Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Riau Kembali Memburuk di Sejumlah Daerah
Jumat, 02-10-2026 - 21:45:18 WIB 👁 8669
Foto : Kabut asap kembali selimuti Riau
TERKAIT:
 
  • Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Riau Kembali Memburuk di Sejumlah Daerah
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Kualitas udara di Provinsi Riau pada Jumat (2/10/2026) menunjukkan kondisi yang tidak merata.

    Sejumlah wilayah masih menghadapi paparan polutan tinggi, dengan Kampar dan Siak menjadi daerah yang mencatat konsentrasi PM10 tertinggi hingga masuk kategori sangat tidak sehat.

    Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), konsentrasi PM10 di Stasiun Kampar Bangkinang mencapai 255 mikrogram per meter kubik pada pukul 15.00 WIB. Angka tersebut berada pada kategori sangat tidak sehat.

    Pada waktu yang sama, konsentrasi PM2,5 di lokasi tersebut mencapai 170 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

    Kondisi hampir serupa tercatat di Stasiun Siak Bunga Raya. PM10 mencapai 243 mikrogram per meter kubik, juga dalam kategori sangat tidak sehat.

    Sementara PM2,5 berada pada level 159 mikrogram per meter kubik atau kategori tidak sehat.

    Pekanbaru juga belum sepenuhnya terbebas dari persoalan kualitas udara. Di Stasiun Tenayan Raya, konsentrasi PM10 mencapai 120 mikrogram per meter kubik, masuk kategori tidak sehat.

    Sedangkan PM2,5 tercatat 83 mikrogram per meter kubik dan berada pada kategori sedang.

    Perbedaan angka tersebut memperlihatkan bahwa kualitas udara tidak dapat digeneralisasi berdasarkan kondisi satu wilayah saja.

    Ketika satu daerah mengalami perbaikan, wilayah lain masih dapat menghadapi konsentrasi partikulat yang tinggi.

    Kondisi serupa terlihat di Bengkalis. PM10 mencapai 127 mikrogram per meter kubik atau kategori tidak sehat, sedangkan PM2,5 berada pada level 90 mikrogram per meter kubik dalam kategori sedang.

    Di Indragiri Hilir, tekanan polusi terlihat lebih kuat pada dua parameter sekaligus. PM10 mencapai 148 mikrogram per meter kubik, sementara PM2,5 mencapai 140 mikrogram per meter kubik. Keduanya masuk kategori tidak sehat.

    Di sisi lain, kondisi kualitas udara tidak terjadi secara seragam di seluruh Riau.

    Data pemantauan menunjukkan wilayah Rokan Hilir memiliki PM10 sebesar 40 mikrogram per meter kubik dan PM2,5 sebesar 41 mikrogram per meter kubik, yang berada pada kategori sedang.

    Kondisi paling rendah tercatat di Dumai. Konsentrasi PM10 hanya 2 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM2,5 berada pada angka 11 mikrogram per meter kubik. Kedua parameter tersebut masuk kategori baik.

    Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan kualitas udara yang cukup lebar antardaerah.

    Pada saat Dumai berada dalam kategori baik, Kampar dan Siak justru mencatat konsentrasi PM10 yang lebih dari dua ratus mikrogram per meter kubik.

    Perbedaan kualitas udara tersebut berkaitan dengan dinamika polusi partikulat yang tidak hanya ditentukan oleh curah hujan di lokasi tertentu.

    Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera KLH, Zamzami sebelumnya menjelaskan, kualitas udara Riau turut dipengaruhi suplai asap dari wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

    Pergerakan angin dapat membawa asap dari satu wilayah menuju daerah lainnya sehingga konsentrasi polutan tidak selalu mengikuti lokasi titik kebakaran.

    Artinya, turunnya hujan atau nihilnya titik panas di suatu daerah tidak serta-merta membuat kualitas udara di daerah tersebut langsung kembali normal.

    Partikel pencemar yang sudah berada di atmosfer serta asap yang bergerak dari wilayah lain tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

    Karena itu, kondisi udara Riau pada 2 Oktober 2026 menunjukkan bahwa pemantauan kualitas udara harus dilakukan secara spesifik berdasarkan wilayah, bukan hanya melihat kondisi provinsi secara keseluruhan.

    Bagi masyarakat, angka PM10 dan PM2,5 pada masing-masing stasiun pemantauan menjadi indikator penting untuk mengetahui tingkat paparan polusi udara di lingkungan sekitar.

    Sementara bagi pemerintah, perbedaan ekstrem antarwilayah menjadi dasar penting untuk menentukan respons pengendalian pencemaran dan dampak karhutla secara lebih terukur.(rls/rest)




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Polsek Kampar Kiri Tangkap Warga Desa Subarak Terkait Peredaran Narkoba
  • Polres Dumai Hadir di Tengah Masyarakat Pesisir Melalui Program Jalur
  • Ka. Kanwil Riau Dorong FABA Jadi Program Produktif Bagi WBP
  • Luar Biasa Berkat Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, Serta Koordinasi Dengan APH, Tahanan Yang Kabur Berhasil Diamankan Kembali
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Polsek Kampar Kiri Tangkap Warga Desa Subarak Terkait Peredaran Narkoba
    03 Polres Dumai Hadir di Tengah Masyarakat Pesisir Melalui Program Jalur
    04 Ka. Kanwil Riau Dorong FABA Jadi Program Produktif Bagi WBP
    05 Luar Biasa Berkat Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, Serta Koordinasi Dengan APH, Tahanan Yang Kabur Berhasil Diamankan Kembali
    06 Kampar Terbesar, Meranti Terkecil Terima Anggaran Verifikasi Koperasi Merah Putih di Riau
    07 Jangan Sampai ke Meja Hukum, Wajib Pungut Diminta Segera Setorkan Tunggakan PBBKB
    08 Dukung Razia Pekat, DPRD Pekanbaru Minta Hotel Tak Berizin Ditindak
    09 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
    10 Bupati Ahmad Yuzar Apresiasi Kebun Raya Universitas Pahlawan, Kebanggaan Kampar dalam Pelestarian Alam dan Lingkungan
    11 Helat Pelalawan ke-27 Dibuka, 180 Tenda UMKM Gratis Disiapkan
    12 Dapat Alokasi Rp3,79 Miliar, Pemprov Riau Percepat Proses Verval KDKMP
    13 Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
    14 Wawako Pekanbaru Jalani Salat Memohon Hujan Bersama Warga di Masjid Agung Ar Rahman
    15 Berantas Maksiat, Wawako Pimpin Razia Pekat ke Sejumlah Penginapan
    16 Bunda PAUD Kabupaten Kampar Turun Langsung Membagikan Masker Kepada Masyarakat
    17 Disdik Siak Dorong Pelajar Mainkan Kompang dari Sekolah
    18 Pagi Ini, Pemko Pekanbaru Kembali Gelar Shalat Minta Hujan
    19 Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 141 µg/m³
    20 Semarak Hari Jadi ke-27 Kuansing dan Haornas, Plt Bupati Buka Pacu Jalur Mini
    21 Cegah Bullying di Sekolah, DPRD Pekanbaru Dorong Pemasangan CCTV dan Pengawasan Guru
    22 Banyak Wapu yang Tak Setor PBBKB, Komisi III DPRD Riau Minta Kejati Beri Tindakkan Hukum
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com