OJK: Tak Semua WNI di Kamboja Korban, Sebagian Scammer
Jumat, 23-01-2026 - 09:49:34 WIB 👁 13861
Foto: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar
TERKAIT:
 
  • OJK: Tak Semua WNI di Kamboja Korban, Sebagian Scammer
  •  

    SERGAPONLINE.COM JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan tidak semua warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat kasus penipuan daring di Kamboja dapat dikategorikan sebagai korban perdagangan orang.

    Menurut Mahendra, sebagian WNI tersebut justru terlibat aktif sebagai pelaku penipuan atau scammer dalam operasi kejahatan siber di sana. Karena itu, perlakuan hukum terhadap mereka tidak dapat disamakan dengan mekanisme pemulangan korban.

    “Saya kurang sepakat jika seluruhnya dianggap sebagai korban. Sebagian dari mereka adalah scammer, pelaku penipuan, yang terlibat langsung dalam operasi scam,” kata Mahendra dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (22/1/2026).

    Mahendra menekankan pentingnya menempatkan persoalan ini secara proporsional. Ia menjelaskan bahwa bagi pelaku kejahatan lintas negara, proses pengembalian ke negara asal bukan sekadar pemulangan, melainkan dapat berbentuk ekstradisi untuk menjalani proses hukum.

    “Kalau orang-orang dengan karakteristik seperti itu dikembalikan, misalnya ke China, itu bukan pemulangan, tetapi ekstradisi, karena mereka akan dihukum di negara asalnya,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan agar publik tidak keliru dalam memandang kasus tersebut. Menurutnya, sempat muncul kesan bahwa para pelaku penipuan disambut sebagai korban, bahkan pahlawan, padahal mereka menjalankan aktivitas kriminal.

    Meski demikian, Mahendra menegaskan bahwa setiap orang tetap harus melalui proses peradilan dan tidak bisa dihukum tanpa pembuktian hukum. Namun, keberadaan mereka di Kamboja dan aktivitas yang dilakukan perlu dilihat secara objektif.

    “Keberadaan mereka (WNI terlibat scam) di sana dan aktivitas yang dilakukan perlu dilihat secara jernih. Ini sekadar perspektif agar kondisi bisa dipahami dengan lebih jelas,” imbuh bos OJK tersebut.

    Pada sisi lain, Mahendra membedakan kasus tersebut dengan pekerja migran Indonesia (PMI) yang benar-benar menjadi korban penipuan sejak awal.

    Untuk kelompok ini, OJK bekerja sama dengan BP2PMI dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam melakukan literasi dan edukasi, bahkan sebelum calon pekerja migran berangkat ke luar negeri.

    Ia mengakui bahwa upaya tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh PMI, mengingat besarnya jumlah pekerja migran Indonesia. Karena itu, program literasi dan perlindungan akan terus diperkuat melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk perwakilan RI di luar negeri.

    Pernyataan Mahendra tersebut merespons pertanyaan Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, yang menyoroti ratusan WNI di Kamboja yang melarikan diri pada November 2025 silam.

    Anis mengatakan WNI tersebut terjebak aktivitas scam dan mengalami sejumlah tindak kekerasan selama bekerja di Kamboja. Oleh karena itu, ia meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk membangun kerja sama lintas negara guna menekan kasus tersebut.

    H




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
  • Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
  • Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
  • Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    03 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    04 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    05 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    06 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    07 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    08 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    09 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    10 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    11
    12 41 Perangkat Daerah Meriahkan Karnaval Hari jadi Siak Ke-27
    13 Sambut Hari Jadi ke-27, Pemkab Siak Gelar Sunat dan Nikah Massal
    14 MoU Kebun Masyarakat Rp57 Miliar Diteken, Afni: Hak Plasma Itu Perintah Undang-Undang
    15 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksikan Rp3,18 Triliun, DPRD Targetkan Rampung November
    16 Sekolah Pelalawan Mulai Tatap Muka Terbatas, Kuala Kampar Masih Daring Akibat Kabut Asap
    17 Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal
    18 Subuh Keliling Polsek Kampar Kiri: Hadir di Tengah Warga, Eratkan Silaturahmi Sejak Pagi Hari
    19 Tim Opsnal Polres Pasaman Barat Ringkus Pelaku Pencurian Panel dan Elektrik Alat Berat di Nagari Ophir
    20 Subuh Keliling Kapolsek Kampar Kiri Kompol Nurman Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibnas Yang Kondusif
    21 Puluhan Karyawan PT SPRH Kembali Terancam PHK, Bagaimana Perlindungan Hak Mereka?
    22 Polsek Kampar Kiri Tangkap Warga Desa Subarak Terkait Peredaran Narkoba
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com