Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA) Kabupaten Kampar Hafis Tohar meminta pihak penyidik polres K" />
 
 
TP2TPA Minta Polres Kampar Bergegas dalam Penyidikan Perkara Pelecehan Seksual
Jumat, 24-05-2019 - 14:33:50 WIB 👁 60626

TERKAIT:
 
  • TP2TPA Minta Polres Kampar Bergegas dalam Penyidikan Perkara Pelecehan Seksual
  •  

     

    SERGAPONLINE.COM BANGKINANG KOTA -  Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA) Kabupaten Kampar Hafis Tohar meminta pihak penyidik polres Kampar untuk segera mempergegas peningkatan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pemuka masyarakat kepada V (16) gadis di bawah umur pada beberapa bulan lalu.

    “Kalau memang sudah ditemukan bukti seperti pernyataan korban visum sudah ada berarti barangnya sudah jelas, kalau memang dia terlapor yang diduga sebagai pelakunya kenapa masih diperlambat, kami minta kepada penyidik kepolisian yang menangani kasus ini jika memang sudah ada laporan dan sudah cukup alat bukti ngapain juga harus menunggu, dan apa yang mau ditunggu, dipercepat aja, biar tidak ada asumsi-asumsi negatif masyarakat,” tegas Hafis Tohar Saat dihubungi auranews.id, Rabu (22/5/2019) sore.

    Lebih lanjut, Hafis juga menjelaskan, jika memang kedua belah pihak melakukan perdamaian menurutnya tidak akan berpengaruh dengan kasus yang ditanganinya itu.

    “Silahkanlah berdamai, tidak akan berpengaruh dalam untuk menghentikan penyidikan perkara ini, dalam undang undang perlindungan anak tidak ada kata kata perdamaian, dan undang undang perlindungan anak berbeda dengan undang undang lalu lintas,” jelasnya lagi.

    Lebih lanjut, ketua Partai Perindo Kabupaten Kampar itupun sangat menyayangkan lambannya proses penyidikan. Ia mengatakan, keluarga korban sudah membuat laporan kepada penyidik pada tanggal 8 sebelum pemilu.

    “Jika unsur dan bukti sudah lengkap percepat ajalah, penyidik juga sudah mengimpulkan keterangan saksi,” katanya lagi.

    Sekedar diketahui Kasus pelecehan seksual di Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar ini heboh karena terlapor merupakan pemuka masyarakat. Posisi terlapor di tengah masyarakat membuat keluarga terpukul dan enggan berdamai saat dimediasi masyarakat setempat. Apalagi diduga pelecehan telah dilakukan berulang kali terhadap korban V (16).

    Menduga kasus ini jalan ditempat, awal pekan lalu Fatril (42) keluarga korban, mengadukan kasus ini ke Sekretariat PWI Kampar di Bangkinang. Fatril mengaku sudah melaporkan kasus ini sejak 8 April 2019 lalu. Sedih lebih dari satu bulan, dirinya tidak melihat ada perkembangan yang berarti dari kasus yang menimpa keponakannya tersebut.

    “‘Kenapa belum ada tindakan atau penahanan yang dilakukan oleh penyidik, sementara pelaku masih duduk – duduk manis aja didepan rumahnya. Hingga saat ini kami belum mengetahui sampai dimana perkembangan kasus yang dilaporkan si ayah korban,” sebut Fatril.

    Kasus ini diketahui keluarga bermula ketika V (16), yang masih duduk di kelas 2 SMA, tidak pulang ke rumah selama dua hari. Maka keluarga berinisiatif melakukan pencarian pada tanggal 6 April 2019. Pada tanggal 7 April, korban pulang dan langsung ditanya pihak keluarga. Pada hari itu juga korban mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh terlapor.

    ”Setelah kami tanyakan kepada anak kami, ia mengakui sudah dilecehkan oleh pelaku,” ujar Fatril. Setelah mengetahui kasus yang menimpa V, Keesokan harinya, tanggal 8 April 2019, Ayah korban beserta anggota keluarga lain membawa serta korban untuk melaporkan kejadian ke Polres Kampar. (anc)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
  • Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
  • HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
  • Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    03 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    05 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    06 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    07 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    08 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    09 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    10 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    11 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    12 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    13 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    14 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    15 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    16 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    17 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    18 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    19 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    20 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    21 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    22
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com