SERGAPONLINE.COM KAMPAR - Semangat syiar Al-Qur’an terus bergema di Kecamatan Gunung Sahilan. Memasuki hari keempat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kampar, Kamis (15/10/2026), seluruh rangkaian perlombaan berlangsung lancar sesuai agenda yang telah direncanakan. Sejumlah cabang perlombaan bahkan mulai memasuki babak final untuk menentukan peserta terbaik yang akan mengharumkan nama kecamatan masing-masing.
Di tengah kesibukan pelaksanaan berbagai cabang lomba, panitia terus memastikan setiap tahapan berjalan tertib, lancar, dan profesional. Babak final menjadi salah satu momen penting yang menghadirkan suasana kompetitif sekaligus penuh semangat bagi para peserta, official, pendamping, serta masyarakat yang mengikuti jalannya perhelatan akbar keagamaan tersebut.
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar yang juga bertindak sebagai koordinator pelaksanaan MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.A.P., menyampaikan bahwa hingga hari keempat, pelaksanaan MTQ berjalan sesuai dengan agenda yang telah disusun.
Hal tersebut disampaikannya saat memantau babak final cabang Fahmil Qur’an di SMPN 2 Gunung Sahilan, Kamis (15/10/2026).
“Alhamdulillah, hingga hari keempat pelaksanaan MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar berjalan lancar sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Pada hari ini, sejumlah cabang perlombaan telah memasuki babak final. Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terus berjalan dengan baik hingga selesai,” ungkap Zulfaimar.
Ia menjelaskan, cabang yang melaksanakan babak final pada hari keempat meliputi Fahmil Qur’an putra dan putri, Khatt (kaligrafi Al-Qur’an) untuk seluruh golongan putra dan putri, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) putra dan putri, serta Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) putra dan putri.
Menurutnya, babak final bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang meraih prestasi terbaik, tetapi juga menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, ketekunan, dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an dan hadis.
Pada hari keempat, sejumlah cabang perlombaan tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Gunung Sahilan. Cabang Tilawah Remaja dan Tilawah Anak-anak dilaksanakan di Astaka Utama. Sementara itu, cabang Qira’at Murottal Dewasa berlangsung di Masjid Baitus Sholeh.
Babak final Fahmil Qur’an putra dan putri dipusatkan di SMPN 2 Gunung Sahilan, sedangkan final cabang Khatt dilaksanakan di SDN 010 Kebun Durian. Adapun babak final KTIQ dan KTIH putra dan putri berlangsung di SDN 002 Kebun Durian.
Selanjutnya, cabang Tafsir Bahasa Inggris dilaksanakan di Masjid Siti Aminah, sedangkan cabang Qira’at Mujawwad Dewasa berlangsung di Astaka Utama.
Beragamnya cabang yang diperlombakan menunjukkan bahwa MTQ tidak hanya berorientasi pada seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan memahami, menafsirkan, menulis, serta menggali kandungan Al-Qur’an dan hadis.
Melalui berbagai cabang tersebut, generasi muda diharapkan semakin terdorong untuk mendalami ilmu agama, memperkuat akhlak, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, Zulfaimar turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, official, majelis hakim, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan demi menyukseskan MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026.
Baginya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ bukan hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh kerja sama, kebersamaan, dan partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga semangat syiar Islam agar terus tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan umat.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, official, majelis hakim, dan masyarakat yang telah memberikan kontribusi serta dukungan dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar tahun ini. Semoga segala usaha, pengorbanan, dan kebaikan yang kita lakukan mendapat rida Allah Azza wa Jalla,” tuturnya.
MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar di Kecamatan Gunung Sahilan diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi Qur’ani.
Sebab, hakikat MTQ bukan semata-mata tentang siapa yang berdiri di podium kemenangan, melainkan bagaimana ayat-ayat suci yang dilantunkan, dipahami, dan dipelajari mampu menghadirkan kebaikan serta menjadi cahaya bagi kehidupan masyarakat.(rls/res)
Komentar Anda :