Dugaan Mark-Up Volume Proyek IJD Jalan Riau Baru: Negara Berpotensi Rugi Ratusan Juta
Selasa, 31-03-2026 - 14:32:52 WIB 👁 15741
Teks Foto: (Kondisi Agregat): "Potret material Agregat Kelas S di lokasi yang diduga tidak sesuai spesifikasi PI, terlihat butiran material mulai terlepas." Dan Jeri utusan dari kontraktor
TERKAIT:
 
  • Dugaan Mark-Up Volume Proyek IJD Jalan Riau Baru: Negara Berpotensi Rugi Ratusan Juta
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025 di Provinsi Riau, khususnya pada Paket Peningkatan Jalan Riau Baru, kini tengah menjadi sorotan tajam, Selasa (31/3/2026).

    Proyek yang dibiayai APBN melalui Kementerian PUPR ini diduga kuat dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, yang berujung pada indikasi kerugian keuangan negara.

    Pekerjaan yang berada di bawah naungan BPJN Provinsi Riau melalui Satker Wilayah I (Mainila Yanti, ST., M.T) dan PPK 1.3 (Syamsurizal, ST., M.T) ini secara fisik telah rampung sepanjang 1,6 Km. Namun, hasil investigasi lapangan menunjukkan adanya ketimpangan serius antara anggaran yang dikucurkan dengan realita konstruksi.

    Fokus pada Kualitas Agregat dan Risiko Kerusakan Berdasarkan pantauan di lokasi, material Agregat Kelas S yang digunakan untuk bahu jalan diduga tidak memenuhi Spesifikasi Umum 2018 Revisi 2 Kementerian PUPR. Seharusnya, material tersebut memiliki Indeks Plastisitas (PI) antara 4 hingga 15."Kami melihat agregat yang terhampar diduga Non-PI.

     Akibatnya, butiran agregat mudah lepas atau mengalami degradasi. Jika dibiarkan, daya dukung bahu jalan akan merosot tajam dalam waktu singkat," ungkap sumber di lapangan.

    Selain masalah material, penguncian bahu jalan juga diabaikan. Tidak ditemukan adanya urugan tanah pilihan atau timbunan biasa di sisi luar bahu. Kondisi ini sangat riskan memicu longsoran pada struktur bahu jalan, sehingga asas keberlanjutan proyek ini patut dipertanyakan.

    Dugaan "Penyunatan" Volume dan Kerugian Negara

    Temuan paling mencolok adalah menyusutnya lebar bahu jalan. Jika merujuk pada standar peningkatan jalan, lebar bahu seharusnya mencapai 1,5 hingga 2 meter. Namun, hasil pengukuran lapangan menunjukkan rata-rata hanya berkisar 110 hingga 120 cm.

    Berdasarkan hitungan matematis investigasi, terdapat kekurangan volume sekitar 144 m^3. Dengan estimasi harga Agregat S terpasang senilai Rp800.000 per m^3, maka muncul angka Rp115.200.000 yang diduga menjadi kelebihan pembayaran atau kerugian negara akibat kelalaian PPK 1.3.

    Respons Pejabat Terkait

    Saat dimintai klarifikasi, Kasatker PJN Wilayah I, Mainila Yanti, enggan memberikan penjelasan teknis secara langsung. Ia justru mengarahkan pihak luar (kontraktor) bernama Jery untuk memberikan keterangan.

    Alih-alih memberikan jawaban solutif, Jery justru memberikan pengakuan mengejutkan saat dikonfirmasi.

    "Saya hanya disuruh Ibu Mainila menemui bapak. Terkait pembangunan bahu jalan itu, memang sudah benar hanya 1 meter, bukan 2 meter," cetus Jery singkat.

    Sikap bungkam dan lempar tanggung jawab dari pihak Satker ini memperkuat dugaan adanya ketidak beresan dalam pengawasan proyek strategis nasional tersebut.

    Penulis: Hadi Zega 




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
  • Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
  • HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
  • Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    03 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
    05 Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
    06 Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
    07 Pemprov Riau Salurkan Bansos Pendidikan ke 1.138 Mahasiswa
    08 Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Jadi Rp3.783 per Kg, Ini Penjelasan Disbun
    09 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    10 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    11 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    12 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    13 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    14 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    15 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    16 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    17 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    18 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    19 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    20 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    21 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    22 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com