Ditjen PPI LHK Ingatkan Ancaman Triple Planetary Crisis
Jumat, 28-02-2025 - 18:36:33 WIB 👁 16850
Foto: Diskusion
TERKAIT:
 
  • Ditjen PPI LHK Ingatkan Ancaman Triple Planetary Crisis
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengingatkan ancaman triple planetary crisis. Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan dan Verifikasi, Irawan Asaad merinci tiga krisis, yakni perubahan iklim, hilangnya biodiversity, serta polusi dan limbah.

    "Persoalan triple planetary crisis yang meliputi ancaman perubahan iklim, polusi dan hilangnya keragaman hayati menjadi ancaman serius bagi semua makhluk hidup dan ekosistem dunia termasuk Indonesia," kata Irawan Asaad pada seminar nasional perlindungan ekosistem dan lingkungan, di Hotel Royal Asnof, Rabu (26/2/2025).

    "Ketiga permasalahan itu bila diperdalam maka ultimate masalahnya adalah indikasi kerusakan atmosfer seperti dahsyatnya polusi yang ujungnya merusak seluruh ekosistem kita," lanjutnya.

    Ia mengungkapkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menegaskan tetap prioritaskan penanganan isu perubahan iklim.

    "Hal ini diwujudkan dengan pengusungan berbagai program yang berujung pada asistensi kita yaitu mendorong ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan," ungkap Irawan.

    Irawan Asaad menyebutkan, Indonesia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih dari 8 persen per tahun dengan memastikan pembangunan hijau, tangguh dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    "Isu ini menentukan visi Indonesia dalam mengurangi sumbangan emisi gas rumah kaca hingga zero pada 2060," sebutnya.

    Selain itu, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Perpres Nomor 98 Tahun 2021 yang mengatur tentang pelaksanaan emisi dan penyelenggaraan karbon. Dalam upaya mencapai misi emisi gas tersebut, KLHK mempromosikan berbagai aksi mitigasi atas perubahan iklim. Hal ini dapat dicapai melalui implementasi ekonomi karbon.

    "Salah satu fokus utama dalam perubahan iklim adalah bagaimana kita mengimplementasikan nilai ekonomi karbon dan diubah menjadi peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ekosistem teknologi dan mendukung pertumbuhan ekonomi," terang Irawan.

    Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan ekosistem perdagangan karbon dari seluruh elemen, mulai dari penguatan registrasi nasional, penguatan laporan, verifikasi atau MRF, penguatan sertifikat emisi hingga membuat sertifikat emisi di Indonesia memiliki integritas yang tinggi.

    "Permasalahan perubahan iklim bukan hanya soal melindungi bumi, tapi juga untuk menciptakan masa depan yang lebih baik lagi untuk generasi berikutnya," katanya.

    Oleh karena itu, komitmen Indonesia untuk mencapai target emisi dan mewujudkan visi menuju zero emisi 2060 akan sangat menentukan kerja sama dari berbagai sektor.

    "Kegiatan seperti seminar nasional ini dan berkolaborasi bersama sebagai wujud dukungan menuju Indonesia lebih baik," tandas Irawan

    Mei




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
  • Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
  • HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
  • Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    03 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    05 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    06 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    07 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    08 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    09 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    10 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    11 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    12 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    13 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    14 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    15 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    16 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    17 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    18 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    19 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    20 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    21 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    22
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com