DPRD Ingatkan Pemkab Kampar Jangan Cari Celah Rumahkan TBK dan RTK
Selasa, 24-04-2018 - 17:02:30 WIB 👁 21314

TERKAIT:
 
  • DPRD Ingatkan Pemkab Kampar Jangan Cari Celah Rumahkan TBK dan RTK
  •  

    SERGAPONLINE.COM, BANGKINANG  - Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Fikri mengingatkan Pemerintah Kabupaten Kampar khususnya Dinas Kesehatan agar jangan mencari celah untuk merumahkan Tenaga Bantu Kesehatan (TBK) dan petugas Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). Namun bagaimana kedua petugas kesehatan ini bisa diselamatkan dan diberikan hak-haknya.

    Hal itu ditegaskan Ahmad Fikri ketika memimpin hearing dengan TBK dan petugas RTK di DPRD, Senin (23/4/2018).

    Hearing ini sempat berlangsung panas karena Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H Nurbit sempat emosional beberapa kali memukul meja dan berkata-kata dengan nada keras ketika menanggapi aksi TBK dan petugas RTK yang datang ke DPRD Kampar mengadukan nasib mereka. Menurutnya ia telah berupaya mencari solusi agar TBK dan petugas RTK bisa dibayarkan hak-haknya.

    Aksi pukul meja ini juga dilakukan Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri saat menegaskan agar pihak Dinas Kesehatan menyelesaikan masalah ini.

    Namun permasalahan tersebut dianggap selesai oleh Ketua DPRD Kampar karena Nurbit dalam kesempatan itu setelah beberapa menit usai kejadian langsung menyampaikan permohonan maaf baik secara pribadi maupun secara lembaga Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

    Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri juga tampak serius menanggapi keluhan TBK dan petugas RTK.

    Pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar ini minta agar Dinas Kesehatan Kampar melayani TBK dan petugas RTK dan mencari solusi bagaimana honor mereka dibayarkan.

    Ahmad Fikri mengaku heran karena dana yang ada di Dinas Kesehatan tidak bisa dihabiskan namun honor TBK dari APBD Kampar dan honor petugas RTK dari Kementerian Kesehatan tidak dibayarkan.

    "Dana yang ada tak bisa dihabiskan sementara tenaga kesehatan tidak bergaji," ucap Fikri yang akrab disapa Ongah itu.

    Ia mengatakan Diskes menyelesaikan masalah dan jangan lagi melempar bola ini kepada pihak lain dan melupakan masalah yang lama.

    Mengenai kedatangan TBK dan petugas RTK ke DPRD Kampar menurut Ongah karena mereka tidak dilayani di Diskes.

    "Kepada staf saya minta bantu kadis, jangan beri informasi tak betul ke kadis, jangan diracuni lagi, agar kadis bekerja bisa menyelesaikan masalah. Solusi diberikan kepada pak kadis," tegasnya.

    Fikri mengingatkan agar Diskes Kampar jangan pandang TBK dan petugas RTK sebelah mata karena ini bisa menjadi bom waktu. "Kalau tak ditangani maka tak akan selesai. Kalau bapak ibu-ibu menyelesaikan tidak akan ke sini mereka," ucap Ongah sambil pukul meja.

    Fikri telah berupaya mencegah aksi TBK dan petugas RTK agar tidak menyampaikan hal ini ke kantor Bupati Kampar karena ini adalah masalah bersama antara Dinas Kesehatan dengan DPRD. "Saya welcome kalau dinas mau diskusi.  Saya larang mereka ke dinas kesehatan beramai-ramai. Mau ke kantor bupati saya larang. Jangan dianggap remeh ini, tak bisa ibu menggantikan air mata dengan duit," kata Ongah.

    Masalah ini merupakan bukti kadis kesehatan tak mampu menyelesaikan masalah ini dan ini adalah bukti mereka tak pernah dilayani di dinas kesehatan.

    Fikri minta Diskes Kampar memperkuat
    Peraturan Menteri yang ada. "RTK sudah ada anggaran dari APBN. Piti lah ado kok ndak bisa menghabiskan. Masih banyak yang berlebih sementara mereka seperti ini. Jangan buat Perbup yang baru. Kita perkuat. Bisa dirubah tapi jangan korbankan mereka.
    Sudahlah jangan cari celah untuk merumahkan TBK dan RTK. Informasi yang saya dengar ada lagi yang masuk. Ini belum selesai," beber Ongah.

