Peralihan TV Analog Ke TV Digital Sebanyak 6.7 Juta Set Top Box Akan Dibagikan
Sabtu, 20-08-2022 - 16:44:13 WIB 👁 14387
Foto : Menteri Informasi dan Komunikasi Johnny G Plate (ketiga dari kiri)
TERKAIT:
 
  • Peralihan TV Analog Ke TV Digital Sebanyak 6.7 Juta Set Top Box Akan Dibagikan
  •  

    SERGAPONLINE.COM JAKARTA - Pemerintah menetapkan metode multiple Analog Switch Off (ASO) sebagai langkah migrasi layanan dari TV analog ke TV digital di Tanah Air dan menjadikan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) sebagai percontohan pertama.

    "Sekarang (ASO) mau dilakukan di pusat ekonomi, termasuk di DKI Jakarta," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate dalam acara diskusi bertajuk "Dukung Era Baru TV Digital, Jabodetabek Siap ASO" Jumat (19/8/2022) di hotel Pullman, Jakarta.

    Dalam skema multiple ASO, layanan TV analog akan dihentikan dengan pertimbangan kesiapan setiap wilayah berdasarkan laporan dari Pemerintah Daerah setempat.

    Alasan Jabodetabek dipilih sebagai inisiasi untuk skema multiple ASO karena kawasan ini merupakan kawasan yang paling padat penduduknya dan dengan cara itu dapat dilihat apakah infrastruktur dan perangkat yang disiapkan sudah mampu atau belum untuk memberikan akses siaran TV digital kepada penduduk yang menetap di Jabodetabek.

    Pada awalnya sempat diputuskan bahwa Indonesia akan melaksanakan ASO dalam pembagian tiga tahap, namun berkaca dari penerapan di negara lain dan kondisi di lapangan maka diputuskan multiple ASO dipilih.

    Adapun multiple ASO sebelumnya sudah pernah diterapkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat hingga Jepang.

    Skema itu juga akhirnya dinilai cocok dengan Indonesia mengingat masyarakat Indonesia berjumlah sangat banyak dan tersebar luas di negara Kepulauan.

    "Kita harus melihat juga supaya masyarakat bisa tetap mendapatkan layanan dan siarannya tetap sampai ke mereka dengan baik sampai di batas waktu tertentu baru dilakukan full Analog Switch Off," ujar Johnny.

    Kementerian Kominfo pun secara simbolik memberikan bantuan perangkat set top box (STB) kepada beberapa perwakilan masyarakat di Jabodetabek untuk menandai kawasan ini bersiap menyongsong ASO.

    Adapun sekitar 400 ribu rumah tangga di Jabodetabek akan menerima bantuan STB yang dipenuhi baik dari penyelenggara multipleksing maupun dari Kementerian Kominfo.

     Pasalnya, siaran TV digital memiliki teknologi canggih dengan gambar bagus dan suara lebih jernih.

    Masyarakat bisa menambah perangkat set top box (STB) bila televisi yang dimiliki masih analog atau belum bisa menerima siaran TV digital secara langsung untuk bisa menonton siaran televisi digital.

    Menurut Dr Ismail MT Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika  semua manfaat tersebut gratis didapatkan karena sifat siaran TV digital yang Free to Air (FTA).

    “Menonton siaran TV Digital itu tetap tidak berbayar. Sama dengan siaran TV Analog (yang gratis), tapi siaran TV Digital ini juga tidak berbayar namun jelas lebih berkualitas,” tuturnya.

    Manfaat positif yang lebih luas juga ada, lanjut Dirjen SDPP dan I, ungkap yaitu pembukaan lapangan kerja baru di bidang industri pertelevisian.

    Karena peralihan ke siaran TV Digital mendorong pertumbuhan industri kreatif di masyarakat.

    Selain berpotensi menambah keragaman kepemilikan lembaga penyiaran, juga menyerap lebih dari 200.000 tenaga kerja kreatif, misalnya bidang pembuatan konten siaran misalnya (content creator) di TV digital.

    “Jadi masyarakat bukan hanya menjadi penonton di era digital ini, dia bisa juga menjadi produsen konten. Itu sekurang-kurangnya manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat,” imbuhnya.

    Sedangkan dalam konteks teknologi, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, mengungkapkan siaran televisi akan lebih interaktif, seperti akan ada peringatan dini bencana di siaran televisi.

