Pemprov Riau Tetap Prioritaskan Pendidikan, Rp62 Miliar Disiapkan untuk Beasiswa 2026 Rabu, 20/05/2026 | 17:23
Foto Asisten III Setdaprov Riau, M Job Kurniawan
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama meskipun kondisi keuangan daerah saat ini tengah mengalami tekanan. Komitmen tersebut disampaikan Asisten III Setdaprov Riau, M. Job Kurniawan, saat menghadiri Puncak Anugerah Pendidikan Riau 2026 di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (20/5/2026). “Meski saat ini keuangan daerah mengalami tekanan, pemerintah tetap memprioritaskan pelayanan pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya. Pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp62 miliar untuk Program Beasiswa Riau dengan total penerima mencapai 3.644 mahasiswa. Menurut Job, program tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran di masa mendatang. “Kita ingin semakin banyak anak Riau melanjutkan pendidikan sesuai bakat dan kemampuannya, memiliki keahlian yang dibutuhkan dunia kerja, serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain program beasiswa daerah, Provinsi Riau juga mencatat sebanyak 1.341 mahasiswa menerima bantuan pendidikan melalui program Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Job berharap dukungan tersebut mampu meningkatkan motivasi generasi muda Riau untuk terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita setinggi mungkin. “Anak-anak Riau harus percaya diri untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan,” ucapnya. Ia juga menegaskan keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari kesejahteraan tenaga pendidik. Karena itu, Pemprov Riau berkomitmen meningkatkan kualitas dan pemerataan kesejahteraan guru secara bertahap. Menurutnya, pemerintah daerah memahami tantangan fiskal yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun demikian, pendidikan tetap menjadi fokus utama pembangunan daerah. “Insyaallah, dengan kondisi fiskal daerah yang mulai membaik pada tahun 2027, Pemprov Riau akan terus berupaya meningkatkan kualitas, pemerataan, dan kesejahteraan tenaga pendidik secara bertahap dan berkeadilan,” jelasnya. Ia menambahkan perhatian terhadap guru non-ASN juga akan terus ditingkatkan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka di dunia pendidikan. Selain beasiswa dan peningkatan kesejahteraan guru, Pemprov Riau juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk melalui bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk revitalisasi sekolah-sekolah di Riau tahun ini. Job menilai pembangunan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha. “Oleh karena itu, mari kita terus bergerak bersama, bersinergi, dan bekerja keras untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dan merata di Provinsi Riau,” ajaknya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan peningkatan mutu pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Untuk meningkatkan mutu pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Perlu peran aktif masyarakat, dunia usaha, dan lainnya, karena pendidikan adalah hak dasar anak-anak,” ujarnya. Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. ADV