Proyek Pembangunan Parit di Depan Gedung RCH Pekanbaru Diduga Siluman, Zulmansyah Sukedang Bantah Terlibat
Sabtu, 19-10-2024 - 09:41:15 WIB 👁 21821
Foto: Proyek Siluman
TERKAIT:
 
  • Proyek Pembangunan Parit di Depan Gedung RCH Pekanbaru Diduga Siluman, Zulmansyah Sukedang Bantah Terlibat
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU  - Proyek pembangunan parit di depan Gedung RCH Pekanbaru menuai sorotan publik, Jumat (18/10/2024).
    Pasalnya, proyek tersebut diduga sebagai "proyek siluman" karena tidak dilengkapi dengan papan informasi yang biasanya berisi keterangan tentang pelaksana proyek, anggaran, serta pihak penanggung jawab.
    Ketidak terbukaan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran proyek ini.
    Masyarakat sekitar menyampaikan keheranan atas proyek tersebut. "Kami sama sekali tidak tahu siapa yang menjalankan proyek ini dan berapa nilai anggarannya. Tanpa plang proyek, semuanya seperti sengaja disembunyikan," ujar salah seorang warga.
    Pada saat awak media melaksanakan tugas peliputan dilapangan, Selasa (15/10/2024) siang, tidak ditemukan merk/plang proyek yang seharusnya di pasang secara permanen oleh kontraktor.
    Pengawas lapangan bernama Andre dari Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Provinsi Riau tiba tiba datang dan menghardik wartawan yang sedang meliput proyek siluman dan mempertanyakan izin wartawan meliput proyek milik saudara Zulmansyah.
    "Hoi... Kau ada minta izin memfoto? Saya dari kantor PWI Riau ini proyek milik Zulmansyah. Ku foto kau ya." kata Andre.
    Wartawan meminta ketegasan kembali kepada Andre, ini proyek Zulmansyah? "Iya," tegas Andre.
    Secara terpisah, mantan Ketua PWI Riau Zulmansyah Sukedang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di nomor 0811751XXX membantah memiliki proyek.
    "Informasi dari siapa ya? Andre memang ada di PWI Pokja Kota Pekanbaru. Kantornya di PWI Riau. Tapi rasanya wartawan tidak ada main proyek. Apalagi saya. Gak pernah main proyek bro. Hati-hati fitnah yaa." ucap Zulmansyah membantah saat ditanya awak media.
    Ketika wartawan menegaskan kembali terkait informasi bahwa proyek milik Zulmansyah bukan fitnah karena informasinya dari pengawas/mandor Proyek dilapangan bernama Andre. Lantas Zulmansyah meneruskan pesan percakapan dari seseorang yang tidak dijelaskannya.
    "Ijin bang mohon di bantu mungkin Andre salah ngomong. Tapi nggak pernah nyebut nama abang (Zulmansyah,red)" Isi percakapan Zulmansyah dari seseorang yang dikirimnya ke Wartawan.
    Aneh bin ajaib proyek tanpa merk/plank itu publik tidak mengetahui siapa tuannya dan nama perusahaan kontraktor pelaksana di lapangan serta jumlah nilai uang rakyat di alokasikan.
    Situasi semakin menarik perhatian setelah nama Zulmansyah Sukedang, mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, dikaitkan dengan proyek tersebut. Namun, Zulmansyah dengan tegas membantah keterlibatannya. "Saya tidak ada urusan dengan proyek ini
     dan saya tidak bermain proyek," jelas Zulmansyah dalam keterangannya. Ujar Zulmansyah.
    Ketiadaan papan proyek memicu spekulasi bahwa proyek ini bisa saja tidak mengikuti prosedur yang seharusnya. Sebagai peraturan umum, setiap proyek infrastruktur, terutama yang menggunakan dana publik, wajib mencantumkan informasi rinci agar masyarakat dapat mengawasi jalannya proyek. Hal ini sesuai dengan semangat keterbukaan informasi publik dan mencegah terjadinya penyimpangan anggaran.
    Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait, termasuk pemerintah kota Pekanbaru dan instansi pelaksana proyek, belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Publik berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan dan memberikan penjelasan agar kecurigaan tidak berlarut-larut.
    Kontrol Publik dan Tanggung Jawab Pemerintah
    Kasus seperti ini memperkuat urgensi perlunya pengawasan ketat dalam setiap proyek infrastruktur. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa ketidakjelasan seperti ini dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan membuka celah bagi praktik korupsi.
    "Transparansi dalam proyek pemerintah bukan hanya soal prosedur administratif, tapi juga bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang uangnya dipakai untuk pembangunan," ungkap seorang pengamat.
    Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pemerintah dan penjelasan yang jelas terkait proyek pembangunan parit di depan Gedung RCH Pekanbaru. Akankah kasus ini menjadi awal perbaikan sistem, atau justru menambah panjang daftar proyek-proyek tak transparan?.
    Dengan sorotan ini, diharapkan adanya klarifikasi resmi agar integritas pembangunan publik tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.

    Penulis: Naso




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR
  • Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan 60 Kilometer Jalan Rusak
  • Pemkab Inhil Luncurkan JDIH Terintegrasi i-Potret
  • Pemprov Riau Kembali Buka Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Hingga 30 November
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR
    03 Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan 60 Kilometer Jalan Rusak
    04 Pemkab Inhil Luncurkan JDIH Terintegrasi i-Potret
    05 Pemprov Riau Kembali Buka Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Hingga 30 November
    06 Pemkab Rohil Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Jalan Yahya Tatoe
    07 Riau Perkuat Strategi Pencegahan Ekstremisme melalui RAD-PE
    08 Pemprov Riau Evaluasi Skema Iuran UHC, Hak Peserta JKN Tetap Jadi Prioritas
    09 Pemprov Riau Dorong Penguatan Puskesmas untuk Pemerataan Layanan Kesehatan
    10 Hari Keempat MTQ ke-55 Kampar, Sejumlah Cabang Memasuki Babak Final
    11 DPRD Riau Tekankan Pemerataan Rumah Sakit dan Kolaborasi Pemerintah-Swasta
    12 Pecat 10 ASN Mangkir, Pemkab Siak Juga Awarding 14 ASN Hebat 2026
    13 Bupati Siak Masuk Top 5 Bupati Pendukung Zakat Terbaik di Indonesia
    14 Pemko Pekanbaru Gandeng BPKP Evaluasi PDAM Tirta Siak, Pengelolaan Bakal Diperkuat
    15 DPRD Riau Tekankan Pemerataan Rumah Sakit dan Kolaborasi Pemerintah-Swasta
    16
    17 Buka Konferkab Ke-2 PWI Bintan, Roby : Insan Pers Mitra Pemerintah Kawal Pembangunan
    18 Kapolres Pasbar Pimpin Sertijab Kasat Polairud dan Kapolsek Talamau, AKP Zulfikar Dilantik sebagai Kasiwas
    19 Jaga Kesehatan Warga Binaan, Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Gelar Pemeriksaan Kesehatan
    20 Kalapas Pasir Pangarayan Jadi Pengajar, Warga Binaan Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung
    21 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Sosialisasi Pengukuran Indeks Kapabilitas Rehabilitasi Tahun 2026
    22 Kapolresta Pekanbaru Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Kompol Sholton Resmi Jabat Kasat Reskrim
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com