Berburu Kerjasama Pemerintah Pakai Sertifikat Orang: Emos Gea Ancam Polisikan Empat Media
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Praktik lancung dalam dunia pers kembali terjadi di Bumi Lancang Kuning. Kali ini, identitas Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Utama milik jurnalis senior Emos Gea diduga menjadi korban pencatutan massal oleh sejumlah pengelola media siber untuk meraup pundi-pundi kerja sama pemerintah.
Kasus ini mulai terendus saat sejumlah instansi pemerintah melakukan verifikasi berkas kerja sama media. Mereka menghubungi Emos untuk mengonfirmasi statusnya di beberapa portal berita yang sebenarnya tidak ia kenali.
Berdasarkan penelusuran, setidaknya ada empat situs berita yang kedapatan "meminjam" nama dan nomor sertifikat UKW milik Emos tanpa izin, yakni gadabajranews.com, hitsnasional.com, jejakberitanews.com, dan kujangpost.com.
"Saya Tidak Pernah Dimintai Izin".
Ditemui pada Jumat (6/3/2026), Emos Gea mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa dikhianati oleh oknum sesama pengelola media yang menghalalkan segala cara demi memenuhi syarat administrasi di lembaga pemerintah.
"Saya merasa sangat dirugikan secara moral maupun profesional. Bayangkan, nama dan sertifikat UKW saya 'gentayangan' di banyak media tanpa saya ketahui. Mereka menggunakan identitas saya untuk kepentingan komersial tanpa pernah ada konfirmasi, apalagi izin," cetus Emos dengan nada geram.
Emos menegaskan tidak akan tinggal diam. Baginya, ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
"Ini tidak boleh dibiarkan jadi tradisi. Saya sedang mempertimbangkan langkah hukum yang tegas. Siapa pun yang menggunakan data pribadi saya secara sepihak harus bertanggung jawab di depan hukum," tegasnya.
Pengakuan dan Dalih Pemilik Media Respon berbeda datang dari para pemilik media yang terseret. Nurhasana dan Yadi, yang menaungi gadabajranews.com, hitsnasional.com, dan kujangpost.com, akhirnya mengakui telah mencantumkan nama Emos dalam berkas penawaran kerja sama mereka.
"Benar, kami menggunakan identitas UKW Utama atas nama Emos Gea untuk pengajuan (kerja sama) di beberapa instansi. Jika itu dianggap sebuah kesalahan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya," ujar mereka saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (6/2/2026).
Di sisi lain, pengelola jejakberitanews.com justru memberikan jawaban yang cenderung lepas tangan. Ia mengaku bahkan tidak mengenal sosok Emos Gea dan menduga hal itu merupakan ulah oknum di tingkat biro daerah.
"Saya pribadi tidak kenal siapa itu Emos Gea. Bisa jadi itu dimasukkan oleh pihak biro kami. Kalau memang ada yang merasa dirugikan, ya silakan dilaporkan saja," ujarnya singkat.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi instansi pemerintah di Pekanbaru agar lebih selektif dan memperketat verifikasi faktual terhadap berkas administrasi media, guna memastikan anggaran publik tidak mengalir ke pihak yang bermain curang dengan data pribadi orang lain.
Penulis: Hadi
Komentar Anda :