    Ia mengingatkan Diskes Kampar membuang tenaga yang sudah bekerja untuk memasukkan tenaga yang baru dan jangan mengkotak-kotakkan tenaga kesehatan.
    "Jangan ada kata-kata ini orang Jefry ini bukan. Tak ada orang Jefry orang ini, sekarang adalah pemerintahan Azis-Catur," katanya.

    Salah satu perwakilan TBK sempat menangis terisak-isak menceritakan kisahnya menjalankan tugas di desa dalam pertemuan itu. Para TBK hanya minta kejelasan gajinya yang tak dibayarkan sejak Januari hingga Maret 2018.

    "Kami bekerja meninggalkan anak, anak terkadang sakit. Pekerjaan PNS kami semua mengerjakan. Kami mau minta hak kami, tak lebih dari itu. Seandainya gaji satu dua tiga tak dikeluarkan jasa jaspel tak dikeluarkan," bebernya.

    Perwakilan TBK yang lain Muhammad Barizal menyampaikan, dirinya malu bertugas di lima desa di Kecamatan Tapung Hulu yang bersengketa dengan Rokan Hulu karena menjadi petugas di sana ia telah berupaya meyakinkan partisipasi aktif dan berupaya agar pelayanan di lima desa dari Pemkab Kampar tetap eksis namun persoalan ini tak digubris.

    "Ironi perjuangkan marwah Kampar di lima desa tapi pendapatan tenaga kesehatan diabaikan," katanya.

    Tentang Ada SK yang tidak diakui, ia berharap jangan ada dibedakan antara petugas RTK lama dengan yang baru.

    Wakil dari petugas RTK Azhar membeberkan bahwa saat ini RTK ada dua versi, yakni versi pertama 78 orang dan versi kedua sebanyak 63 orang. Untuk itu ia minta pengakuan dari Diskes tentang sk ini.***
                   




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Ganja16 Kg Ganja Disita di Jalan Lintas Medan–Bukittinggi, Kurir Berusia 17 Tahun Diamankan
  • Maulid Nabi 1448 H, Bupati Roby : Bukan Sekedar Peringatan, Tapi Jadikan Nabi Sebagai Teladan
  • Sholat Istisqo dan Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Sail
  • Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sepanjang Semester Tahun 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Ganja16 Kg Ganja Disita di Jalan Lintas Medan–Bukittinggi, Kurir Berusia 17 Tahun Diamankan
    03 Maulid Nabi 1448 H, Bupati Roby : Bukan Sekedar Peringatan, Tapi Jadikan Nabi Sebagai Teladan
    04 Sholat Istisqo dan Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Sail
    05 Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sepanjang Semester Tahun 2026
    06 Patroli RAGA Polresta Pekanbaru Intensifkan Pengamanan Dini Hari, Cegah Geng dan Aksi Anarkisme
    07 PKK dan BPBD Bintan Gandeng Kader Wujudkan Keluarga Tangguh Bencana
    08 Kecewa Atas Penetapan Tersangka Terhadap Korban Oleh Polsek Mandau, Istri Rudi Saputra Laporkan ke Mabes Propam Polri
    09 Jaga Desa Diperkuat, Kawal Program Prioritas Nasional di Kepri
    10 Sidang Pengeroyokan, Saksi Ringankan Terdakwa Si Baju Merah Diduga Ikut Memukul
    11 Ditlantas Polda Riau Edukasi Safety Riding kepada Prajurit Pomdam XIX/Tuanku Tambusai
    12 Polantas Karib Bagikan Masker kepada Pengendara & Pengguna Jalan
    13 Antisipasi Kabut Asap, Ditlantas Polda Riau Bagikan Masker dan Imbau Warga Manfaatkan SIGNAL
    14 Udara Pekanbaru Masih Berasap, Polantas Karib Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker
    15 Pemkab Bintan Ajak Masyarakat Hadiri Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Community Centre Teluk Sebong
    16 Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Pastikan Pembinaan Berjalan Optimal
    17 Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung Bagikan Ribuan Masker Bagi Masyarakat Pengguna Lalulintas Mencegah ISPA
    18 Polres Pasaman Barat Gelar Konferensi Pers Terkait Kasus Pembunuhan Ibu dan Nenek Kandung di Sungai Aur
    19 Polres Dumai dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Perkuat Sinergi Melalui Kerja Sama Kampus Anti Kejahatan dan Program Green Policing
    20 Pelaku Penganiayaan Istri di Pasaman Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
    21 Asap Tebal Selimuti Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau Bagikan Ribuan Masker kepada Masyarakat
    22 Ditlantas Polda Riau Tinjau Kesiapan Open Traffic Tahap 2, Pastikan Akses Tol Aman bagi Pengguna Jalan
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com