Karhutla Kembali Menjadi Ancaman Serius di Kabupaten Pelalawan, Bupati Zukri Turun Langsung Awasi Titik Api di Teluk Meranti
Sabtu, 04-04-2026 - 17:59:11 WIB 👁 9029
Foto: Bupati Pelalawan H. Zukri saat melakukan peninjauan langsung ke titik api yang berada di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (4/4/2026)
TERKAIT:
 
  • Karhutla Kembali Menjadi Ancaman Serius di Kabupaten Pelalawan, Bupati Zukri Turun Langsung Awasi Titik Api di Teluk Meranti
  •  

    SERGAPONLINE.COM PELALAWAN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kabupaten Pelalawan. Luas lahan terdampak yang telah mencapai sekitar 600 hektare mendorong Bupati Pelalawan, H. Zukri, turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
    Didampingi jajaran TNI dan Polri, Bupati melakukan peninjauan langsung ke titik api yang berada di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (4/4/2026). Peninjauan dilakukan melalui patroli udara menggunakan helikopter milik kepolisian guna mendapatkan gambaran menyeluruh kondisi kebakaran.
    Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi bencana Karhutla yang berulang setiap tahunnya, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut yang sangat rentan terbakar.
    Dari udara, terlihat sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap tipis. Hal ini menandakan proses pembakaran masih berlangsung di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena api jenis ini sulit dipadamkan dan membutuhkan waktu lebih lama.
    Dalam kegiatan tersebut, Bupati Zukri didampingi sejumlah pejabat penting, antara lain Karo Ops Polda Riau Kombes Pol. Ino Haryanto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. Ketut, Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf. Rendra D.A, serta Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara.

    Setibanya di lokasi, rombongan langsung meninjau upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim di lapangan. Tim Satuan Tugas Darat diketahui telah bekerja intensif selama lebih dari satu minggu untuk mengendalikan api dan mencegah penyebaran ke wilayah lain.
    Selain memadamkan api, tim juga melakukan strategi pencegahan melalui pembangunan sekat kanal. Metode ini digunakan untuk menjaga tingkat kelembapan tanah gambut agar tidak mudah terbakar kembali, sekaligus memutus jalur rambatan api di bawah tanah.
    Bupati Zukri menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan jangka panjang.
    “Kami hadir di sini memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik, serta setiap kendala di lapangan dapat segera diambil langkah dan solusinya. Penanganan Karhutla ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga harus menjadi langkah jangka panjang.” ujarnya.
    Ia juga mengingatkan bahwa ancaman Karhutla belum akan berakhir dalam waktu dekat. Fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun menjadi faktor yang dapat memperburuk kondisi kekeringan di wilayah tersebut.
    Menurutnya, tanpa langkah antisipasi yang serius, potensi kebakaran bisa semakin meluas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan.
    Bupati menekankan bahwa kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar harus dihentikan. Selain itu, hal-hal kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan juga dapat memicu kebakaran, terutama di musim kering.
    Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi Karhutla. Tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah rawan kebakaran harus ikut terlibat.
    “Kita juga akan melibatkan perusahaan untuk mendukung upaya preventif jangka panjang, termasuk pembangunan kanal-kanal dan penyediaan alat berat agar daerah rawan, khususnya lahan gambut, dapat terhindar dari kebakaran.” tegasnya.
    Meski luas lahan yang terbakar cukup signifikan, Bupati memastikan bahwa sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan. Saat ini, fokus utama adalah proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul.
    Upaya ini dinilai penting mengingat karakter api di lahan gambut yang bisa menyala kembali meski tampak sudah padam di permukaan.
    Karhutla di Pelalawan menjadi pengingat bahwa bencana ini masih menjadi persoalan serius di Provinsi Riau. Penanganan yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
    Dengan keterlibatan semua pihak, pemerintah berharap kejadian serupa dapat ditekan, sehingga tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.ADV




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Dirlantas Polda Sumbar Tegaskan Semangat "Polantas Menyapa", Personel PJR Sigap Bantu Pengendara Mogok
  • Libur Sekolah Berakhir, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh Amankan Arus Lalu Lintas
  • Polantas Sapa Warga di Car Free Day, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas
  • Dalami Temuan BPK dan Laporan Masyarakat, Polda Sumbar Selidiki Dugaan Korupsi PLTU Ombilin
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Dirlantas Polda Sumbar Tegaskan Semangat "Polantas Menyapa", Personel PJR Sigap Bantu Pengendara Mogok
    03 Libur Sekolah Berakhir, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh Amankan Arus Lalu Lintas
    04 Polantas Sapa Warga di Car Free Day, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas
    05 Dalami Temuan BPK dan Laporan Masyarakat, Polda Sumbar Selidiki Dugaan Korupsi PLTU Ombilin
    06 Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
    07 Hadiri Musda MUI, Polda Sumbar Tegaskan Komitmen Dukung Peran Ulama Dalam Menjaga Stabilitas Daerah
    08 Kodam XIX Tuanku Tambusai Kebut Pembangunan Jembatan Garuda, Sinergi TNI dan Warga Makin Solid
    09 Perkuat Sinergitas, Polda Sumbar dan MUI Bahas Implementasi MoU Terkait Penanganan Perkara Keagamaan
    10 Polri Cinta Petani, Polresta Pekanbaru Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Kebun Warga di Cinta Raja
    11 Selidiki Dugaan Korupsi Batu Bara di PLTU Ombilin, Polda Sumbar Bakal Periksa Tiga Perusahaan Pemasok
    12 Polres Kampar Berduka, Aiptu Zainal Arifin Tutup Usia
    13 Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
    14 Kakanwil Ditjenpas Riau Bersama Anggota Komisi XIII DPR RI Tinjau Program Ketahanan Pangan di Rutan Pekanbaru
    15 Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Distankan Kota Pekanbaru Tandatangani PKS, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Peternakan Ayam Petelur
    16 Polresta Pekanbaru Terima Asistensi dan Verifikasi Lapangan Scaling Up Inovasi Pelayanan Publik Polri
    17 Kapolri Tinjau Pabrik Pupuk Batu Bara Di Kampar – Lepas Distribusi 80 Ton Untuk 5 Kelompok Tani Riau, Kapolres Kampar Awasi Keamanan
    18 Kadis Perkimtan Adi Pranoto Hadir Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Ketam Putih
    19 Pemkab Bintan Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah Melalui Konsultasi Publik
    20 Polsek Mandau Gelar Pengelolaan Program Swasembada Pangan Jagung Di Desa Bathin Betuah
    21 Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Ingatkan Ancaman El Niño dan Prioritaskan Pencegahan
    22 Pekanbaru Menuju Zero Anak Stunting, Pemko Pastikan Intervensi Berlanjut
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com