Komisi A DPRD Tulungagung Janji Perjuangkan Nasib PPPK Paruh Waktu
Jumat, 17-01-2025 - 20:15:47 WIB 👁 20631
Foto : Suasana Hearing Komisi A DPRD Tulungagung bersama Forum Perjuangan Honorer
TERKAIT:
 
  • Komisi A DPRD Tulungagung Janji Perjuangkan Nasib PPPK Paruh Waktu
  •  

    SERGAPONLINE.COM TULUNGAGUNG- Komisi A DPRD Tulungagung menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama puluhan anggota Forum Perjuangan Honorer (FPH) se-Kabupaten Tulungagung di aula DPRD setempat, Kamis (16/01/25). Pertemuan ini membahas tuntutan dari para guru non-ASN, khususnya mereka yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu atau R3, terkait kesejahteraan dan upah yang jauh dari layak.

    Dalam hearing tersebut, para guru mengeluhkan rendahnya honor yang mereka terima, berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp350 ribu per bulan. Jumlah tersebut dinilai tidak manusiawi dan jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tulungagung. Status PPPK paruh waktu yang disandang pun dinilai tidak memberikan perubahan signifikan terhadap kesejahteraan mereka.

    Kami menolak status PPPK paruh waktu karena itu hanya pergantian istilah tanpa perubahan gaji. Dengan gaji Rp100 ribu hingga Rp350 ribu tentu itu jauh dari kelayakan,” tegas Ketua FPH PGRI Tulungagung, Candra Dian Rahman. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.300 guru honorer di Tulungagung yang menyandang status PPPK paruh waktu. Dalam beberapa kali seleksi PPPK, mereka tidak mendapatkan formasi yang sesuai sehingga nasib mereka masih terkatung-katung

    Candra mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan para guru honorer, terutama terkait penyesuaian honor agar sesuai dengan standar UMK. Menurutnya, perjuangan mereka tidak hanya soal status, tetapi juga hak atas penghidupan yang layak.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Ebin Sunaryo, meminta para guru untuk tetap bersemangat dan tidak menyerah dalam memperjuangkan hak mereka. Ia berjanji DPRD akan mengawal dan memperjuangkan aspirasi para guru agar mendapatkan perhatian dan solusi konkret dari Pemerintah Daerah.

    “Pihak kami akan membicarakan masalah ini dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mencari solusi terbaik agar besaran honor yang diterima guru non-ASN ataupun PPPK paruh waktu ini lebih layak,” jelas Ebin. Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan ini membutuhkan proses dan kesabaran.

    Pihak kami akan membicarakan masalah ini dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mencari solusi terbaik agar besaran honor yang diterima guru non-ASN ataupun PPPK paruh waktu ini lebih layak,” jelas Ebin. Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan ini membutuhkan proses dan kesabaran.

    Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Tulungagung, Soeroto, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengakomodasi aspirasi para guru PPPK paruh waktu dan menyampaikannya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Provinsi Jawa Timur hingga ke BKN pusat.

    Soeroto menjelaskan bahwa status PPPK paruh waktu diberikan kepada para pendaftar yang tidak lolos seleksi PPPK atau CPNS namun tetap mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) paruh waktu. Status ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghapus status pegawai honorer yang harus diselesaikan hingga akhir 2024, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).


    “Sesuai UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, pengangkatan pegawai honorer di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, dan guru tidak lagi diperbolehkan dan harus diselesaikan pada 2024,” pungkas Soeroto.

    Dari hasil hearing ini, diharapkan ada langkah konkret dari Pemkab Tulungagung untuk meningkatkan kesejahteraan para guru PPPK paruh waktu, terutama dalam penyesuaian honor yang lebih layak sesuai standar UMK. Para guru pun berharap perjuangan mereka mendapatkan dukungan penuh demi tercapainya hak dan kesejahteraan yang lebih baik.

    Reporter: Langgeng




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
  • Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
  • HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
  • Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    03 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
    05 Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
    06 Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
    07 Pemprov Riau Salurkan Bansos Pendidikan ke 1.138 Mahasiswa
    08 Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Jadi Rp3.783 per Kg, Ini Penjelasan Disbun
    09 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    10 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    11 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    12 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    13 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    14 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    15 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    16 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    17 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    18 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    19 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    20 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    21 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    22 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com