Pemprov Riau Perlebar 3 Ruas Jalan di Pekanbaru, Wako Agung yakin Beri Dampak Luas
Selasa , 06-10-2026 - 21:10:21 WIB 👁 1397
 |
| Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto dan Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho. |
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengarahkan pembangunan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru pada tiga kawasan yang memiliki aktivitas lalu lintas tinggi.
Pelebaran jalan dilakukan di kawasan Panam, Simpang SKA, dan sekitar Masjid Raya An-Nur.
Langkah tersebut dinilai strategis karena ketiga kawasan itu menjadi bagian dari jalur dengan mobilitas masyarakat yang cukup padat.
Penambahan kapasitas jalan diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik infrastruktur, tetapi juga membantu mengurangi tekanan lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho mengapresiasi kebijakan Pemprov Riau yang tetap mengalokasikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di ibukota provinsi tersebut.
"Kami atas nama Pemko Pekanbaru mengucapkan terima kasih, sekaligus apresiasi kepada gubernur yang sudah membangun perbaikan jalan dan pelebaran di Pekanbaru. Ada di Panam pelebaran, Simpang SKA, dan di dekat Masjid Agung," ujar Agung, Selasa (6/10/2026).
Menurut Agung, pembangunan tersebut menjadi penting karena kebutuhan terhadap infrastruktur perkotaan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat.
Karena itu, pelebaran jalan harus dipandang bukan semata sebagai proyek konstruksi, tetapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Terlebih, kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini menuntut setiap belanja pembangunan benar-benar diarahkan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
"Kita melihat di tengah kondisi fiskal Pemprov Riau, tetap memprioritaskan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Salah satunya prioritas pembangunan jalan di Pekanbaru ini," katanya.
Meski mendapat apresiasi, pelebaran jalan di tiga lokasi tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri.
Penambahan lebar badan jalan tidak otomatis menyelesaikan kemacetan apabila tidak diikuti pengaturan simpang, manajemen lalu lintas, drainase, akses keluar-masuk kawasan, serta penataan aktivitas di sisi jalan.
Karena itu, efektivitas proyek nantinya akan sangat ditentukan oleh sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kelancaran arus kendaraan secara nyata, bukan hanya memperluas ruang bagi kendaraan.
Agung berharap peningkatan kapasitas jalan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Pekanbaru, terutama pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan Panam, Simpang SKA maupun sekitar Masjid Raya An-Nur.
"Kami meyakini dengan pelebaran jalan di tiga ruas jalan utama di Pekanbaru ini, dampaknya akan sangat luas. Terutama terhadap kenyamanan masyarakat dan kita harapkan juga dapat mengurai kemacetan," ujar Agung.
Selain mengurai kepadatan lalu lintas, pembangunan jalan juga diharapkan mampu mendukung mobilitas ekonomi.
Kelancaran distribusi barang dan pergerakan masyarakat menjadi faktor penting bagi aktivitas perdagangan dan jasa di Kota Pekanbaru.
Agung kembali menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Riau, khususnya Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, atas dukungan pembangunan infrastruktur di Pekanbaru.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota harus terus diperkuat agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Perencanaan jalan, pengendalian lalu lintas hingga pemeliharaan infrastruktur perlu ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan perkotaan yang terintegrasi.
Dengan demikian, pelebaran tiga ruas jalan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai proyek fisik, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan terhadap kelancaran lalu lintas dan kenyamanan mobilitas warga Pekanbaru.(rls/rest)
Komentar Anda :