Jalin Silahturahmi HM Yunus Diraja Air Tiris Melayu Kampar Terima Pw MOI Kota Pekanbaru
Rabu, 09-03-2022 - 09:51:56 WIB 👁 17803

TERKAIT:
 
  • Jalin Silahturahmi HM Yunus Diraja Air Tiris Melayu Kampar Terima Pw MOI Kota Pekanbaru
  •  

    SERGAPONLINE.COM  PEKANBARU - Dapat bersilahturahim dengan Paduka Duli Yang Mulya H.M Yunus Abdulah Rahman Syah Al Haz DiRaja Air Tiris Melayu Kampar. Selasa (8/3/22).

    Kemudian masuk kepada materi mengenai asal muasal Kerajaan Melayu Air Tiris sebagai Kerajaan yang Tertua dibandingkan dengan Kerajaan Lainnya yang ada di Riau termasuk Kerajaan Siak Sri Indrapura.

    Saya (Paduka Raja H.M Yunus) tidak pernah bermimpi dan bercita-cita menjadi seorang Raja akan tetapi ada semacam Konsultan Kerajaan yang datang Kepada Saya. Pertama-tama Saya ditawari menjadi Sultan di Negri Seberang (Masih di Provinsi Riau) akan tetapi itu tidak mungkin,Tetapi apabila dilihat dari Historis Sejarah bahwa Bengkalis dan Siak mempunyai Datuk yang Empat berasal dari Air Tiris Kampar.

    Keluarga Datuk 50 sudah dari Tahun 1980 (Lebih kurang 30 Tahun) mengkaji Keturunan-Keturunan dari Saya, itu awal mulanya. Empat Tahun belakangan ini Keluarga Datuk 50 kembali datang meminta serta mengakui bahwa Saya sebagai Keturunan Raja Siak 1.Karena Saya sudah dimasukkan menjadi Keluarga Besar Datuk 50 di Dumai yang ber induk di Bengkalis,Pada saat itupun saya masih menolak menjadi Raja”.

    Selanjutnya, beliau berziarah ke Makam Datuk Panglima Khatib dan Datuk 50 yang merupakan leluluh keluarganya. Ayahnya Datuk Panglima Khatip adalah Keturunan Aceh.Singkat Cerita,Keterangan dari keluarga Datuk 50 bahwa Paduka Raja H.M Yunus juga Keturunan dari Datuk Engku Muda Songkang. Pada saat 15 Hari sebelum masuk Lebaran Haji,Datanglah utusan dari Datuk Negri Air Tiris.

    Diceritakan lah Oleh Paduka Raja H.M Yunus bahwa dia sudah diangkat sebagai Keluarga Datuk 50.Maka Datuk dari Negri Air Tiris tersebut berpesan Kepada Paduka Raja H.M Yunus agar asal jangan dari Mulut Paduka Raja yang meminta menjadi Raja akan tetapi kalau ditunjuk itu boleh,Karena kalau Paduka Raja H.M Yunus yang meminta maka di Negri Air Tiris ini ada istilah “Indak Bapucuk Diateh,Indak Baurek Dibawah,Balubang Di Tangah-tangah,Digiok Kumbang,Maka Matilah”.Dari istilah inilah awalnya Saya menolak di Daulat menjadi Paduka Raja karna takut Alam menghukum.Ujar Paduka.

    “Satu Minggu kemudian datanglah Datuk Raja Melano kepada Saya,Hal serupa diungkapkan.Di Kampar juga ada istilah Adat yaitu Soko,Pusoko, Lembago. Datuk Raja Melano mengatakan kecuali Paduka Raja H.M Yunus yang diangkat menjadi Raja baru diperbolehkan berdaulat Raja,Asal jangan Dia yang meminta”.Ungkap Paduka H.M Yunus mengulangi perkataan Datuk Raja Melano yang sekarang sudah Almarhum.

    Dengan berjalannya Waktu,Paduka Raja H.M Yunus akhir nya menjalani pengetesan sebelum di Daulat.“Kalau tidak ada Keturunan,Dzuriat,Ataupun Darah Raja pada saat pengetesan berlangsung yang waktunya lebih kurang Satu Tahun maka akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,Pada akhirnya Saya lulus dari beberapa rangkaian pengetesan tersebut yang dilakukan oleh Konsultan Kerajaan.

    Singkat cerita,Berkumpullah dari berbagai Daerah di Indonesia beberapa Sultan dan Raja yang kesemuanya bersepakat  membuat Penobatan untuk Saya.Penobatan dilaksanakan di Aceh.

    Kenapa disana,Karena Seorang Raja dalam Aturan Hukum nya tidak boleh Lahir lagi.Negara Kita sudah Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI).Penobatan Saya tentunya ada Pro dan Kontra dari segelintik Pihak (Pihak Akademis) namun Saya sama sekali tidak bergeming karena bukan Saya yang mau”.

    Pada saat Penobatan Saya (Paduka Raja)di Aceh,Dilakukan Sumpah Raja diatas Al-Qur’an yang berumur 400 Tahun serta 30 Al-Quran lainnya.Sesudah Penobatan siang itu,Pada Malam Harinya masih dilakukan Pengetesan-pengetesan lainnya,Dan Alhamdulillah dengan ijin Allah Swt ,Bertawakal serta niat yang tulus, Akhirnya Saya lulus dari tes yang disaksikan oleh beberapa Raja,Sultan Se-Nusantara”.

