Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, Ini 5 Lokasi Posko Kesehatan dan Jam Layanannya
Rabu, 07-10-2026 - 21:23:22 WIB 👁 2225
 |
| Foto : Ilustrasi |
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperkuat layanan kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sebanyak lima posko kesehatan disiapkan di sejumlah titik strategis Kota Pekanbaru mulai Kamis (8/10/2026).
Posko tersebut dibuka Pemprov Riau bersama Rumah Sakit Bhayangkara Biddokkes Polda Riau untuk mempercepat penanganan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Setiap posko akan dilengkapi satu dokter, dua perawat, serta satu unit ambulans berikut pengemudinya.
Layanan dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari pada tahap awal, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, keberadaan posko merupakan langkah antisipasi agar masyarakat tidak terlambat mendapatkan pemeriksaan ketika mulai mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk.
"Besok, Pemprov Riau bersama RS Bhayangkara Biddokkes Polda Riau akan membuka 5 posko layanan kesehatan di Kota Pekanbaru. Ini menjadi langkah antisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap Karhutla," kata SF Hariyanto, Rabu (7/10/2026).
Kadiskes Riau, Zulkifli menjelaskan, lima posko ditempatkan di kawasan yang dinilai mudah dijangkau masyarakat karena berada pada jalur aktivitas dan persimpangan ramai.
Lokasinya yakni:
1. Pos Lantas Gurindam 1, Jalan Cut Nyak Dien.
2. Pos Lantas Gurindam 2, Simpang Jalan Tuanku Tambusai-Jenderal Sudirman.
3. Pos Lantas Gurindam 3, Simpang Bandara Sultan Syarif Kasim II.
4. Pos Lantas Gurindam 4, Simpang Jalan Ronggowarsito.
5. Pos Lantas Gurindam 5, Simpang SKA.
Zulkifli mengatakan pemanfaatan pos lalu lintas sebagai lokasi pelayanan ditujukan agar warga tidak kesulitan mengakses pertolongan medis.
"Kita memanfaatkan pos Lantas karena berada di titik keramaian dan mudah diakses oleh masyarakat," kata Zulkifli.
Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi keluhan pernapasan, pemeriksaan sederhana, obat-obatan ringan, masker, hingga vitamin.
SF Hariyanto menekankan masyarakat tidak perlu menunggu kondisi memburuk untuk memeriksakan diri.
Gangguan seperti gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata maupun gangguan kulit menjadi keluhan yang perlu segera mendapatkan perhatian ketika terjadi paparan asap.
"Kita ingin masyarakat yang mulai merasakan gejala ISPA, iritasi mata dan kulit akibat asap bisa segera tertangani. Jangan sampai menunggu sakit berat baru berobat," tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa posko tidak hanya diposisikan sebagai tempat pengobatan ketika warga sudah sakit, tetapi juga sebagai titik deteksi awal terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan kualitas udara buruk.
Diskes Riau menyatakan pelayanan juga akan diarahkan pada upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai cara menjaga kondisi tubuh ketika berada dalam situasi paparan asap.
Zulkifli menyebut, pengoperasian lima posko merupakan kerja bersama sejumlah institusi.
Selain Pemprov Riau, layanan melibatkan RS Bhayangkara, Satlantas Polresta Pekanbaru dan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Jaringan pelayanan juga diperkuat dengan melibatkan sekitar 30 rumah sakit pemerintah dan swasta serta sejumlah perguruan tinggi kesehatan.
"Ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Pemprov Riau, RS Bhayangkara, Satlantas Polresta dan Pemko Pekanbaru," tuturnya.
"Kita juga melibatkan 30 rumah sakit pemerintah dan swasta serta 4 perguruan tinggi dari Al Insyirah, Payung Negeri, Poltekkes, PMC dan Hang Tuah," tambahnya.
Menurut Zulkifli, posko juga menjadi sarana edukasi kesehatan. Warga dapat memperoleh informasi mengenai langkah preventif, pemeriksaan sederhana serta vitamin yang dapat dikonsumsi langsung.
"Selain penanganan kesehatan, posko kesehatan ini juga menjadi wadah edukasi kesehatan bagi masyarakat. Di sana, kita juga memberikan edukasi tentang kesehatan preventif dan memberikan pemeriksaan kesehatan sederhana," sebutnya.
Namun, layanan posko tidak berhenti pada pemeriksaan dasar. Warga dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih serius akan mendapatkan dukungan oksigen maupun rujukan ke rumah sakit.
"Bagi masyarakat yang memerlukan penanganan lebih, pihaknya juga menyediakan oksigen ataupun rujukan ke Rumah Sakit jika kondisi pasien memang memerlukan perawatan lebih," tutupnya.(rls/res)
Komentar Anda :