Pemprov Riau dan TNI AL Perkuat Pengawasan Laut, SF Hariyanto: Jalur Narkoba Harus Dipersempit Kamis , 21/05/2026 | 18:41
Teks Foto: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menerima kunjungan kerja Dankodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana di Kantor Gubernur Riau. Pertemuan membahas penguatan pengawasan wilayah perairan guna mencegah penyelundupan narkoba dan aktivitas ilegal melalui jalur laut.
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI Angkatan Laut terus memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan wilayah perairan, khususnya untuk mencegah masuknya narkoba dan berbagai aktivitas ilegal melalui jalur laut.
Komitmen tersebut mengemuka saat kunjungan kerja Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I), Laksamana Muda TNI Deny Septiana, yang disambut Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau, Kamis (21/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, SF Hariyanto didampingi Asisten I Setdaprov Riau, Asisten III Setdaprov Riau, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Pembahasan difokuskan pada penguatan sinergi lintas instansi dalam mengawasi kawasan pesisir dan pelabuhan yang dinilai rentan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan.
SF Hariyanto menegaskan bahwa posisi geografis Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan pengawasan laut sebagai prioritas yang tidak bisa diabaikan.
“Riau memiliki wilayah perairan yang sangat strategis. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara maksimal dan berkesinambungan, terutama pada jalur-jalur yang rawan digunakan untuk penyelundupan narkoba,” kata SF Hariyanto.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Kami mendukung penuh langkah TNI Angkatan Laut dalam memperkuat pengamanan wilayah perairan. Ini penting untuk melindungi masyarakat dan generasi muda dari ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa,” ujarnya.
SF Hariyanto juga menilai sinergi antara pemerintah daerah, TNI AL, serta instansi terkait merupakan kunci dalam mempersempit ruang gerak jaringan kejahatan lintas negara yang kerap memanfaatkan jalur laut sebagai akses masuk. “Kawasan pesisir dan pelabuhan di Riau memiliki aktivitas yang cukup tinggi. Karena itu, koordinasi yang kuat dan komunikasi yang intensif harus terus dijaga agar pengawasan semakin efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Dankodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana menyampaikan bahwa wilayah perairan Riau memiliki nilai strategis yang tinggi sehingga membutuhkan pengamanan yang terintegrasi.
“Wilayah laut di perbatasan memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap berbagai aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan narkoba dan barang-barang terlarang lainnya,” ungkap Deny.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan laut tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pengamanan wilayah perairan harus dilakukan secara bersama-sama. Dengan dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait, pengawasan akan lebih optimal sehingga potensi pelanggaran dapat diminimalkan,” jelasnya.
Menurut Deny, TNI Angkatan Laut melalui jajaran Komando Daerah Angkatan Laut I terus meningkatkan patroli di sejumlah titik strategis perairan Riau sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah dan mencegah masuknya barang ilegal melalui jalur laut.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara Pemprov Riau dan TNI AL, diharapkan pengawasan kawasan perairan dapat berjalan lebih efektif sehingga keamanan dan stabilitas daerah tetap terjaga. ADV