    “Pada saat Saya kembali dari Aceh,Tidak lengkap rasanya apabila belum dinobat kan Oleh Datuk Raja Melano di Kota Pekanbaru.

    Penobatan di Kota Pekanbaru di Laksanakan di Balai Room Majelis Kerapatan Adat Air Tiris yang terletak berdampingan dengan Rumah Makan Pondok Patin.

    Jadi saya sumbangkanlah Istana untuk Musyawarah Adat.Istana disini hanya bersifat sementara menjelang Istana yang Saya buat di Air Tiris rampung.

    Karena Negara kita Negara Hukum maka Saya taat pada Aturan Hukum yang berlaku di Negara Indonesia dan Saya mengurus segala perijinan Administrasi Pemerintah berupa Izin dari Kemenkumham serta Kesbangpol,Alhamdulillah semua perizinan di keluarkan oleh Pemerintah”.Sebut Paduka.

    Cerita Paduka Raja berlanjut,“Penobatan dan Pengukuhan sudah saya laksanakan,Selanjutnya Insa Allah Saya akan mengadakan sukuran dan Saya akan mengundang seluruh Raja,Sultan Se-Nusantara termasuk Raja-Raja Muslim Dunia Serta mengundang Presiden Republik Indonesia Bapak Ir.H Jokowi Dodo”.

    “Dari Penobatan Paduka Raja ada 13 Orang Datuk yang hampir kesemuanya menandatangani Penobatan saya sebagai Paduka Raja,Hanya 3 Orang datuk yang masih kontra terhadap saya yang pada akhirnya turut serta menandatangani juga.

    Kenapa pada akhirnya Paduka Raja H.M Yunus mau menjadi Raja?, beliau menjawab, “Karena  Adab,Adat,dan Ahklak bukan menjadi Penguasa maka dari itu saya bersedia dan juga Saya mempunyai Hak Menobatkan Raja bukan hanya di Kerajaan yang ada di Riau saja akan tetapi sampai ke Papua saya mempunyai Hak melakukan Penobatan Raja sesuai dengan Badan Hukum yang Saya punya”.

    “Dari sumber yang dapat dipercaya, Kerajaan Air Tiris ini sudah 235 Tahun tertinggalnya, Lebih Tua dari Pada Raja Siak Sri Indrapura.

    Dahulu kala Kerajaan Air Tiris ini adalah Sentralnya. Di Negara Philipina,Thailan,Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Brunai Darusallam Raja-raja disana menurut Sejarahnya berasal dari Air Tiris,Termasuk Mentri Dalam Negeri Malaysia yang berkunjung ke Air Tiris beberapa Minggu yang lalu Orang Air Tiris.Sewaktu Paduka Raja H.M Yunus memperkenalkan diri kepada Mentri Dalam Negri Malaysia bahwa dia adalah Dulu Yang Mulya Sultan Batuah Haji Muhammad Yunus Abdullah Rahman Syah Al-Haz dan Alangkah Terkejutnya dan bangga bertemu langsung sang Mentri dengan Seorang Paduka Raja dari Tanah Kelahiran leluhurnya”.

    “Soko,Pisoko,Limbago.Raja Lahir Itu Perkataan Alam,Alam Yang Meminta”.Tutup Paduka Raja.

    Editor:  Jasril Chaniago
    Berita: Pw MOI Kota Pekanbaru



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
  • Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
  • Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
  • Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    03 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    04 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    05 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    06 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    07 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    08 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    09 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    10 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    11 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
    12 Polresta Pekanbaru Dorong Swasembada Pangan, Personel Polsek Binawidya Aktif Rawat Tanaman Jagung
    13 Tindak Tegas PETI: Polsek Kampar Kiri Bongkar Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin di Sungai Tanjung Permai
    14 Festival Pawai Budaya Bintan 2026: Sekda Ronny Ajak Warga Jaga Budaya Dan Kuatkan UMKM
    15 Jaga Keselamatan Generasi Penerus, Kapolres Kampar: Orang Tua Wajib Tingkatkan Pengawasan Saat Ada Aksi Penyampaian Aspirasi
    16 Giat Minggu Kasih, Polsek Bangkinang Kota Hadir Beri Rasa Aman Ibadah Jemaat Gereja Pantekosta
    17 Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Air Bangis, 5 Pemuda Ditetapkan Sebagai Tersangka
    18 Polisi Ungkap Shabu 2,4 Gram di Perawang Barat, Tersangka Kepergok Cari Barang yang Dibuangnya
    19 Gelorakan Semangat Olahraga, Pemuda Rumbai Gelar Voli ANTAR CLUB Se-Kota Pekanbaru
    20 DPD LSM Bara Api Riau Desak Evaluasi Izin Operasional THM Hollywood dan Dragon, Pemprov Diminta Bertindak Tegas
    21 Bupati Roby Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Atasi Potensi Karhutla di Bintan
    22 Ganja16 Kg Ganja Disita di Jalan Lintas Medan–Bukittinggi, Kurir Berusia 17 Tahun Diamankan
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com