Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Riau Kembali Memburuk di Sejumlah Daerah
Jumat, 02-10-2026 - 21:45:18 WIB 👁 2033
Foto : Kabut asap kembali selimuti Riau
TERKAIT:
 
  • Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Riau Kembali Memburuk di Sejumlah Daerah
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Kualitas udara di Provinsi Riau pada Jumat (2/10/2026) menunjukkan kondisi yang tidak merata.

    Sejumlah wilayah masih menghadapi paparan polutan tinggi, dengan Kampar dan Siak menjadi daerah yang mencatat konsentrasi PM10 tertinggi hingga masuk kategori sangat tidak sehat.

    Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), konsentrasi PM10 di Stasiun Kampar Bangkinang mencapai 255 mikrogram per meter kubik pada pukul 15.00 WIB. Angka tersebut berada pada kategori sangat tidak sehat.

    Pada waktu yang sama, konsentrasi PM2,5 di lokasi tersebut mencapai 170 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

    Kondisi hampir serupa tercatat di Stasiun Siak Bunga Raya. PM10 mencapai 243 mikrogram per meter kubik, juga dalam kategori sangat tidak sehat.

    Sementara PM2,5 berada pada level 159 mikrogram per meter kubik atau kategori tidak sehat.

    Pekanbaru juga belum sepenuhnya terbebas dari persoalan kualitas udara. Di Stasiun Tenayan Raya, konsentrasi PM10 mencapai 120 mikrogram per meter kubik, masuk kategori tidak sehat.

    Sedangkan PM2,5 tercatat 83 mikrogram per meter kubik dan berada pada kategori sedang.

    Perbedaan angka tersebut memperlihatkan bahwa kualitas udara tidak dapat digeneralisasi berdasarkan kondisi satu wilayah saja.

    Ketika satu daerah mengalami perbaikan, wilayah lain masih dapat menghadapi konsentrasi partikulat yang tinggi.

    Kondisi serupa terlihat di Bengkalis. PM10 mencapai 127 mikrogram per meter kubik atau kategori tidak sehat, sedangkan PM2,5 berada pada level 90 mikrogram per meter kubik dalam kategori sedang.

    Di Indragiri Hilir, tekanan polusi terlihat lebih kuat pada dua parameter sekaligus. PM10 mencapai 148 mikrogram per meter kubik, sementara PM2,5 mencapai 140 mikrogram per meter kubik. Keduanya masuk kategori tidak sehat.

    Di sisi lain, kondisi kualitas udara tidak terjadi secara seragam di seluruh Riau.

    Data pemantauan menunjukkan wilayah Rokan Hilir memiliki PM10 sebesar 40 mikrogram per meter kubik dan PM2,5 sebesar 41 mikrogram per meter kubik, yang berada pada kategori sedang.

    Kondisi paling rendah tercatat di Dumai. Konsentrasi PM10 hanya 2 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM2,5 berada pada angka 11 mikrogram per meter kubik. Kedua parameter tersebut masuk kategori baik.

    Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan kualitas udara yang cukup lebar antardaerah.

    Pada saat Dumai berada dalam kategori baik, Kampar dan Siak justru mencatat konsentrasi PM10 yang lebih dari dua ratus mikrogram per meter kubik.

    Perbedaan kualitas udara tersebut berkaitan dengan dinamika polusi partikulat yang tidak hanya ditentukan oleh curah hujan di lokasi tertentu.

    Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera KLH, Zamzami sebelumnya menjelaskan, kualitas udara Riau turut dipengaruhi suplai asap dari wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

    Pergerakan angin dapat membawa asap dari satu wilayah menuju daerah lainnya sehingga konsentrasi polutan tidak selalu mengikuti lokasi titik kebakaran.

    Artinya, turunnya hujan atau nihilnya titik panas di suatu daerah tidak serta-merta membuat kualitas udara di daerah tersebut langsung kembali normal.

