Sabtu, 06 Juni 2020

 
Lokasi Teknopolitan Langgam Sering Didatangi Menteri,
Pembenahan Pembangunan Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci Terabaikan
Jumat, 15 Maret 2019 - 16:08:29 WIB

TERKAIT:
 
  • Pembenahan Pembangunan Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci Terabaikan
  •  

    SERGAPONLINE.COM PELALAWAN-Dengan seusia Kabupaten Pelalawan sekarang, semestinya daerah ini sudah berkembang. Namun sungguh sangat disayangkan daerah yang memiliki slogan Tuah Negeri Seia sekata ini, masih terlihat kumuh, banjir dan belum masuk kategori daerah berkembang seperti daerah seusianya.
     
    Pasalnya, Sejak pemekaran daerah ini dari Kabupaten Induk (Kabupaten Kampar) dan pembangunan kota Kecamatan Pangkalan Kerinci yang menjadi aiqon dan atau wajah daerah Pelalawan itu sendiri, terus menjadi perdebatan dan pembahasan di kalangan masyarakat dengan memperbandingkan di kabupaten/kota yang seusia pemekarannya.

    Perdebatan masyarakat Pelalawan tentang perkembangan pembangunan di daerah dimaksud karena beberapa Kabupaten dan Kota yang dimekarkan secara serentak ketika itu, jauh lebih maju dan berkembang.
     
    Padahal, daerah Kabupaten Pelalawan ini memiliki slogan "Tuah Negeri Seia Sekata". Ironisnya, sekeliling kotanya, belum terbenahi dari sektor pembangunan infrasntruktur jalan, baik semenisasi maupun aspal.
     
    Salah satu contoh di jalan Pinang Ujung antara Jalan Studio dan Jalan Silais,  belum maksimal dilakukan pembangunan ifranstruktur jalan.

    Pantauan media ini(red), di Jalan Pinang Ujung, Kel. Kerinci Kota, Kecamtan Pkl Kerinci. Ada jalan tanah yang jauh sebelumnya, warga setempat berharap kepada pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk melakukan pembangunan Box Culvert kecil. Akan tetapi, harapan tersebut tidak pernah direalisasikan. Jika Parit itu dibangun Box Culvert, tentu tidak akan banyak menghabiskan APBD Pelalawan. Parit itu hanya berukuran kecil. Namun hal itupun tidak diperhatikan oleh pemerintah, sehingga warga setempat harus membuat jembatan penyeberangan dengan swadaya dan menggunakan kayu broti seadanya untuk dapat dilewati masyarakat. Jembatan yang dibuat oleh warga itu telah memakan korban jatuh. Korban itu, salah seorang ibu rumah tangga bernama Yulia (36), terjatuh bersama motornya ke dalam parit saat berangkat ke pengajian.

    Yulia (korban) terjatuh dalam parit yang dimaksud dan mengalami luka-luka di tangan dan kaki, karena jembatan kayu darurat itu patah, sehingga korban bersama motornya terjungkal dan terjun bebas ke dalam slokan parit itu.

    “Iya, Pak. Saya berencana berangkat pengajian. Namun tidak jadi karena Sepeda Motor yang saya kendarai sekitar pukul 14.30 WIB masuk ke parit karena broti yang terpasang padab titian itu, salah satunya patah (lapuk),” jelasnya, Selasa (12/3/2019).

    Lebih lanjut Yulia menjelaskan bahwa parit itu sudah dibuat jembatan darurat dengan menggunakan broti selebar 2 meter dan kedalamannya sekitar satu setengah meter.

    “Iya Pak. Saya berharap kejadian ini tidak dialami oleh warga lainnya. Cukup saya saja yang menjadi korban parit ini, jangan ada lagi korban lain,” katanya, seraya meminta pejabat berwenang agar menangani parit itu harus secepatnya. Jangan sampai timbul korban lagi, baru instansi terkait turun memperbaiki, ujarnya sambil menahan rasa sakit.

    Sementara itu, sejumlah warga setempat juga mengharapkan jalan tersebut cepat ditangani. Tujuannya agar jalan tersebut dilakukan perbaikan dan pembangunan Box Culvert tanpa harus menunggu korban berikutnya.

    “Kami meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan (PUPR) untuk membangun Box Culvert di parit ini dan juga di Semenisasi, karena jalan ini setiap kali turun hujan licin,” jelasnya.

    Sementara itu, penjelasan salah seorang warga yang mengaku Namanya Ady kepada media ini menyebutkan, parit tersebut sebelumnya, telah dipasang gorong-gorong sehingga bisa dilalui Dump Truk dan setelah dilakukan pembersihan untuk rencana pembangunan semenisasi sampai sekarang tidak terealisasi.

    “Tidak terealisasinya pembangunan Semenisasi dan pembangunan Box Culvert di Parit ini karena Dana APBD Kabupaten Pelalawan diduga banyak terserap karena sering mengundang para Menteri di lokasi Teknopolitan Langgam,” ungkapnya, kecewa.

    Terkait dengan persoalan ini kata Ady, Pihaknya meminta Camat, RT, RW, Lurah Pangkalan Kerinci Kota agar peduli dengan masyarakat disini. (UR/FIR)



     
    Berita Lainnya :
  • Pembenahan Pembangunan Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci Terabaikan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SergapOnline.com, all rights reserved