    Masyarakat juga akan mendapat manfaat dari lebih banyak banyak pilihan program siaran TV karena setiap frekuensi TV analog bisa memuat 6-12 siaran TV digital.

    Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) hingga saat ini sudah ada 40 TV (lembaga penyiaran) yang sudah mendapatkan izin bersiaran.

    "Mestinya dengan banyaknya pilihan akan mendapatkan program yang berkualitas.

    Dengan banyaknya pilihan, maka stasiun televisi akan berlomba-lomba menciptakan program yang berkualitas agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

    Berdasarkan survei, sebagian besar masyarakat sudah terinformasikan ASO dan masyarakat bersedia pindah ke siaran TV digital, artinya masyarakat bersedia mengadakan secara mandiri perangkat TV atau STB.

    Namun survei juga mengatakan masyarakat baru akan membeli TV digital kalau sudah ASO, sehingga mereka masih menunggu ASO diberlakukan di daerahnya masing-masing.

    “Kita sekarang ini menghimbau masyarakat (mampu) untuk membeli STB atau TV digital untuk ASO supaya setelah siaran analog dimatikan, masyarakat siap beralih ke siaran TV digital,” katanya.

    Pemerintah melalui Kominfo dijadwalkan akan memutuskan siaran televisi analog atau ASO tahap pertama pada 30 April 2022.

    ASO di Jabodetabek akan benar-benar dilakukan apabila seluruh rumah tangga kurang mampu telah menerima bantuan STB sesuai dengan ketentuan yang disepakati Pemerintah dan para penyelenggara multipleksing.

    Target akhirnya ASO bisa terlaksana secara penuh di Indonesia pada 2 November 2022.

    Editor: Agus



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kapolres Pasaman Barat Resmikan Mushola Darul Agung di Mako Polsek Pasaman
  • Kalapas Perempuan Pekanbaru Pantau Lahan Ketahanan Pangan, Pastikan Budidaya Sayuran Terus Produktif
  • Kapolda Riau Tegaskan Polisi Tak Boleh Tunggu Viral, Pelayanan Publik dan Integritas Jadi Prioritas
  • Pemkab Bengkalis Gelar Rakor Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola KDKMP
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kapolres Pasaman Barat Resmikan Mushola Darul Agung di Mako Polsek Pasaman
    03 Kalapas Perempuan Pekanbaru Pantau Lahan Ketahanan Pangan, Pastikan Budidaya Sayuran Terus Produktif
    04 Kapolda Riau Tegaskan Polisi Tak Boleh Tunggu Viral, Pelayanan Publik dan Integritas Jadi Prioritas
    05 Pemkab Bengkalis Gelar Rakor Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola KDKMP
    06 Diskes: 11.707 Warga Pekanbaru Sakit Akibat Kabut Asap Kiriman
    07 Siak Run dan Half Marathon 2026 Bidik Ribuan Pelari, UMKM Lokal Berpeluang Ketiban Rezeki
    08 Dorong Kinerja dan Pelayanan Publik, Bupati Bistamam Lantik Puluhan Pejabat
    09 Kabut Asap Makin Parah, 7 Kecamatan di Pelalawan Terapkan PJJ 15–17 Oktober 2026
    10 Cegah Peredaran Narkoba, Polsek Perhentian Raja Gelar Razia di Desa Hangtuah
    11 Green Policing Hadir di Desa Gema: Polri & Warga Bersama Lestarikan Alam Kampar Kiri Hulu
    12 Green Policing Yang Dikembangkan di Riau Masuk Commander Wish Kapolri
    13 Pemkab Pelalawan Apresiasi Kontribusi RAPP dalam Pemberdayaan UMKM dan Penanganan Karhutla
    14 63 Pengunjung MP Club Positif Narkoba, Pemko Pekanbaru Buka Opsi Penutupan
    15 Kabut Asap Pekat Lagi, Siswa PAUD, SD-SMP di Pekanbaru Kembali PJJ 14–15 Oktober 2026
    16 Kabut Asap Picu 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, ISPA Mendominasi
    17 Pemkab Meranti Siapkan Lahan Hampir 1 Hektare untuk Rusun Polres
    18 Bupati Kampar Hadiri Workshop Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon
    19 Bupati Kasmarni Hadiri Porseni IGTKI Riau 2026
    20 Sekdaprov Riau Syahrial Abdi Terima Penghargaan Kepemimpinan Digital Terbaik 2026
    21 Pemkab Siak Matangkan Persiapan Siak Run dan Half Marathon 2026
    22 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com