PUNGUT BIAYA TES URINE
Program Pendidikan Gratis Pelalawan Tercederai Pungli
senin, 13-08-2018 - 19:23:44 WIB 👁 83751
doc foto kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan kerinci Syahril M.Pd saat dikonfirmasi terkait dugaan penggelembungan biaya seragam siswa-siswi dalam PPDB Tahun 2018
TERKAIT:
 
  • Program Pendidikan Gratis Pelalawan Tercederai Pungli
  •  

    SERGAPONLINE.COM PELALAWAN- Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pendidikan Kab.Pelalawan, diketahui telah lama menerapkan Program Pelalawan Cerdas. Dengan diterapkannya program tersebut, tidak ada lagi pungutan-pungutan liar kepada peserta didik.

    Akan tetapi, akhir-akhir ini diduga ada sekolah di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan yang melakukan Pungutan Liar (Pungli) dalam persyaratan Pendaftaran Penerimaan Didik Baru (PPDB), Tahun ajaran 2018.

    Pungutan tersebut dilakukan dengan dalih untuk biaya tes urine kepada peserta didik. Biaya yang diminta dinilai melebihi biaya tes yang seharusnya. Pasalnya, pihak sekolah meminta biaya sebesar Rp.150.000 kepada masing-masing siswa/i, padahal biaya tes urine di Puskesmas hanyalah Rp.100.000.

    Kendatu-pun program Pendidikan gratis Bupati Harris ini begitu disenangi masyarakat Kabupaten Pelalawan. Namun akhir-akhir ini. Berbagai Media Elektronik viral diberitakan adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah kepada orang tua Siswa-siswi.

    Pungutan yang dinilai tidak memiliki payung hukum ini. Dilakukan oleh pihak sekolah dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan (BNNK) untuk mengutip dana dengan dalih biaya tes urine bagi calon siswa-siswi yang akibatnya ciderai program Pelalawan Cerdas Bupati Harris.

    Hal ini sangat disayangkan dalam PPDB tahun ajaran 2018 di Kabupaten Pelalawan menjadi viral karena pemungutan biaya tes urine itu dinilai tidak memiliki payung hukum. Bahkan biaya yang dimintai pihak sekolah sebesar Rp. 150.000 per-siswa/i ini suatu tindakan pungli seperti pemberitaan riaugreen.com dengan Berdalih Tes Urine, BNNK Pelalawan Pungut Uang Ke Peserta Didik Baru sebagai pencegahan dini penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan melakukan pungutan ke peserta didik baru tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat pada bulan Juli lalu.

    Hal tersebut menjadi sorotan berbagai kalangan akibat besaran biaya untuk tes urine dinilai terlalu tinggi, yakni sebesar Rp 150.000. Padahal jika saja tes urine dilaksanakan oleh puskesmas hanya Rp 100.000 saja per siswa/i. Bahkan untuk siswa yang kurang mampu tidak dikenakan biaya.

    Menurut pihak sekolah, sekolah berkoordinasi dengan BNNK Pelalawan, kemudian BNNK yang mencarikan klinik untuk melaksanakan tes urine sesuai keterangan narasumber dalam pemberitaan riaugreen.com itu. Rabu (8/8/2018).

    Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (Kasi Cerdas BNNK) Pelalawan, Indra Wahyudi, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa sebelumnya BNNK Pelalawan melakukan himbauan ke sekolah-sekolah untuk melakukan tes urine. "BNNK Pelalawan hanya sebagai pengawas saja, namun sebelumnya kita sudah melakukan himbauan," tutur Yudi.

    Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan (BNNK), AKBP Andi Salamon MH, saat dikonfirmasi ungkapriau.com dalam WhatsApp peribadinya membenarkan tes urine itu dilakukan kepada siswa/i bukan syarat bagi sekolah dalam PPDB tingkat SMA sederajat tahun 2018 melainkan pencegahan dini penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa-siswi tingkat SMA sederajat.

    AKBP Andi Salamon MH membantah tidak adanya pungutan dalam tes urine terhadap siswa/i itu. "Itu tidak benar katanya sembari meminta wartawan jika konfirmasi di kantor saja," ungkapnya.

    Ditanyakan kepada AKBP Andi Salamon MH terkait ancamannya terhadap wartawan riaugreen.com. namun tidak ditanggapinya.

    Ancaman terhadap wartawan Riaugreen.com disampaikan korban melalui Siaran pers dengan mengucapkan Asalamualaikum Selamat pagi rekan IWO.

    Terkait tulisan saya di Riaugreen.com dengan judul "Berdalih tes urine, BNNK Pelalawan Pungut uang ke peserta didik baru". Pada tanggal 8 Juli 2018, sekira pukul 17.30 wib, saya mendapat ancaman dari Kepala BNNK Pelalawan, AKBP Andi Salamon.

    oleh sebab itu saya, merasa tidak nyaman dan terancam dalam menjalankan tugas jurnalistik saya atas ancaman tersebut yakni

    1."Anda jangan coba - coba dengan saya".

