Di Tengah Kabut Asap, Disdik Kampar Belum Terapkan PJJ
Rabu, 07-10-2026 - 21:20:07 WIB 👁 9405
Foto : Aktivitas belajar mengajar di Kampar tetap berlangsung di tengah kabut asap.(ilustrasi)
TERKAIT:
 
  • Di Tengah Kabut Asap, Disdik Kampar Belum Terapkan PJJ
  •  

    SERGAPONLINE.COM KAMPAR - Kebijakan penanganan dampak bencana di sektor pendidikan Kabupaten Kampar dinilai kaku dan lamban merespons situasi darurat kesehatan.

    Meski paparan udara beracun akibat kabut asap pekat telah memicu gangguan pernapasan serius hingga memaksa sejumlah guru bergantung pada alat bantu medis, aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di kawasan terdampak masih terus dipaksakan akibat terganjal formalitas instruksi dinas.

    Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas di SD Negeri 028 Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (7/10/2026).

    Di sekolah ini, proses pembelajaran tetap berlangsung kendati kepekatan asap kiriman telah melampaui batas aman dan mengancam keselamatan fisik para murid serta tenaga pendidik.

    Dampak dari keterlambatan antisipasi regulasi tersebut kini berujung pada krisis kesehatan di lingkungan sekolah.

    Kepala SD Negeri 028 Rimbo Panjang, Nuraini membeberkan, paparan udara buruk dalam dua hari terakhir telah memicu gejala fisik nyata yang mengganggu proses belajar.

    "Jangankan anak-anak, kita pun guru sudah terasa napas sesak, tenggorokan pedih, hidung tersumbat dan mata terasa kabur rasanya," kata Nuraini.

    Eskalasi ancaman kesehatan ini tak lagi sekadar potensi risiko, melainkan telah memakan korban di kalangan pengajar.

    Empat orang guru di sekolah tersebut dilaporkan mengalami keluhan asma mendadak dan harus menjalani perawatan mandiri seusai jam mengajar.

    "Guru kita ada 4 orang yang kena asma. Jadi pulang sekolah pasang nebulizer di rumah," ucap Nuraini.

    Ironisnya, besarnya risiko kesehatan yang dialami para pengajar belum mampu mendorong dinas terkait untuk menerbitkan keputusan cepat mengenai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    Pihak sekolah mengaku tersandera oleh hirarki administrasi sehingga tidak memiliki diskresi untuk menghentikan KBM tatap muka secara mandiri demi melindungi warga sekolah.

    "Sampai saat ini belum ada instruksi dari atasan pelaksanaan PJJ. Kami tidak bisa buat kebijakan sendiri," tegas Nuraini.

    Guna menyiasati kebuntuan aturan tersebut, pihak sekolah akhirnya mengambil langkah kompromi dengan melonggarkan tingkat kehadiran.

    Orangtua murid yang khawatir akan dampak kesehatan diizinkan untuk merumahkan anaknya secara mandiri, sementara aktivitas siswa yang tetap hadir dibatasi ketat di dalam ruang kelas.

    Kondisi ini kian ironis mengingat bencana udara yang menyandera Kampar hingga Kota Pekanbaru ini merupakan dampak lintas batas.

    Data BPBD Riau mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan titik api (zero hotspot) di wilayah Riau.

    Asap pekat beracun yang menghirup paru-paru warga murni merupakan asap kiriman dari insiden Karhutla di provinsi tetangga.

    Lambannya respons penyesuaian sistem pembelajaran di daerah terdampak memperlihatkan belum terintegrasinya mitigasi bencana dengan kebijakan edukasi daerah.

    Menahan siswa dan guru di dalam kelas di tengah gempuran asap beracun, hanya demi menunggu lembar surat keputusan, menjadi potret buram penanganan dampak Karhutla di tingkat tapak.(rls/res)

    Sumber: mediacenter.riau.go.id




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
  • Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
  • Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
  • Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    03 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    04 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    05 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    06 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    07 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    08 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    09 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    10 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    11
    12 41 Perangkat Daerah Meriahkan Karnaval Hari jadi Siak Ke-27
    13 Sambut Hari Jadi ke-27, Pemkab Siak Gelar Sunat dan Nikah Massal
    14 MoU Kebun Masyarakat Rp57 Miliar Diteken, Afni: Hak Plasma Itu Perintah Undang-Undang
    15 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksikan Rp3,18 Triliun, DPRD Targetkan Rampung November
    16 Sekolah Pelalawan Mulai Tatap Muka Terbatas, Kuala Kampar Masih Daring Akibat Kabut Asap
    17 Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal
    18 Subuh Keliling Polsek Kampar Kiri: Hadir di Tengah Warga, Eratkan Silaturahmi Sejak Pagi Hari
    19 Tim Opsnal Polres Pasaman Barat Ringkus Pelaku Pencurian Panel dan Elektrik Alat Berat di Nagari Ophir
    20 Subuh Keliling Kapolsek Kampar Kiri Kompol Nurman Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibnas Yang Kondusif
    21 Puluhan Karyawan PT SPRH Kembali Terancam PHK, Bagaimana Perlindungan Hak Mereka?
    22 Polsek Kampar Kiri Tangkap Warga Desa Subarak Terkait Peredaran Narkoba
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com