Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
SERGAPONLINE.C ROHUL - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus memperkuat komunikasi dan membangun hubungan yang harmonis dengan warga binaan melalui kegiatan sambung rasa. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Lapas dalam membuka ruang dialog secara langsung untuk mendengarkan berbagai keluhan, saran, serta masukan dari warga binaan.
Kegiatan sambung rasa dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana kehidupan yang aman, tertib, dan kondusif di lingkungan Lapas. Melalui komunikasi secara langsung, petugas dapat mengetahui kondisi maupun permasalahan yang dihadapi warga binaan sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menegaskan bahwa sambung rasa merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat membantu jajaran memahami kondisi warga binaan sekaligus mencegah munculnya permasalahan yang lebih besar.
“Sambung rasa ini penting untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga binaan. Kita ingin mendengar secara langsung apa yang menjadi keluhan, kebutuhan, maupun permasalahan mereka, sehingga setiap persoalan yang muncul dapat segera kita tindak lanjuti dan carikan solusinya,” ujar Efendi.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan dan pelaksanaan pembinaan di dalam Lapas. Setiap masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.
Kalapas juga menekankan kepada jajaran agar kegiatan sambung rasa tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi dapat dijadwalkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Dengan demikian, komunikasi antara petugas dan warga binaan dapat terus terjaga.
Kita akan terus mendorong agar kegiatan sambung rasa dilaksanakan secara berkesinambungan. Dengan komunikasi yang intensif, kita dapat lebih cepat mengetahui kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang tepat. Yang terpenting, warga binaan merasa didengar dan mendapatkan pelayanan serta pembinaan yang baik,” lanjut Kalapas
Selain menjadi sarana menyerap aspirasi, kegiatan sambung rasa juga menjadi bagian dari upaya membangun sambung rasa, sambung hati, dan sambung komunikasi antara petugas dengan warga binaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis dengan tetap berpedoman pada aturan dan ketentuan yang berlaku.
Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan. Melalui komunikasi yang terbuka, humanis, dan berkelanjutan, diharapkan berbagai potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini serta tercipta situasi Lapas yang aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan sambung rasa tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang lebih responsif, humanis, dan berorientasi pada proses pembinaan warga binaan.
Editor: Jasrilchaniago
Komentar Anda :