Bupati Siak Afni Zulkifli Raih Penghargaan BAZNAS RI 2026
Jumat, 16-10-2026 - 16:02:05 WIB 👁 1197
 |
| Foto : Bupati Siak Afni Z Tegaskan Kini Siak Tidak Tergantung dari Baznas ASN. |
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Bupati Siak, Provinsi Riau, Afni Zulkifli, menerima penghargaan dalam ajang Grand Award BAZNAS RI 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Ia menjadi satu-satunya kepala daerah dari Riau yang menerima penghargaan tersebut dan termasuk dalam 15 kepala daerah penerima apresiasi atas dukungan terhadap penguatan pengelolaan zakat di daerah.
Penghargaan ini merupakan bagian dari upaya mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi mustahik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 15 kepala daerah menerima penghargaan tersebut, terdiri atas lima gubernur, lima wali kota, dan lima bupati dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada kategori Bupati Pendukung Zakat Terbaik, Bupati Siak menerima penghargaan bersama Bupati Gresik, Bupati Sumedang, Bupati Banyumas, dan Bupati Barru.
Penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan pemerintah daerah terhadap pengelolaan zakat, baik melalui kebijakan, penguatan regulasi, maupun integrasi program sosial, dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan zakat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
"Penghargaan ini adalah milik seluruh muzaki yang telah membayarkan zakat. Kita juga terus mendorong agar para mustahik zakat dapat produktif dan mandiri, kiranya kelak bisa naik menjadi muzaki. Terima kasih untuk komisioner dan jajaran BAZNAS Siak, serta seluruh muzaki, kiranya diberi keberkahan dunia akhirat," kata Afni saat menerima penghargaan di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Bagi Kabupaten Siak, penghargaan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, para muzaki, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengembangkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas.
"Dari Siak untuk Indonesia. Menguatkan zakat, menumbuhkan kepedulian, dan bersama-sama mengentaskan kemiskinan demi kesejahteraan masyarakat," kata Afni.
Afni Soroti Rencana Pembayaran Gaji ASN melalui Kopdes
Pada kesempatan yang sama, Afni meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan Kementerian Keuangan mempertimbangkan kembali rencana pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pengumpulan zakat di daerah.
Afni mengatakan, pembayaran gaji ASN melalui Kopdes Merah Putih dikhawatirkan mempersulit mekanisme pembayaran zakat sebesar 2,5 persen dari gaji yang diterima. Selama ini, pemerintah daerah menerapkan pemotongan otomatis melalui sistem payroll bekerja sama dengan BAZNAS.
Khusus di Kabupaten Siak, zakat yang dihimpun BAZNAS dari ASN disebut dapat mencapai Rp12 miliar hingga Rp13 miliar.
"Alhamdulillah kalau di Siak, dari target Rp26–28 miliar, mayoritasnya atau sekitar 55 persen tidak lagi bergantung dari zakat ASN. Namun demikian, pengalihan pembayaran gaji ASN melalui Kopdes dikhawatirkan berpotensi merusak tatanan yang sudah berjalan baik di daerah, terutama menyangkut pelayanan zakat dan penyalurannya sesuai kaidah Islam," kata Afni.
Ia juga menekankan peran BAZNAS dalam menyalurkan zakat kepada mustahik sesuai ketentuan delapan asnaf atau golongan penerima zakat dalam Islam.
"BAZNAS adalah bagian strategis mendukung penyaluran untuk mustahik zakat sesuai ketentuan delapan asnaf. Penyalurannya sampai ke dusun dan kampung. Jika lewat Kopdes, maka siapa yang mau mengurus delapan asnaf ini? Apa mungkin manajer Kopdes paham soal aturan fikih pembagian zakat sesuai kaidah Islam? Kami meminta BAZNAS RI menyampaikan hal ini pada para pihak terkait," katanya.
Afni juga menyampaikan terima kasih atas bimbingan BAZNAS RI dalam pelaksanaan pengelolaan zakat sesuai tuntunan dan syariat Islam. Menurutnya, pengumpulan zakat melalui BAZNAS Siak dilaporkan terus meningkat setiap tahun.
"Kami berkomitmen agar BAZNAS juga dapat menjadi pengumpul zakat di seluruh unit perusahaan swasta yang beraktivitas di Siak. Karena hakikatnya, di mana mendapat, maka di situ membayar zakat," tutupnya.(rls/res)
Komentar Anda :