Dilema Rigid Pavement Sp. Air Hitam: Tergencet Tanah Gambut dan Dikepung Truk Melebihi Tonase
Sabtu, 18-07-2026 - 09:28:03 WIB 👁 32409
Foto: Konstruksi jalan lama dengan rigid pavement baru di ruas Sp. Air Hitam – Sp. Gemar Menabung. (Foto: Dok. Investigasi Sergaponline.com)"
TERKAIT:
 
  • Dilema Rigid Pavement Sp. Air Hitam: Tergencet Tanah Gambut dan Dikepung Truk Melebihi Tonase
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU – Tantangan berat membayangi proyek infrastruktur nasional di Bumi Lancang Kuning. Peningkatan ruas Jalan Nasional Sp. Air Hitam – Sp. Gemar Menabung di Provinsi Riau kini menjadi sorotan. Proyek yang menyedot anggaran APBN TA 2023 senilai Rp37 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum tersebut, kedapatan mulai miring dan mengalami kerusakan di beberapa titik, Sabtu (18/7/2026).

    Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Riau, Mainila Yanti, ST., M.T., bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Syamsurizal, ST., langsung memberikan klarifikasi resmi. Saat ditemui di Kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional, Jalan Pepaya Pekanbaru, Jumat (17/7/2026), mereka menegaskan bahwa kerusakan bukan disebabkan oleh kelalaian pengerjaan, melainkan karena faktor alamiah tanah dan beban kendaraan yang ekstrem.
    "Proyek ini sudah kami rampungkan sejak tahun 2023 dan berjalan sesuai prosedur teknis yang baik. Kalau sekarang ada bagian yang tampak rusak, itu karena kondisi bawahnya adalah tanah gambut. Karakteristik gambut membuat struktur rigid pavement (beton) mudah bergeser dan retak. Ditambah lagi, beban kendaraan yang melintas di sana rata-rata jauh di atas tonase normal," urai Mainila Yanti.

    Mainila mengungkapkan, area pinggir jalan kerap dijadikan tempat parkir bagi truk-truk raksasa berstatus ODOL (Over Dimension Over Load). Pihaknya mengaku dilematis menghadapi fenomena ini karena tidak memiliki wewenang hukum untuk menindak para sopir.

    "Kami tidak punya kapasitas atau kewenangan untuk melarang atau merazia truk-truk ODOL itu. Sementara di sisi lain, untuk anggaran pemeliharaan khusus di tahun anggaran 2026 ini memang belum turun. Akibatnya, kegiatan perawatan berkala belum bisa kami eksekusi di lapangan," tambah Mainila gamblang.

    Terkait isu miring yang menyebut PPK abai dan kehilangan kepekaan dalam mengawasi proyek, Mainila langsung membantahnya dengan tegas.

    "Tudingan itu tidak benar. Kami di lapangan selalu patuh pada aturan main dan bekerja berdasarkan kriteria teknis yang sudah ditetapkan baku," tegasnya.

    Di sisi lain, Mainila juga membuka pintu lebar-lebar bagi kontrol sosial dari masyarakat, termasuk awak media dan LSM, guna menjaga transparansi pembangunan.

    "Kami justru sangat mendukung rekan-rekan media dan LSM. Jika ada temuan atau indikasi kejanggalan di lapangan, tolong jangan segan-segan langsung berkabar ke kami terlebih dahulu sebelum beritanya mencuat. Kami sangat terbuka demi sinergi pembangunan yang lebih baik," harapnya.

    Suara Pengguna Jalan dan Ancaman Deformasi Teknis
    Meskipun mulai muncul kerusakan, dampak positif proyek senilai puluhan miliar ini tetap dirasakan masyarakat. Herman, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintasi rute tersebut, mengakui adanya perubahan signifikan pada kelancaran arus logistik.

    "Dulu jalan ini tidak sebagus sekarang. Sejak dibangun, aktivitas warga dan pengendara jadi jauh lebih lancar. Soal beton yang mulai rusak itu, saya rasa memang karena hantaman truk-truk ODOL yang tiap hari parkir di sepanjang jalan ini. Kita sangat berharap Dinas Perhubungan Darat bisa lebih tegas dan aktif menertibkan kendaraan yang over kapasitas itu," ungkap Herman.

    Kendati demikian, Herman yang tampaknya paham betul kondisi lapangan, turut memberikan catatan kritis yang wajib diwaspadai pihak satker. Ia melihat adanya penurunan (deformasi) pada struktur badan jalan hasil pelebaran baru di sisi kiri dan kanan. Kondisi ini memicu terbentuknya celah atau regangan yang menganga antara beton lama dan beton baru.

    "Kalau pembiaran ini terus berlanjut tanpa penanganan cepat, air hujan dipastikan akan merembes masuk ke dalam celah regangan tersebut. Dampak fatalnya, lapisan tanah dasar (subgrade) di bawah beton bakal melunak. Ini memicu concrete crack (retak beton) yang lebih parah dan bisa menghancurkan jalan sebelum waktunya," cetus Herman mengingatkan.

    Di akhir penyampaiannya, ia mendesak agar Kasatker PJN I Riau dan PPK Wilayah I segera mengambil langkah taktis darurat untuk menutup celah-celah tersebut. "Harus sigap melakukan perbaikan lokal, jangan sampai kerusakannya merembet dan menjadi jauh lebih luas," pungkasnya.

    Penulis: Hadi Zega




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
  • HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
  • Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
  • Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    03 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    04 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    05 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    06 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    07 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    08 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    09 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    10 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    11 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    12 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    13 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    14 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    15 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    16 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    17 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    18 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    19 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    20 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    21
    22 41 Perangkat Daerah Meriahkan Karnaval Hari jadi Siak Ke-27
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com