Gubri Abdul Wahid Instruksikan Evaluasi APBD Digelar Berkala, Fokus pada Program Prioritas
Senin, 26-05-2025 - 16:34:53 WIB 👁 5268
Foto: Rapat Evaluasi
TERKAIT:
 
  • Gubri Abdul Wahid Instruksikan Evaluasi APBD Digelar Berkala, Fokus pada Program Prioritas
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah. Dalam rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan APBD Provinsi Riau Tahun 2025 yang digelar di ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau. Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid menekankan pentingnya pelaksanaan evaluasi secara berkala oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, langkah ini krusial untuk memantau sejauh mana capaian dari pelaksanaan program dan kegiatan di setiap instansi.

    Abdul Wahid menyampaikan bahwa evaluasi berkala merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan APBD yang sehat, khususnya dalam menghadapi perencanaan keuangan tahun 2026 mendatang. Dengan sistem pemantauan yang konsisten, pemerintah dapat menjaga ritme pembangunan yang selaras antara belanja fisik dan belanja keuangan, serta memastikan tidak terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan program.

    “Saya ingin kegiatan evaluasi ini dilakukan secara berkala, sehingga progres realisasi APBD bisa cepat dan tepat tercapai. Saya tidak mau seperti tahun 2024 kemarin yang mana kita harus menanggung hutang dengan pihak ketiga. Saya ingin keuangan kita ditahun 2026 menjadi sehat dan tata kelola pemerintahan juga bisa terjaga dengan baik,” ujarnya, Senin (26/5/2025).

    Lebih jauh, Gubri menekankan agar setiap program kerja yang dirancang oleh OPD tidak hanya formalitas belaka. Ia mengingatkan bahwa kegiatan yang dibiayai oleh APBD harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program yang sekadar mengakomodasi perjalanan dinas tanpa muatan substansi tidak lagi mendapat tempat dalam skema pembangunan daerah.

    Wahid menyebut dirinya tidak ingin menemukan lagi adanya instansi yang menjalankan program dengan proporsi tidak seimbang, misalnya 20 persen pengadaan fisik dan 80 persen perjalanan dinas. Menurutnya, skema seperti ini menunjukkan pemborosan anggaran yang tidak sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan efektivitas dalam belanja publik.

    “Kegiatan dan program harus menyentuh langsung ke masyarakat. Tidak ada lagi kegiatan yang menyatu dengan perjalanan dinas. Jadi kalau kegiatan, ya kegiatan saja. Dirincikan siapa yang pergi, apa kerjanya, dan harus jelas tujuannya,” tegas Wahid.

    Sebagai bentuk pengendalian, Abdul Wahid menginstruksikan agar anggaran perjalanan dinas disentralisasi melalui sekretariat masing-masing instansi. Dengan demikian, pengawasan terhadap perjalanan dinas dapat dilakukan lebih ketat oleh kepala dinas, sehingga penggunaannya bisa lebih terukur dan sesuai kebutuhan yang benar-benar relevan.

    Ia juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk lebih selektif dalam menyusun dan menyetujui kegiatan yang diusulkan. Kedua lembaga ini diminta untuk melakukan penyortiran dan hanya mengakomodasi kegiatan yang benar-benar menjadi prioritas pembangunan daerah, serta memiliki urgensi tinggi dalam pelaksanaannya.

    “Kedepan hal ini harus dirubah, Bappeda dan BPKAD harus menyortirnya. Hitung dengan benar apa saja yang urgen, dan berapa kemampuan belanja kita tahun ini, dengan bayar hutang dan lainnya,” ujar Gubri.

    Untuk tahun 2025, Wahid menegaskan fokus pemerintah adalah pada program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tiga sektor utama yang menjadi perhatian adalah perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan layanan pendidikan, serta penguatan fasilitas kesehatan. Ketiganya dinilai sebagai fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.

    “Tiga sektor ini termasuk dalam pelayanan dasar masyarakat. Untuk yang lainnya, bukannya tidak penting, tapi lebih sebagai stimulan saja,” katanya.

    Dengan arah kebijakan yang semakin terfokus dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan pengelolaan APBD Riau dapat berjalan lebih optimal. Gubri berharap seluruh OPD dapat menunjukkan kinerja yang bertanggung jawab, serta bersinergi dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

    “Tahun 2025 ini kita akan fokus pada program yang penting dan sangat urgen, silahkan dilaksanakan, koordinasikan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten Sekretariat Daerah Provinsi Riau. Semua harus difungsikan dengan baik, sehingga program pemerintah dapat berjalan dengan benar dan tertib,” tutup Wahid.

    Mei




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kalapas Perempuan Pekanbaru Pantau Lahan Ketahanan Pangan, Pastikan Budidaya Sayuran Terus Produktif
  • Kapolda Riau Tegaskan Polisi Tak Boleh Tunggu Viral, Pelayanan Publik dan Integritas Jadi Prioritas
  • Pemkab Bengkalis Gelar Rakor Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola KDKMP
  • Diskes: 11.707 Warga Pekanbaru Sakit Akibat Kabut Asap Kiriman
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kalapas Perempuan Pekanbaru Pantau Lahan Ketahanan Pangan, Pastikan Budidaya Sayuran Terus Produktif
    03 Kapolda Riau Tegaskan Polisi Tak Boleh Tunggu Viral, Pelayanan Publik dan Integritas Jadi Prioritas
    04 Pemkab Bengkalis Gelar Rakor Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola KDKMP
    05 Diskes: 11.707 Warga Pekanbaru Sakit Akibat Kabut Asap Kiriman
    06 Siak Run dan Half Marathon 2026 Bidik Ribuan Pelari, UMKM Lokal Berpeluang Ketiban Rezeki
    07 Dorong Kinerja dan Pelayanan Publik, Bupati Bistamam Lantik Puluhan Pejabat
    08 Kabut Asap Makin Parah, 7 Kecamatan di Pelalawan Terapkan PJJ 15–17 Oktober 2026
    09 Cegah Peredaran Narkoba, Polsek Perhentian Raja Gelar Razia di Desa Hangtuah
    10 Green Policing Hadir di Desa Gema: Polri & Warga Bersama Lestarikan Alam Kampar Kiri Hulu
    11 Green Policing Yang Dikembangkan di Riau Masuk Commander Wish Kapolri
    12 Pemkab Pelalawan Apresiasi Kontribusi RAPP dalam Pemberdayaan UMKM dan Penanganan Karhutla
    13 63 Pengunjung MP Club Positif Narkoba, Pemko Pekanbaru Buka Opsi Penutupan
    14 Kabut Asap Pekat Lagi, Siswa PAUD, SD-SMP di Pekanbaru Kembali PJJ 14–15 Oktober 2026
    15 Kabut Asap Picu 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, ISPA Mendominasi
    16 Pemkab Meranti Siapkan Lahan Hampir 1 Hektare untuk Rusun Polres
    17 Bupati Kampar Hadiri Workshop Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon
    18 Bupati Kasmarni Hadiri Porseni IGTKI Riau 2026
    19 Sekdaprov Riau Syahrial Abdi Terima Penghargaan Kepemimpinan Digital Terbaik 2026
    20 Pemkab Siak Matangkan Persiapan Siak Run dan Half Marathon 2026
    21 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    22 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com