BMKG Riau Perkirakan Cuaca Ekstrem Berpotensi Menerjang Lima Daerah di Provinsi Riau
Sabtu, 03-10-2026 - 13:57:44 WIB 👁 4809
 |
| Foto : Ilustrasi Hujan |
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mempekirakan cuaca ekstrem berpotensi menerjang lima daerah di Provinsi Riau hingga Sabtu (3/10/2026) malam. Selain ancaman hujan lebat disertai petir dan angin kencang, masyarakat juga diminta mewaspadai kemunculan belasan titik panas (hotspot).
Daerah yang masuk dalam daftar kewaspadaan BMKG meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Bengkalis, dan Kota Dumai. Cuaca buruk tersebut diperkirakan dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari.
Prakirawan BMKG, Yudhistira M, mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.
"Hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda lima wilayah tersebut dari pagi, siang, sore, hingga malam hari. Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca ini," ujar Yudhistira.
Secara umum, potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang meluas ke sepuluh wilayah di Riau pada sore hingga malam hari, mencakup Kabupaten Kampar, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru. Sementara pada dini hari, hujan lokal berpotensi membasahi wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Kondisi udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 50–99 persen. Angin bertiup dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Di tengah potensi hujan tersebut, BMKG juga mencatat adanya kekaburan udara akibat asap. Pemantauan satelit hingga pukul 23.00 WIB mendeteksi 11 hotspot yang tersebar di wilayah Riau.
"Empat titik panas terdeteksi di Siak, tiga di Pelalawan, dua di Indragiri Hulu, serta masing-masing satu titik di Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir," kata Yudhistira.
Ia menambahkan, total hotspot di seluruh Sumatra mencapai 3.167 titik, di mana jumlah terbanyak berada di Sumatra Selatan sebanyak 2.519 titik, disusul Bangka Belitung 310 titik, Lampung 274 titik, Jambi 51 titik, serta Sumatra Utara dan Kepulauan Riau masing-masing satu titik.
"Titik panas ini merupakan indikator suhu tinggi yang terdeteksi satelit dan tidak secara otomatis menandakan adanya kebakaran lahan secara langsung. Namun, potensi kabut asap sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer serta arah angin," tuturnya.
Untuk sektor perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di Riau masih dalam kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Meskipup demikian, pengguna transportasi laut dan aktivitas ruang terbuka tetap diimbau memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala. (rls/rest)
Komentar Anda :