Senin, 10 Desember 2018
 
Alasan Tidak Bayar Uang Belanja:
Kepala Sekolah SMK Swasta Nimarwati Lagundri Tahan Ijazah, Siswi Lapor Ke Disdik Cabang Teluk Dalam
Minggu, 16 September 2018 - 23:49:14 WIB

TERKAIT:
 
  • Kepala Sekolah SMK Swasta Nimarwati Lagundri Tahan Ijazah, Siswi Lapor Ke Disdik Cabang Teluk Dalam
  •  

    SERGAPONLINE.COM NIAS-Rusaknya citra dikalangan pendidikan khususnya diwilayah Kabupaten Nias selatan, hanya karna ulah oknum kepala sekolah SMK swasta Nimarwati Lagundri di Kabupaten Nias Selatan, berinisial ASG tahan Ijazah Siswi bernama Bina Kariani Halawa sesuai keterangan Anaria zega orang tua dari Bina Kariani Halawa siswi SMK swasta Nimarwati Lagundri kepada Sergaponline.com Sabtu (15/9/2018) di Gunungsitoli.

    Berawal dari TA.2013 penerimaan siswa/i baru disekolah, Asg yang dikonon ada hubungan keluarga dengan Anaria sering mendatangi anaria dirumahnya Desa Binaka Kecamatan Gunungsitoli Idanoi untuk meminta Bina Kariani sekolah di SMK swasta Nimarwati yang dikepalai oleh Asg sendiri, awalnya Anaria menolak karna mengingat jarak antar teluk dalam dan gunungsitoli jauh, ditambah lagi dengan beban biaya sekolah dan belanja.

    Namun Asg memastikan kepada Anaria bila seandainya Bina Kariani sekolah disana (SMK Nimarwati. red). Tinggal dirumahnya dan masalah uang belanja tidak dibebankan, hanya saja yang menjadi beban seperti baju sekolah, buku, sabun, dalain-lain keperluan pribadi ditanggung Anaria.

    Mendengar pernyataan Asg Tersebut, Anaria pun setuju sehingga Bina Kariani sekolah di sana dan tinggal dirumah Asg. " Masalah uang belanja gak usah dipikirkan kak, yang penting si Bina sekolah ditempat saya " kata Anaria meniru pembicaraan Asg.

    Delapan bulan berjalan hubungan kerjasama Anaria dan Asg tergolong masih baik-baik saja. Tiba-tiba pada bulan maret 2014, Asg menghubungi Anaria via selular, meminta untuk membantu uang belanja Bina kariani. " kak, tolong dibantu dulu untuk belanja si Bina karna saya sudah tidak sanggup lagi untuk menanggung belanjanya" kata Asg.

    Mendengar hal itu, Anaria pun meminta kepada Asg untuk memindahkan anaknya sekolah di Gunungsitoli, dengan alasan dari pada saya bayar uang belanja, mendingan tinggal dirumahku saja, sekolah juga tidak berapa jauh dari rumah, dan bisa membantu pekerjaan dirumah, imbuh Anaria dengan penuh harap. Namun Asg bersikeras untuk pertahankan Binaria tetap tinggal dirumahnya dan sekolah di SMK Nimarwati Lagundri.

    Solusi satu-satunya, anaria harus berusaha untuk mencari uang diluar biaya belanjanya untuk biaya belanja anaknya yang tinggal dirumah Asg. Dan yang lebih sakitnya lagi, Asg mematok biaya belanja si Bina sebesar Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) setiap bulannya, terhitung sejak Bina Kariani tinggal dirumahnya, oh my god !!!

    Berkat bantuan dari anak anaria yang lain yang kerja diluar daerah Nias, mengangsur uang belanja Bina Kariani kepada Asg.
    Anaria mengaku kalau dihitung-hitung biaya beban belanja Binaria selama tinggal dirumah Asg, tidaklah bisa terbayar kalau perhitungannya Rp 300.000/bln.

    Terus terang saya tidak sanggup membayar biaya sebesar itu, saya kecewa dengan keputusan Asg yang tidak sesuai dengan kesepakatan kami dari awal, barangkali kalau itu kesepakatan sebelumnya, pasti saya tidak mau.

    Dan mendingan anak saya sekolah di Gunungsitoli saja, disamping jarak sekolahnya dapat dijangkau dengan berjalan kaki, dia bisa bantu saya sepulang dari sekolah, dan biayanyapun bisa kami hemat-hemat, kata anaria sambil meneteskan air mata kekecewaan.

    Akhir tahun 2017, Bina kariani memberi sidik jari buat Ijazahnya, dan pada tahun 2018 Anaria menjumpai Asg untuk meminta Ijazah anaknya Bina Kariani, namun Asg tidak menyerahkan Ijazah dan SKHU Bina Kariani sebelum melunasi sisa belanja selama tinggal dirumahnya, yang menurut perhitungan Asg sisa belanja tersebut lebih kurang Rp 9.000.000 dan kalau ada uang tersebut, maka Ijazah dan SKHU saya kasih, kata Asg dengan tegas.

    Dengan permintaan belanja sebesar itu, Anaria kemudian melaporkan masalah ini kepada Dinas pendidikan Cabang Teluk dalam, namun hingga berita ini diturunkan belum ada solusi dari pihak instansi pemerintah terkait.

    Ditempat terpisah, Gazali zega sebagai ketua umum Lembaga Independen Pemantau Nias (LIPAN) saat dikonfirmasi oleh sergaponline, sangat merasa kecewa dengan tindakan oknum kepsek Asg.
    Kita sangat kecewa dengan perbuatan oknum kepsek Asg yang merusak citra dikalangan pendidikan, dan juga kecewa dengan tindakan Cabang Disdik Teluk Dalam yang merasa tutup mata dengan masalah ini, " inikan hajat manusia, dan ini namanya membunuh karakter anak-anak, mereka ini adalah generasi bangsa. Bagaimana mereka dapat menyambung sekolah kalau tidak ada Ijazah" kata Gazali saat ditemui ditempat kerjanya.

    Mudah-mudahan, masalah ini pemerintah terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum kepsek yang dengan seenaknya menahan Ijazah dan SKHU siswi, ujarnya mengakhiri pembicaraannya.(Gz)



     
    Berita Lainnya :
  • Kepala Sekolah SMK Swasta Nimarwati Lagundri Tahan Ijazah, Siswi Lapor Ke Disdik Cabang Teluk Dalam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SergapOnline.com, all rights reserved