Di duga Terjadi penyimpangan dalam pembangunan pengamanan tebing sungai di Desa Gobah Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar,
LSM Mampir Minta Plt Kepala BWSS III Riau Evaluasi Hasil Kerja Dilapangan, Jangan Dilakukan Pembayaran Jika Tidak Sesuai Spesifikasi
Selasa, 15-10-2024 - 09:53:36 WIB 👁 54835
Foto: Pelang proyek pengamanan tebing sungai turap di Desa Gobah Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar
TERKAIT:
 
  • LSM Mampir Minta Plt Kepala BWSS III Riau Evaluasi Hasil Kerja Dilapangan, Jangan Dilakukan Pembayaran Jika Tidak Sesuai Spesifikasi
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan pengamanan tebing sungai turap di Desa Gobah  Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, yang dilaksanakan oleh kontrator  PT. Amar Jaya Pratama Grup KSO  PT. Bripona Jaya Abadi,  (lokasi 2) sumber dana dari APBN 2024 senilai Rp 17.615,656,762,59.


    Foto: Crane Max Lifting Capacity 30-35 ton

    LSM Mampir  Minta  PLT Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III (BWSS) SNVT PJSA Sumatera III  Provinsi Riau untuk di Evaluasi Hasil Kerja dilapangan, jangan dilakukan pembayaran jika tidak  sesuai spesifikasi teknis.
    Dalam hal ini Ketua Umum LSM Mampir (perkumpulan masyarakat pendukung pembangunan Riau) Hariyanto angkat bicara, menyatakan kepada media pada hari Senin (14/10/2024) di kantor PU Riau "dalam pelaksanaan pembangunan pengaman tebing sungai Kampar Desa Gobah Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar tersebut sangat disayangkan karena diduga terjadi indikasi penyimpangan, berdasarkan temuan kami dilapangan, didalam pelaksanaan proyek pembangunan pengaman tebing sungai Kampar Desa Gobah Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar tersebut, seperti Direksi keet yang dilaksanakan tidak sesuai standar SOP, dan Peralatan utama diduga tidak sesuai permintaan dalam kontrak, kemudian dalam Pemancangan mini file/tiang pancang diduga tidak sesuai dengan hasil sonding sebagaimana yang direncanakan, alias tidak masuk kedalam tanah sepanjang 9 meter", Jelas Haryanto.


    Foto: Direksi keet ukuran 3x3 meter seperti kandang ayam

    Ditambah lagi tenaga ahli kedua perusahaan KSO diduga tidak pernah bekerja dilapangan selama  berlangsung pekerjaan ini, dan  tiang pancang banyak yang miring itu disebabkan karena tiang pancang tidak semua ful masuk kedalam tanah, seharusnya masuk tiang pancang tersebut wajib masuk kedalam tanah sedalam 9 meter, tentu dalam pelaksanaan pembangunan ini diduga terjadi indikasi pengurangan volume dan tidak sesuai speksifikasi. Tutur Haryanto.
    Sesuai hasil Pantauan dilapangan, tenaga Personil managerial atau tenaga profesional spesialis pemancangan mini file dari kedua perusahaan yang KSO diduga jarang hadir di lapangan. Karena saat kami melakukan monitoring di lapangan, pengawasan Pekerjaan hanya di kendalikan seorang bernama: Andrian, sehingga dari hasil pemancangan Mini file miring-miring dan tidak masuk ke dalam tanah sesuai sondir yang direncanakan, berdasarkan hasil wawancara kami terhadap konsultan yang mengaku namanya Bambang, tiang pancang hanya masuk 4 meter - 3 meter kata bambang, ungkap Haryanto.


    Foto: pemasangan pondasi dan tiang

    Temuan kami dilapangan dalam Peralatan utama tidak sesuai dengan yang di rencanakan, document data yang ada pada kami seharusnya. Tersedia 2 unit Excavator  standar Arm kapasitas Bucket 0,90- 0,93 m3 dan 1 unit Crawler Crane Max Lifting Capacity 30-35 ton serta 1 unit Diesel Hammer 2-2,5 ton sebagai alat utama pemancangan mini file namun yang ada dilapangan diduga tidak sesuai, serta 1 unit Stamper kodok/plate Compactor 135-165 Kg.
    Akibat dari tidak patuhnya kontraktor pada RKS yang berlaku dalam proyek membuat mutu dan kwalitas pengaman tebing sungai di Desa Gobah di khawatirkan tidak bertahan lama. Perlu kami dorong pihak BWSS-III untuk mengevaluasi hasil kerja di lapangan, dan jangan dilakukan  pembayaran pada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Tegas Haryanto.


