pernah saya jelaskan minggu lalu, kita berharap agar pihak penyidik jangan tebang pilih dalam penyidikan kasus ini, karena komunikasi pelapor sendiri terhadap EW (tersangka) soal penggunaan uang bisnis jual-beli barang bekas tersebut masih tersimpan atau terdokumentasi dalam sebuah hendphon. Apakah pelapor tersebut benar ditipu EW dengan cara menggelapkan uang Rp10 juta atau ada indikasi lain,” tegasnya.

    Dari informasi yang diterima awak media, dan juga telah dimuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di Polsek Tenayan Raya Pekanbaru, EW membenarkan telah menerima kiriman uang dari Pelapor (Farisman) sebesar Rp10.500.000. Kegunaan uang sebesar Rp10.500.000 yang diterima EW itu dibagi dua (2), untuk biaya/ ongkos EW sebesar Rp6 juta agar EW pergi dari rumah meninggalkan suaminya.

    Sementara, uang sebesar Rp4 juta lebih lagi digunakan untuk pembayaran barang bekas yang akan ditampung Farisman di Pekanbaru-Riau. Namun, jenis kara-kara (barang bekas) belum dikirim EW ke Pekanbaru-Riau, karena  belum seutuhnya terkumpul oleh pihak ketiga yang juga dibayar EW di wilayah daerah Bukit Tinggi-Sumbar.

    Diperoleh keterangan lain, uang sebesar Rp10.500.000 yang diterima EW, ditransfer pelaku usaha barang bekas (kara-kara), Farisman dari Pekanbaru melalui rekening Bank BRI atas nama Erfani. Bahkan EW bersedia untuk mempertanggungjawabkan uang yang diterima dari pelaku usaha barang bekas itu di Pekanbaru-Riau.

    AKP Benny Syaf SH selaku Kapolsek Tenayan Raya kepada media sebelumnya mengatakan, pihaknya masih menunggu proses perdamaian secara kekeluargaan yang dilakukan kedua belah pihak.

    "Kami sampai sekarang masih menunggu itikad penyelesaian secara kekeluargaan dari pihak keluarga ibu itu. Saya ingin masalah ini cepat diselesaikan, karena kasihan kita melihat anak-anak ibu itu di Polsek," kata AKP Benny Syaf SH.

    Hingga berita ini naik, kuasa hukum tersangka EW, Yunaldi SH secara resmi menempuh jalur praperadilan pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Selain itu, pihak Polsek Tenayan Raya juga telah dilaporkan ke Kapolri pada tanggal 21 Mei 2018. (r1)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Ganja16 Kg Ganja Disita di Jalan Lintas Medan–Bukittinggi, Kurir Berusia 17 Tahun Diamankan
  • Maulid Nabi 1448 H, Bupati Roby : Bukan Sekedar Peringatan, Tapi Jadikan Nabi Sebagai Teladan
  • Sholat Istisqo dan Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Sail
  • Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sepanjang Semester Tahun 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Ganja16 Kg Ganja Disita di Jalan Lintas Medan–Bukittinggi, Kurir Berusia 17 Tahun Diamankan
    03 Maulid Nabi 1448 H, Bupati Roby : Bukan Sekedar Peringatan, Tapi Jadikan Nabi Sebagai Teladan
    04 Sholat Istisqo dan Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Sail
    05 Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sepanjang Semester Tahun 2026
    06 Patroli RAGA Polresta Pekanbaru Intensifkan Pengamanan Dini Hari, Cegah Geng dan Aksi Anarkisme
    07 PKK dan BPBD Bintan Gandeng Kader Wujudkan Keluarga Tangguh Bencana
    08 Kecewa Atas Penetapan Tersangka Terhadap Korban Oleh Polsek Mandau, Istri Rudi Saputra Laporkan ke Mabes Propam Polri
    09 Jaga Desa Diperkuat, Kawal Program Prioritas Nasional di Kepri
    10 Sidang Pengeroyokan, Saksi Ringankan Terdakwa Si Baju Merah Diduga Ikut Memukul
    11 Ditlantas Polda Riau Edukasi Safety Riding kepada Prajurit Pomdam XIX/Tuanku Tambusai
    12 Polantas Karib Bagikan Masker kepada Pengendara & Pengguna Jalan
    13 Antisipasi Kabut Asap, Ditlantas Polda Riau Bagikan Masker dan Imbau Warga Manfaatkan SIGNAL
    14 Udara Pekanbaru Masih Berasap, Polantas Karib Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker
    15 Pemkab Bintan Ajak Masyarakat Hadiri Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Community Centre Teluk Sebong
    16 Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Pastikan Pembinaan Berjalan Optimal
    17 Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung Bagikan Ribuan Masker Bagi Masyarakat Pengguna Lalulintas Mencegah ISPA
    18 Polres Pasaman Barat Gelar Konferensi Pers Terkait Kasus Pembunuhan Ibu dan Nenek Kandung di Sungai Aur
    19 Polres Dumai dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Perkuat Sinergi Melalui Kerja Sama Kampus Anti Kejahatan dan Program Green Policing
    20 Pelaku Penganiayaan Istri di Pasaman Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
    21 Asap Tebal Selimuti Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau Bagikan Ribuan Masker kepada Masyarakat
    22 Ditlantas Polda Riau Tinjau Kesiapan Open Traffic Tahap 2, Pastikan Akses Tol Aman bagi Pengguna Jalan
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com