    2."Saya akan laporkan anda ke polisi"

    tidak hanya itu, Andi salamon juga, mengintervensi saya untuk merubah isi berita saya. tentunya saya sebagai anggota IWO, dan Bendahara IWO Pelalawan menyesalkan tindakan Kepala BNNK Pelalawan tersebut. Sekaligus melalui siaran pers ini meminta dukungan kepada segala pihak akan kemerdekaan pers tetap diperjuangkan. Trima kasih.

    Selain kasus permintaan biaya tes urine yang viral diberitakan media elektronik dan media cetak saat ini. Ada juga pihak sekolah tingkat SMA di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan-Riau mencari keuntungan dalam pengadaan seragam sekolah siswa/siswi yang begitu mencekik orang tua murid.

    Contohnya saja di SMAN 1 Pangakalan kerinci dalam Penerimaan Pendaftaran Didik Baru (PPDB) Tahun ajaran 2018. Masing-masing siswa/i dipungut biaya sebesar Rp.1.950.000 untuk seragam siswi dan untuk seragam siswa Rp.1.835.000 dengan masing-masingnya sebanyak 7 Pasang Pria dan 7 Pasang untuk seragam wanita.

    Anehnya dalam pengadaan seragam siswa/i ini sebanyak 7 pasang oleh pihak sekolah. Padahal hari belajar siswa/siswi hanya mulai dari Hari Senin sampai dengan Jumat saja. Sementara baju seragam sebanyak 7 pasang.

    Selanjutnya kasus-kasus dalam PPDB tahun 2018 ini di Tingkat SMA sederajat di Kabupaten Pelalawan bermacam-macam cara dan dalih. Ada yang melalui pungutan biaya tes urine, penggelembungan biaya seragam siswa/i dan permintaan uang penambahan pengadaan bangku dan kursi sekolah.

    Pantauan ungkapkan.com terkait persoalan-persoalan dalam PPDB tahun 2018 ini tidak terlihat adanya gebrakan dari pihak antik pungli seperti tim ciber pungli. (UKP/SO)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Ganja16 Kg Ganja Disita di Jalan Lintas Medan–Bukittinggi, Kurir Berusia 17 Tahun Diamankan
  • Maulid Nabi 1448 H, Bupati Roby : Bukan Sekedar Peringatan, Tapi Jadikan Nabi Sebagai Teladan
  • Sholat Istisqo dan Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Sail
  • Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sepanjang Semester Tahun 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Ganja16 Kg Ganja Disita di Jalan Lintas Medan–Bukittinggi, Kurir Berusia 17 Tahun Diamankan
    03 Maulid Nabi 1448 H, Bupati Roby : Bukan Sekedar Peringatan, Tapi Jadikan Nabi Sebagai Teladan
    04 Sholat Istisqo dan Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Sail
    05 Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sepanjang Semester Tahun 2026
    06 Patroli RAGA Polresta Pekanbaru Intensifkan Pengamanan Dini Hari, Cegah Geng dan Aksi Anarkisme
    07 PKK dan BPBD Bintan Gandeng Kader Wujudkan Keluarga Tangguh Bencana
    08 Kecewa Atas Penetapan Tersangka Terhadap Korban Oleh Polsek Mandau, Istri Rudi Saputra Laporkan ke Mabes Propam Polri
    09 Jaga Desa Diperkuat, Kawal Program Prioritas Nasional di Kepri
    10 Sidang Pengeroyokan, Saksi Ringankan Terdakwa Si Baju Merah Diduga Ikut Memukul
    11 Ditlantas Polda Riau Edukasi Safety Riding kepada Prajurit Pomdam XIX/Tuanku Tambusai
    12 Polantas Karib Bagikan Masker kepada Pengendara & Pengguna Jalan
    13 Antisipasi Kabut Asap, Ditlantas Polda Riau Bagikan Masker dan Imbau Warga Manfaatkan SIGNAL
    14 Udara Pekanbaru Masih Berasap, Polantas Karib Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker
    15 Pemkab Bintan Ajak Masyarakat Hadiri Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Community Centre Teluk Sebong
    16 Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Pastikan Pembinaan Berjalan Optimal
    17 Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung Bagikan Ribuan Masker Bagi Masyarakat Pengguna Lalulintas Mencegah ISPA
    18 Polres Pasaman Barat Gelar Konferensi Pers Terkait Kasus Pembunuhan Ibu dan Nenek Kandung di Sungai Aur
    19 Polres Dumai dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Perkuat Sinergi Melalui Kerja Sama Kampus Anti Kejahatan dan Program Green Policing
    20 Pelaku Penganiayaan Istri di Pasaman Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
    21 Asap Tebal Selimuti Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau Bagikan Ribuan Masker kepada Masyarakat
    22 Ditlantas Polda Riau Tinjau Kesiapan Open Traffic Tahap 2, Pastikan Akses Tol Aman bagi Pengguna Jalan
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com