Siak Run dan Half Marathon 2026 Bidik Ribuan Pelari, UMKM Lokal Berpeluang Ketiban Rezeki
Rabu, 14-10-2026 - 18:33:41 WIB 👁 561
 |
| Foto : Bupati Afni Zulkifli siapkan Siak sambut ribuan pelari |
SERGAPONLINE.COM SIAK - Ribuan pelari diperkirakan akan meramaikan Kabupaten Siak melalui dua ajang olahraga pariwisata, Siak Run dan Siak Half Marathon (SHM) 2026. Pemerintah Kabupaten Siak bersama Tribun Pekanbaru kini mematangkan persiapan, terutama memastikan ketersediaan penginapan untuk mengantisipasi kedatangan peserta dan wisatawan.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menilai kedua ajang tersebut bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan peluang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, memperluas promosi pariwisata, dan membuka pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan panitia kemarin, peserta yang mendaftar sudah mencapai 1.000 lebih,” ujar Afni kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (14/10/2026).
Dengan jumlah pendaftar yang terus bertambah, Afni meminta kesiapan akomodasi menjadi perhatian bersama. Kedatangan pelari dari berbagai daerah diperkirakan meningkatkan kebutuhan kamar hotel, penginapan, serta layanan pendukung lainnya.
Siak Run dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026. Sementara itu, Siak Half Marathon akan digelar pada 6 Desember 2026 dengan target sedikitnya 2.700 peserta.
“Kabupaten Siak ini menurut saya aman dan nyaman untuk pelari-pelari. Letak dan nuansanya masih membuat nyaman para pelari yang nanti mengikuti kegiatan ini. Tentunya kita berharap dengan adanya kegiatan ini, UMKM dan ekonomi kita meningkat sekaligus menjadi promosi untuk Kabupaten Siak,” katanya.
Afni berharap penyelenggaraan kedua kegiatan tersebut mampu memperkenalkan Siak kepada masyarakat yang lebih luas. Ia ingin kedatangan peserta tidak hanya memeriahkan perlombaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan usaha masyarakat.
“Tantangannya bukan semata menyukseskan perlombaan, melainkan memastikan kedatangan peserta turut memberi manfaat bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan usaha masyarakat,” ujarnya.
Pemimpin Perusahaan Tribun Pekanbaru, Purnomo, mengatakan Siak memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan daerah lain yang menjadi lokasi penyelenggaraan ajang lari serupa. Salah satu daya tarik utamanya adalah warisan sejarah dan keberadaan Istana Siak.
“Siak berbeda dari yang lain. Siak mempunyai tonggak sejarah berupa istana,” katanya.
Menurut Purnomo, kekuatan sejarah dan lanskap kota menjadi nilai tambah bagi pengalaman para pelari. Karena itu, penyelenggaraan Siak Half Marathon dirancang tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga memperkenalkan identitas dan daya tarik Kabupaten Siak.
Peluang ekonomi juga diharapkan muncul dari aktivitas peserta dan pengunjung selama kegiatan berlangsung. Produk kuliner, merchandise, serta berbagai pernak-pernik khas daerah dapat menjadi pilihan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
Panitia turut mengangkat identitas lokal melalui desain medali dan jersey yang mengadopsi seni Melayu Siak.
“Desain medali dan jersey sangat unik, mewakili seni Melayu Siak,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan perdana Siak Half Marathon, panitia menargetkan sedikitnya 2.700 peserta. Pendaftaran dilakukan melalui TribunBooking, dengan komunitas lari menjadi salah satu kelompok yang akan diprioritaskan untuk dilibatkan.
SHM 2026 juga menghadirkan kategori pelajar dan umum. Untuk kategori pelajar, tersedia nomor lari 5 kilometer. Sementara itu, kategori umum mempertandingkan jarak 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak, Syafrizal, menyambut penyelenggaraan Siak Half Marathon sebagai momentum untuk menjaga geliat pariwisata daerah di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
“Dalam kondisi susahnya kegiatan, munculnya Tribun membawa program Siak Half Marathon. Sehingga kami gayung bersambut,” kata Syafrizal.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak penyelenggara membuka peluang untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi pariwisata tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah.
“Ini salah satu hikmah, kondisi keuangan minim ternyata dengan berkolaborasi kita bisa menghidupkan pariwisata di Siak,” ujarnya.
Syafrizal berharap Siak Half Marathon dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi agenda olahraga pariwisata yang semakin besar. Jika pelaksanaannya terus berlanjut, panitia menargetkan pada tahun ketiga ajang tersebut dapat dikembangkan menjadi Siak Full Marathon (SFM).
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Siak Run dan Siak Half Marathon diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memperkuat citra Siak sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya Melayu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.(rls/res)
Komentar Anda :