45 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) kelas II Siak yang dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA " />
 
45 Warga Binaan Pemasyarakatan Kelas II Siak Dipindahkan
Selasa, 14 Mei 2019 - 23:11:50 WIB

TERKAIT:
 
  • 45 Warga Binaan Pemasyarakatan Kelas II Siak Dipindahkan
  •  

    SERGAPONLINE.COM BENGKALIS  - 45 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) kelas II Siak yang dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Bengkalis pada Sabtu (11/5/19) kemarin petang itu mendapatkan perlakuan yang sama dengan nara pidana LP Bengkalis.

    "Nara pidana yang dipindahkan dari rumah tahanan Siak ke lembaga pemasyarakatan Bengkalis ditempatkan ke kamar-kamar yang ada di LP kelas 2A Bengkalis ini. Karena kami tidak punya kamar lagi, kami sudah overload 400%. Daya tampung kita 392, sementara isi 1.634 warga binaan," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), Maizar Bc. IP, S.Sos, M.Si kepada media ini, Selasa (14/5/2019) mengawali wawancara.

    Maizar menambahkan, mereka 45 napi tadi tetap diberikan pembinaan baik secara kemandirian maupun secara kepribadian. "Tetapi karena sementara ini kita berada di bulan puasa jadi yang kita lakukan itu adalah pembinaan kepribadian yaitu salah satunya dengan salat tarawih berjamaah di masjid yang ada di dalam LP ini," tambahnya.

    Maizar yang sebelumnya pernah bertugas di LP Nusa Kambangan mengaku tidak ada wawancara khusus dengan mereka napi pindahan tadi. "Sementara ini mungkin mereka trauma yang saat kejadian posisi mereka dalam bahaya. Jadi, kalau pembinaan secara mental kita belum melakukannya, yang kita lakukan pembinaan secara kepribadian saja. Mereka kita lepas biar saling berkenalan dengan napi lainnya dan kita pesan ke mereka selama di sini jangan macam-macam," bener Maizar.

    Saat jurnalis media ini menanyakan vonis tertinggi di antara 45 narabpidana tadi, Maizar pula mengatakan belum tahu karena berkasnya tidak ada, habis terbakar di saat kejadian kemarin. "Kita masih mendata nama-nama napinya, kita kirim balik ke Siak, setelah muncul baru kita tahu. Kalau kita tanya ke mereka, nanti mereka bilang tinggal 2 hari lagi bebas padahal masih lama. Kita harus berbicara barang bukti, ada vonis yang kita lihat," terang Kalapas yang mendapatkan penghargaan Kalapas yang kaya inovasi ini.

    Saat ini, 1.634 WBP di penjara yang beralamat di Jalan Pertanian ini memiliki 60 kamar hunian dan 4 Mapenaling. LP dengan program Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) berkomitmen dengan moto 'Waspadalah, jangan-jangan" bagi seorang Maizar adalah ladang pembenahan ke arah lebih baik. Bukan baik fisiknya, tapi juga baik layanannya salah satunya adanya Duta Pemasyarakatan yang selalu ramah menerima tamu dengan senyum semringah.

    Kepada warganya, Maizar berpesan, "Mereka harus bertanggung jawab dan siap menerima apapun hukumannya, jangan pula macam-macam. Ikuti aturan yang ada di sini. Kalau memang enggak boleh bawa ini jangan dibawa. Jadi kita harus saling bersinergi supaya sama-sama enak. Jangan kemauan mereka saja yang mau diikutkan sementara kemauan negara nggak mau diikuti. Ya nggak boleh lah. Jarus sama-sama mematuhi aturan yang ada," kata Maizal lagi.

    Jurnalis yang melakukan wawancara di ruang tunggu pembesuk yang kalah itu lagi kosong, tidak merasakan aura penjara yang angker dan kejam, yang ada sebuah persahabatan bahkan seorang sipir perempuan memakai selempang bertuliskan Duta Pemasyarakatan yang merupakan ide awal dari Mairizal sendiri sebagai penyambut tamu dengan ramah bahkan memberikan penjelasan jika ada pertanyaan.

    Diutarakan Maizal, "Kita ini petugas LP, petugas pelayan. Namanya petugas abdi negara, ya melayani bila perlu kita jemput bola misalnya jika hujan, (para pembesuk) kita payungi, yang difabel kita dorong pakai kursi roda. Sudah tidak zamannya lagi kita bentak-bentak napi, kita kasar-kasar sama mereka. Harus kita layani sebaik-baiknya," tambah Maizar lagi

    "Semua kegiatan di sini nol rupiah tidak dipungut biaya. Jadi kalau ada pegawai saya yang macam-macam laporkan ke saya. Semuanya saya buatkan di sini, tempat charger hp, ada permen saat selain bulan puasa, ada welcome drink yang buahnya kita tanam di belakang dan kantin hanya memberikan es saja, juga ada mushalla," sebut Maizal.

    Tepat pada 21 Oktober 2018 Maizar mulai bertugas di LP Bengkalis. Pertama bertugas di LP Tembilahan, kemudian menjadi KPR di Rengat. Dari Rengat pindah menjadi KPLP Tanjung Pinang, setelah itu tahun 2004 jadi kepala Rutan di Siak. Tahun 2008 saya di Dumai, 2011 saya di Pasir Pengaraian, 2013 di Lampung metro. Tahun 2016 selama setahun 10 bulan kepala LP di Nusa Kambangan, 2017 masuk ke Kanwil sebentar, 2018 ke LP Bengkalis. (grup/fa)



     
    Berita Lainnya :
  • 45 Warga Binaan Pemasyarakatan Kelas II Siak Dipindahkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SergapOnline.com, all rights reserved