Rabu, 24 Oktober 2018
 
Pelaku Penganiayaan Taogo'aro Zega, Diminta Pihak Polsek Tuhemberua Agar Segara Menangkap Pelakunya
Minggu, 23 September 2018 - 14:46:33 WIB

TERKAIT:
 
  • Pelaku Penganiayaan Taogo'aro Zega, Diminta Pihak Polsek Tuhemberua Agar Segara Menangkap Pelakunya
  •  

    SERGAPONLINE.COM NIAS-Kekerasan fisik atau penganiayaan berat yang dilakukan secara bersama-sama terhadap Taogo'aro zega alias ama liber oleh tiga orang oknum yang dikenal oleh korban berinisial WA, EL, dan ET terjadi pada kamis (12/7/18) sekira pukul 22.00 wib di Desa Hilisalo'o dusun II Kecamatan Sitolu'ori Nias Utara.

    "Diminta kepada pihak Polsek Tuhemberua agar segera menangkap pelaku-pelakunya dan diadakan penahanan serta diproses secara hukum yang berlaku.Tegas korban."

    Saat korban ditemui oleh awak media dirumahnya, ketika dikonfirmasi korban menjelaskan awal kejadiannya.

    "Berawal pada hari kamis (12/7/18) sekira pukul 22.00 wib, saya dan keluarga sudah tertidur, namun tiba-tiba terdengar suara kegaduhan didepan rumah saya sehingga saya terbangun dan membuka pintu untuk melihat kegaduhan tersebut,  ternyata benar adanya perkelahian antara oknum berinisial WA, EL, dan ET dengan korban yang mereka pukul bernama Fangato zega alias ama ita.

    Dengan niat melerai sambil membantu FZ yang sudah jatuh tergeletak, sambil saya berkata " ada apa ini ?".

    Tiba-tiba pelaku berinisial EL mendatangi saya dan langsung melemparkan batu dengan jarak dekat dan mengenai tepat diatas kepala saya, sehingga saya langsung tersungkur dan mengeluarkan darah, tidak lama kemudian saya mencoba untuk berdiri namun ketika saat berdiri, pelaku berinisial WA menghampiri saya sambil menjambak rambut saya lalu memukulkan batu dan mengenai diatas alis mata saya sebelah kanan,  saya kembali terjatuh dan mengeluarkan darah, ketika saya berdiri; pelaku berinisial ET (salah seorang Guru Bantu Daerah/GBD) juga memukulkan batu dan mengenai diatas hidung saya hingga saya kembali terjatuh dan mengeluarkan darah, tutur Taogo'aro menceritakan kronologi kejadian kepada awak media,  setelah itu saya kembali terjatuh dan lemas, namun sempat saya mendengar suara dengan sayup-sayup, salah satu dari mereka yang bisa saya pastikan suara tersebut adalah suara ET mengatakan dalam bahasa nias : hoii mi'aine mangawuli ita, no tobaya ( hoiii ayo pulang, sudah tepat kenanya ). Lalu mereka pulang kerumahnya masing-masing yang jaraknya tidak jauh dari rumah saya, jelas Taogo'aro.

    Pada saat kejadian itu, istri saya tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan berteriak-teriak minta tolong, setelah beberapa waktu masyarakat setempat berdatangan untuk melihat kejadian itu, lalu saya langsung dilarikan kerumah sakit terdekat yaitu Puskesmas Awa'ai untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

    Setelah menjalani perawatan di Puskesmas Awa'ai, besok sore harinya ( jumat 13/7/18) saya minta pulang dan berobat jalan.

    Pada hari selasa (17/7/18) setelah sedikit pulih, saya bersama keluarga pergi melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian Sektor Tuhemberua, usai melapor saya diberi Surat Tanda Penerimaan Laporan dengan nomor : STPL/32/VII/2018/NS-Tuhem.

    Kapolsek Tuhemberua Marojak Sihaloho, saat dikonfirmasi awak media sergaponline.com membenarkan kejadian tersebut, ia benar sudah terjadi penganiayaan terhadap saudara Taog'aro zega, laporannya sudah kita terima dan langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan upaya proses hukum, memanggil pihak-pihak terkait dalam kejadian tersebut, terang Marojak.

    Kemudian awak media konfirmasi perihal tidak adanya penahanan terhadap para pelaku pada (sabtu, 6/9/18), MS menjelaskan bahwa proses langkah awal sudah dilakukan, semua pihak terkait susah kita minta keterangan, bahkan kasus ini sudah kita tingkatkan dari lidik ke sidik.

    Kita masih menunggu kanit reskrim pulang dari Medan, jadi mohon bersabar ya, jelas MS kepada sergap online.

    Ditempat terpisah, kanit reskrim polsek Tuhemberua Alfonso sinaga saat ditemui oleh wartawan sergap online (selasa,18/9/18) untuk konfirmasi atas tidak ditahannya para pelaku penganiayaan berat yang mengakibatkan luka-luka terhadap korban, AL menjelaskan bahwa semua proses hukum sudah kita lakukan, kita sudah meminta keterangan dari : korban, pelaku, dan saksi. Dan untuk proses awal, para pelaku kita jerat dengan pasal 170 subsider pasal 351 (ayat 1). Dan kami akan segera melaksanakan gelar perkara.

    Masalah keterlambatan proses harap dimaklumi karena tenaga penyidik di Sektor Tuhemberua hanya dua (2) orang,  namun semua kasus tetap kita proses secara profesional, ujar AL
    menambahkan lagi, terkait masalah pelaku tidak ditahan, itu adalah pertimbangan dan kewenangan penyidik, karna pelaku tindak pidana dapat kita tahan apabila penyidik mengkhawatirkan mereka (pelaku-red) melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mempersulit penyidik bila ada kepentingan atau pemanggilan terhadap mereka, dan atau mengulang kembali perbuatannya.

    Jadi sepanjang hal itu tidak terjadi menurut penilaian penyidik, itu bisa saja tidak harus dilakukan penangkapan dan/ataupun penahanan, tegas AL kepada wartawan.

    Berkaitan dengan kejadian ini, beberapa  hari yang lalu, Taogo'aro zega alias ama liber menghubungi wartawan Sergaponline.Com melalui telepon selulernya Sabtu (23/9/2018) mengatakan,  "para pelaku sering melontarkan kalimat-kalimat kiasan yang berupa sindiran, karena jarak rumah para pelaku dengan korban saling berdekatan.

    Kalimat yang pernah didengar sikorban dengan mengatakan dalam bahasa nias : " farisuma mano wangadu da'o, arara mano dania sa'e ba owoyu" , yang arti dalam bahasa Indonesianya : " percuma saja pengaduan itu, karna lama-lama jadi basi", OMG.

    Kita berharap karna dengan tidak ditahannya para pelaku oleh pihak kepolisian Sektor Tuhemberua, mengingat berbagai pertimbangan dan kewenangan penyidik, semoga pihak korban tidak mudah terpancing emosi atas kata-kata sindiran yang dilontarkan pihak sebelah. ( bersambung)



     
    Berita Lainnya :
  • Pelaku Penganiayaan Taogo'aro Zega, Diminta Pihak Polsek Tuhemberua Agar Segara Menangkap Pelakunya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SergapOnline.com, all rights reserved