Perkuat Ekosistem Disabilitas, Menpora Erick Thohir Cetak 200 Penggerak Olahraga di Karanganyar
Rabu, 13-05-2026 - 08:05:54 WIB 👁 1381
 |
| Teks Foto: Menpora Erick Thohir didampingi Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun saat memberikan arahan pada pembukaan Training of Trainers (TOT) penggerak olahraga disabilitas di Karanganyar, Senin (11/5/2026). Program ini diikuti 200 peserta dari 29 daerah guna memperkuat ekosistem olahraga paralimpiade Indonesia. |
SERGAPONLINE.COM JAKARTA - Indonesia serius memperkuat fondasi olahraga disabilitas hingga ke akar rumput. Hal ini dibuktikan dengan dimulainya program Training of Trainers (TOT) yang melibatkan 200 peserta dari 29 daerah di seluruh nusantara. Agenda besar hasil kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan NPC Indonesia ini dibuka langsung oleh Menpora Erick Thohir di Pemusatan Latihan Paralimpiade, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan pilar penting dalam mencetak sejarah baru prestasi olahraga nasional.
"Ini adalah program unggulan hasil kerja kolektif antara Kemenpora, NPC Indonesia, para pakar, hingga CdM Asian Para Games. Kita tidak mungkin bicara prestasi tanpa pelatih yang kompeten. Tujuan utama kita adalah menciptakan lebih banyak atlet disabilitas melalui tangan-tangan pelatih yang terampil," ujar Erick Thohir di sela-sela pembukaan.
Erick menambahkan bahwa standarisasi melalui sertifikasi menjadi kunci utama agar ekosistem olahraga disabilitas semakin profesional dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
"Kami berharap melalui TOT ini lahir para pelatih, pendamping, hingga penggerak olahraga disabilitas yang tersertifikasi. Kita ingin membuka pintu seluas-luasnya bagi atlet potensial dari daerah manapun untuk muncul ke permukaan karena mereka didampingi oleh orang yang tepat," imbuhnya.
Langkah terobosan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun. Ia menyebut program ini sebagai tonggak sejarah baru bagi pembinaan atlet berkebutuhan khusus di tanah air.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa dari Kemenpora ini. Sejujurnya, ini adalah kali pertama program pembinaan olahraga disabilitas diadakan secara menyeluruh dan terstruktur seperti ini. Ini langkah konkret untuk memperkuat pembinaan kita dari bawah," tutur Senny dengan nada optimis.
Program TOT ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi daerah-daerah di Indonesia untuk mulai memetakan dan membina talenta disabilitas sejak dini, demi menjaga tradisi juara Indonesia di level internasional.
Editor: Hadi
Komentar Anda :