    Partikel pencemar yang sudah berada di atmosfer serta asap yang bergerak dari wilayah lain tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

    Karena itu, kondisi udara Riau pada 2 Oktober 2026 menunjukkan bahwa pemantauan kualitas udara harus dilakukan secara spesifik berdasarkan wilayah, bukan hanya melihat kondisi provinsi secara keseluruhan.

    Bagi masyarakat, angka PM10 dan PM2,5 pada masing-masing stasiun pemantauan menjadi indikator penting untuk mengetahui tingkat paparan polusi udara di lingkungan sekitar.

    Sementara bagi pemerintah, perbedaan ekstrem antarwilayah menjadi dasar penting untuk menentukan respons pengendalian pencemaran dan dampak karhutla secara lebih terukur.(rls/rest)




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • DBH Migas Siak Kembali Dipangkas, Bupati Afni Pertanyakan Dasar Perhitungan Kemenkeu
  • Hadiri Seminar PKN II, Bupati Roby Jadi Mentor Proyek Perubahan MenjangkauSemua: Desa Melek Digital
  • Hadapi Era AI dan Digitalisasi Wawako: Siapkan Diri Jadi Manusia yang Bermanfaat
  • Bupati Bengkalis Resmi Serahkan Dukungan DOB Riau Pesisir
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 DBH Migas Siak Kembali Dipangkas, Bupati Afni Pertanyakan Dasar Perhitungan Kemenkeu
    03 Hadiri Seminar PKN II, Bupati Roby Jadi Mentor Proyek Perubahan MenjangkauSemua: Desa Melek Digital
    04 Hadapi Era AI dan Digitalisasi Wawako: Siapkan Diri Jadi Manusia yang Bermanfaat
    05 Bupati Bengkalis Resmi Serahkan Dukungan DOB Riau Pesisir
    06 Kondisi SD Berdinding Triplek di Kampar, Anggota DPRD Riau: Jangan Cari Kambing Hitam
    07 Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Riau Kembali Memburuk di Sejumlah Daerah
    08 Pemkab Siak dan Kepulauan Meranti Duduk Bersama Bahas Batas Wilayah
    09 Hari Kesaktian Pancasila 2026, Wabup Misharti: Kampar Teguhkan Nilai Pancasila
    10 Razia Tempat Hiburan Pekanbaru, DPRD Minta Tidak Hanya Sasar Pengunjung
    11 UMP Riau 2027 Masih Dibahas, Pemprov Tunggu Formula Kemenaker Akhir Oktober
    12 30 Dokter Muda Resmi Mengabdi di Riau, SF Hariyanto: Sapa Pasien dengan Senyum
    13 Rp631 Juta Jadi Sorotan, SEMMI Riau Desak Kejati Riau Usut Dugaan Penyimpangan APBKeP Balam Jaya
    14 Tim 1 Sisir Tiga UPT, Pengawasan Hunian dan Fasilitas Diperkuat
    15 Lantik 53 Kepala Sekolah, Bupati Zukri Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Pelalawan Putus Sekolah
    16 Jalan Perbatasan Ujung Batu-Sumbar Rusak di Banyak Titik, DPRD Riau Desak Segera Perbaiki
    17 Hari Kesaktian Pancasila, Wako Agung Nugroho Tekankan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Publik
    18 Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Presiden prabowo lantik Sejumlah Menteri dan Wamen
    19 Pemko Pekanbaru Gerakkan Lahan Tak Produktif untuk Belasan Kelompok Tani
    20 DPP APJI Sampaikan Ucapan Selamat Kepada Komjen Pol Suyudi Ario Seto Usai Disetujui Komisi III DPR Sebagai Kapolri
    21 37 Lansia Rumah Bahagia Bintan Diwisuda, Bupati Roby: Belajar Tidak Mengenal Usia
    22 Koti MPC PP Kota Pekanbaru Mengenang Tragedi G30S/PKI, Jangan Pernah Melupakan Sejarah Bangsa
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com