Minggu, 16 Desember 2018
 
12 Wartawan Riau Mengikuti Uji Kompetensi
KAMIS, 29 November 2018 - 19:24:19 WIB
Photo;Suasana saat Uji Kompetensi Wartawan di Hotel Furaya Pekanbaru,kamis (29/11/2018).
TERKAIT:
 
  • 12 Wartawan Riau Mengikuti Uji Kompetensi
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU-Lembaga Pers Doktor Soetomo (LPDS ) gelar loka karya dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di kota bertuah Pekanbaru, yang dilaksanakan di Furaya Hotel pekanbaru, selasa tanggal 27 November 2018 selama tiga hari.

    Hal ini sangat penting bagi komunitas wartawan atau media untuk "Kompeten" maka untuk itu Dewan Pers membuat standar kompetensi wartawan.(29/11/2018)

    Peserta yang mengikuti Uji kompetensi wartawan, diikuti 12 orang dari berbagai media. LPDS bekerjasama dengan Forum wartawan Kristen (FORSWAN) berlangsung selama tiga hari. Menurut ketua panitia Uparlin TS Maharaja selaku Ketua Forswan  pemerkarsai kegiatan  menuturkan, Uji Kompetensi Wartawan yang digelar LPDS di kota Pekanbaru merupakan yang pertama kali dilakukan.

    "Kegiatan ini baru pertama kali kita mengundang tim penguji dari LPDS untuk langsung menggelar loka karya dan Ujian Kompetensi wartawan (UKW) di Kota Pekanbaru dan mudah - mudahan kegiatan ini berjalan dengan lancar" .

    Selain itu juga Uji Kompetensi wartawan ini LPDS menurunkan 7 orang  penguji senior, Yakni, Priyo Ambodo, Ari Wibowo, Hendrayana, Ahmad Djauhar dan lain lain, jelasnya.

    Ada yang berbeda dialami oleh 12 wartawan asal Riau selama tiga hari. Itu aktivitas sebagai pencari berita mesti direlakan dan menggantinya dengan momen penuh ketegangan.
     
    Sejak tanggal 27 sampai 29 November 2018 para jurnalis pilihan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW)  yang diselenggarakan oleh Forum wartawan Kristen di Pekanbaru Riau
     
    Sejumlah wartawan berpenampilan rapih berselimut kemeja, memakai dasi,  batik dari kebiasaan apa adanya. Keadaan tidak beranjak sesampainya di ruang pengujian sebab sorot mata dan wajah dingin para penguji seakan menyiratkan sebuah kalimat: "Selamat datang dan aku akan mengubah pagi cerahmu."
     
    Namun yang mengherankan melekatnya rasa ketegangan padahal bahan yang diujikan adalah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh wartawan sehari-hari.
     
    "Meski yang diujikan adalah pekerjaan sehari-hari tapi tetap saja tegang," ujar salah satu wartawan senior Hadi Zega sebelum ujian berlangsung dalam obrolan ringan bersama kopi hitam hangat yang disediakan oleh panitia.
     
    Tidak ada sekat antara redaktur atau reporter, karena saat itu semua memiliki satu kesamaan nasib yakni ketegangan dan kecemasan akan tidak kompeten dan lulus."
     
    "Jujur enggak bisa tidur semalam karena memikirkan ujian kompetensi." ujar Hadi dengan kedua tangan menggaru kepala.
     
    Saat ujian, para peserta diminta untuk merencanakan dan menulis pemberitaan dengan cepat sesuai tenggang waktu yang ditentukan penguji. Terlebih untuk perencanaan pengarahan investigasi mendalam, waktu 30 menit yang diberikan jelas bukan sebuah ukuran yang ideal.
     
    Dua belas (12) wartawan yang dikategori UTAMA diikuti oleh dua belas peserta yang diisi sejumlah wartawan senior level pimpinan redaksi atau redaktur pelaksana.
     
    Terdapat sembilan mata ujian Untuk materi ujian kategori utama diantaranya, menulis tajuk/opini, mengevaluasi rencana liputan, menentukan bahan liputan layak siar, mengarahkan liputan investigasi, menulis opini, menentukan bahan liputan layak siar, kebijakan rubrikasi, rapat redaksi pemimpin, membangun Jejaring, rapat redaksi evaluasi.
     
    Nilai yang diberikan penguji minimal harus sebesar 70 untuk setiap mata ujian. Sebab jika mendapat rentang nilai di bawah angka tersebut akan dinyatakan tidak kompeten dan tidak lulus, karena sistemnya bukan berupa akumulasi.
     
    Apresiasi diungkapkan oleh Ketua Uparlin TS Maharaja selaku Ketua Forswan megatakan,UKW merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas jurnalis dalam mengemban tugasnya.
     
    "Ini bukan hanya soal Kompeten dan tidak lulus tapi pembinaan terhadap wartawan untuk meningkatkan kualitasnya ke depan," ujar pria yang akrab disapa Parlin tersebut.
     
    UKW merupakan realisasi dari Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan dalam mengupayakan perbaikan pemberitaan melalui unsur paling mendasar yakni kualitas dan kredibilitas wartawan bersertifikasi.
     
    Sehingga nantinya para wartawan yang Kompeten dan lulus, akan mendapat sertifikat UKW dan kartu beserta foto, dan identitas tersebut akan tercantum di Dewan Pers.*** (H)



     
    Berita Lainnya :
  • 12 Wartawan Riau Mengikuti Uji Kompetensi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SergapOnline.com, all rights reserved