    Foto: Saat pantau dilapangan

    "Berdasarkan hasil pemantauan kami dari awal mulai pelaksanaan pekerjaan, kami temukan direksi keet ukuran 3x3 tidak mencerminkan sebagai kantor lapangan, seharusnya tersedia Meja-kursi-racun api dan gambar kerja serta buku tamu dan arus listrik. Melainkan arus listrik di ambil dari rumah warga untuk satu bola lampu sebagai penerangan layaknya gudang, dan Selama kami melakukan pemantauan tidak pernah kami temukan pihak direksi BWSS-III di lapangan". Tegas Haryanto.
    Dan jika pihak BWSS tetap berkeras membayarkan kepada kontraktor 100 % , maka kami akan membuat laporan kepada penegak hukum untuk diperiksa Kepala BWSS III tersebut, karena ini sudah merupakan indikasi korupsi, dan kami saat ini sedang menyiapkan laporan untuk disampaikan kepada Kajati Riau.
    Ketika di konfirmasi kepada PLT Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III  SNVT PJSA Sumatera III  Provinsi Riau PLT Dr. Asmelita. ST, SP-1 lewat surat konfirmasi dengan Nomor : 0108/PT.DAP/PKU/IX/2024, Pekanbaru, 26 September 2024, Perihal Konfirmasi Tertulis, pihak Balai BWSS tersebut belum ada tanggapan.
    Ketika dikonfirmasi Dyna sebagai kontraktor pelaksana melalui chat WhatsApp nya Senin (14/10/2024), namun sangat disayangkan tidak ada jawaban.


    Sumber: LSM Mampir
    Penulis: Hadi




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR
  • Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan 60 Kilometer Jalan Rusak
  • Pemkab Inhil Luncurkan JDIH Terintegrasi i-Potret
  • Pemprov Riau Kembali Buka Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Hingga 30 November
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR
    03 Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan 60 Kilometer Jalan Rusak
    04 Pemkab Inhil Luncurkan JDIH Terintegrasi i-Potret
    05 Pemprov Riau Kembali Buka Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Hingga 30 November
    06 Pemkab Rohil Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Jalan Yahya Tatoe
    07 Riau Perkuat Strategi Pencegahan Ekstremisme melalui RAD-PE
    08 Pemprov Riau Evaluasi Skema Iuran UHC, Hak Peserta JKN Tetap Jadi Prioritas
    09 Pemprov Riau Dorong Penguatan Puskesmas untuk Pemerataan Layanan Kesehatan
    10 Hari Keempat MTQ ke-55 Kampar, Sejumlah Cabang Memasuki Babak Final
    11 DPRD Riau Tekankan Pemerataan Rumah Sakit dan Kolaborasi Pemerintah-Swasta
    12 Pecat 10 ASN Mangkir, Pemkab Siak Juga Awarding 14 ASN Hebat 2026
    13 Bupati Siak Masuk Top 5 Bupati Pendukung Zakat Terbaik di Indonesia
    14 Pemko Pekanbaru Gandeng BPKP Evaluasi PDAM Tirta Siak, Pengelolaan Bakal Diperkuat
    15 DPRD Riau Tekankan Pemerataan Rumah Sakit dan Kolaborasi Pemerintah-Swasta
    16
    17 Buka Konferkab Ke-2 PWI Bintan, Roby : Insan Pers Mitra Pemerintah Kawal Pembangunan
    18 Kapolres Pasbar Pimpin Sertijab Kasat Polairud dan Kapolsek Talamau, AKP Zulfikar Dilantik sebagai Kasiwas
    19 Jaga Kesehatan Warga Binaan, Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Gelar Pemeriksaan Kesehatan
    20 Kalapas Pasir Pangarayan Jadi Pengajar, Warga Binaan Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung
    21 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Sosialisasi Pengukuran Indeks Kapabilitas Rehabilitasi Tahun 2026
    22 Kapolresta Pekanbaru Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Kompol Sholton Resmi Jabat Kasat Reskrim
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com