Pemprov Riau Apresiasi Perjuangan Daerah Istimewa Riau Yang Santun dan Bermarwah Rabu , 20/05/2026 | 17:06
Teks Foto: Asisten I Setdaprov Riau H. Zulkifli Syukur menghadiri Majelis Zikir memperingati satu tahun Maklumat Perjuangan Mewujudkan Daerah Istimewa Riau (DIR) di Balai Adat LAMR, Pekanbaru
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan mewujudkan Daerah Istimewa Riau (DIR) yang dinilai berlangsung secara santun, beradab, dan tetap mengedepankan semangat persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Apresiasi tersebut disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, H. Zulkifli Syukur, saat menghadiri Majelis Zikir memperingati satu tahun Maklumat Perjuangan Mewujudkan Daerah Istimewa Riau yang digelar di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Rabu (20/5/2026) malam.
Dalam sambutannya, Zulkifli menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau menghargai langkah yang ditempuh LAMR dalam memperjuangkan status keistimewaan daerah melalui pendekatan budaya dan dialog yang konstruktif.
“Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi kebijaksanaan LAMR yang memperjuangkan Daerah Istimewa Riau dengan cara yang sejuk, bermarwah, serta tetap berada dalam koridor persatuan Indonesia,” kata Zulkifli.
Menurutnya, perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai budaya Melayu menunjukkan bahwa penguatan identitas daerah tidak harus bertentangan dengan semangat kebangsaan. Sebaliknya, budaya dapat menjadi sarana untuk memperkokoh persatuan dan memperkaya keberagaman Indonesia.
Ia juga berharap nilai-nilai adat Melayu terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi perekat hubungan sosial di tengah kemajemukan masyarakat Riau.
“Nilai-nilai adat Melayu hendaknya terus menjadi tuntunan dalam membangun kehidupan yang harmonis, menjaga persaudaraan, dan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Majelis zikir tersebut diawali dengan salat Isya berjamaah dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Abdurahman Atan. Tausiah agama disampaikan Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Riau, H. Masrul Kasmy, sedangkan zikir dipimpin Datuk H. Kamarrudin Abdul Gafar. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H.
Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di Provinsi Riau. Pada kesempatan yang sama, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil yang juga menjabat Ketua Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) menegaskan bahwa perjuangan DIR bukanlah gerakan untuk memisahkan diri dari Indonesia.
“Setahun setelah Maklumat Perjuangan Mewujudkan Daerah Istimewa Riau dikumandangkan, perjuangan ini tetap berjalan. DIR merupakan ikhtiar untuk mempertegas kontribusi Melayu Riau terhadap Indonesia,” tegasnya. Taufik menjelaskan bahwa Riau memiliki dasar historis dan konstitusional yang kuat untuk memperoleh status keistimewaan.
Menurutnya, kontribusi Melayu Riau terhadap bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah lahirnya bahasa Indonesia, perkembangan peradaban Melayu, hingga peran penting masyarakat Riau dalam perjalanan bangsa sejak masa awal kemerdekaan.
“Keistimewaan yang diperjuangkan bukan untuk memisahkan diri, melainkan untuk memperkuat peran dan kontribusi Riau dalam pembangunan nasional,” pungkasnya. ADV