Selasa, 19 Februari 2019
 
Diduga Tidak Bisa Bayar Hutang, Peria 47 Tahun Nekat Gantung Diri Di Pelepah Pohon Sawit
Minggu, 10 Februari 2019 - 22:36:46 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga Tidak Bisa Bayar Hutang, Peria 47 Tahun Nekat Gantung Diri Di Pelepah Pohon Sawit
  •  

    SERGAPONLINE.COM INHU-Minggu (10/02/19) sekira pukul 06.00 wib. telah di temukan salah Seorang Laki laki dalam keadaan gantung diri di pelepah pohon sawit di Simpang Granit Desa Talang Lakat Kecamatan Batang gansal kabupaten Indragiri Hulu Riau
     
    Korban gantung diri tersebut bernama Togi Oppusunggu (47), jenis kelamin laki laki seorang petani, karena diduga tidak bisa bayar hutang nekat gantung diri di pelepah pohon sawit dekat rumahnya.

    Menurut Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Dasmin Ginting, S.IK melalui PS Humas Aipda Misran membenarkan dalam beritanya bahwa, Pada hari Sabtu 09 Februari 2019 sekira pukul 22.00 Wib, korban pulang kerumah, sesampai dirumah korban langsung tidur di dalam kamar, kemudian pada hari minggu tgl 10 Februari 2019 sekira pukul 06.00 wib saksi I (istri korban) bangun dan pergi kebelakang rumah untuk buang air kecil, dan saksi I langsung melihat bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal tergantung dengan seutas tali di pelepah sawit dengan lidah menjulur keluar. 

     
    Saat diwawancarai, Helti Simanjuntak yang merupakan istri korban mengatakan pada hari Sabtu,9 Februari 2019 sekira pukul 22.00 Wib, korban pulang ke rumah, sesampai di rumah korban langsung tidur di dalam kamar. Kemudian pada hari Minggu, 10 Februari 2019 sekira pukul 06.00 wib istri korban bangun dan pergi ke belakang rumah untuk buang air kecil.

    Sang istri langsung kaget saat melihat bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal tergantung dengan seutas tali di pelepah sawit dengan lidah menjulur keluar," terang Aipda Misran.

    Tak hanya itu, hasil dari Interogasi Yanir dan Sri rahayu menjelaskan, korban pada hari Sabtu kemarin, sekira pkl 21.00 wib , berjalan kaki bolak-balik di depan rumahnya. Sepengetahuannya, korban sering ribut dengan keluarga terutama dengan istri akibat adanya hutang piutang.

    Saksi selanjutnya saat diwawancara yakni M. Raja Guk-guk merupakan Keluarga Korban, menjelaskan, korban pada hari Sabtu kemarin sekira pkl 19.30 wib datang ke rumah dan sempat makan di rumahnya. Korban bercerita bahwasanya baru dari warung tuak Sianturi di KM 20. Selanjutnya korban meninggalkan rumah keluarganya.

    Darling Sianturi pemilik warung tuak menjelaskan, korban sempat ke warung dengan minum tuak sebanyak setengah teko. Korban sempat bercerita bagaimana adat menikahkan anak. pukul 23.00 wib korban meninggalkan warung tuak.

    Toni Hutabarat keluarga Korban menjelaskan, korban banyak permasalahan utang piutang di luar dan Toni Hutabarat merupakan tempat mengadu. Korban sudah dikeluarkan dari Perkumpulan marga Aritonang akibat meminjam uang KAS tanpa dikembalikan.

    Korban dibawa ke Puskesmas Batang Gansal guna pengecekan visum luar dan Hasil visum tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban," ujar paur humas.

    Keluarga korban telah membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan otopsi dan keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan korban rencananya akan dibawa ke Siantar Provinsi Sumut untuk dimakamkan.




     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Tidak Bisa Bayar Hutang, Peria 47 Tahun Nekat Gantung Diri Di Pelepah Pohon Sawit
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SergapOnline.com, all rights reserved